Respons Tokopedia—TikTok Usai Larangan ‘Social Commerce’ Terbit

Tokopedia, Shopee, dan TikTok berikan respons yang berbeda terhadap larangan ‘social commerce’ di Permendag No.31/2023.

Crysania Suhartanto

29 Sep 2023 - 16.50
A-
A+
Respons Tokopedia—TikTok Usai Larangan ‘Social Commerce’ Terbit

Pedagang Tanah Abang meminta agar pemerintah tutup TikTok karena membuat omzet UMKM anjlok. Bisnis/Dwi Rachmawati

Bisnis, JAKARTA – Platform e-commerce dan social commerce Tokopedia, Shopee, dan TikTok memberikan respons yang berbeda terhadap larangan social commerce di Permendag No. 31/2023. 

Tokopedia sebagai platform e-commerce, masih mempelajari dampak yang akan dihasilkan oleh Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 31 Tahun 2023.

Wakil Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia Hilmi Adrianto mengatakan pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan pihak internal dan pemerintah terkait peraturan tersebut. 

“Untuk sekarang, kami masih mempelajari dan terus berkoordinasi dengan pihak internal, pemerintah dan berbagai pihak terkait peraturan tersebut, serta dampaknya kepada bisnis Tokopedia,” ujar Hilmi kepada Bisnis, Kamis (28/9/2023).

Baca juga: Apresiasi Apindo atas Aturan 'e-Commerce' yang Resmi Berlaku

Shopee, platform e-commerce asal Singapura, sudah mengatakan dengan tegas dukungannya pada pemerintah untuk menciptakan perdagangan yang lebih baik melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 31 Tahun 2023.

Head of Government Relation Shopee Indonesia Balques Manisang mengatakan hal ini dikarenakan Shopee memiliki misi yang sama untuk selalu membantu dan mengutamakan UMKM.

“Shopee mendukung keputusan pemerintah untuk menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih baik melalui Permendag 31/2023,” ujar Balques kepada Bisnis, Kamis (28/9/2023). 

Lebih lanjut, Balques juga mengatakan pihaknya akan mempelajari aturan baru ini dan melakukan koordinasi dengan pemerintah. 

Selain itu, Shopee juga akan secara internal mempersiapkan langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan sesuai dengan aturan tersebut.




Sementara social commerce TikTok, sangat menyayangkan keputusan pemerintah untuk membuat beleid Permendag No. 31 Tahun 2023. 

Menurut perwakilan TikTok Indonesia dalam rilis resminya, keputusan pemerintah tersebut akan berdampak pada penghidupan dari 13 juta pihak yang menggunakan TikTok Shop untuk bekerja.

“Bagaimana keputusan tersebut akan berdampak pada penghidupan 6 juta penjual dan hampir 7 juta kreator affiliate yang menggunakan TikTok Shop,” ujar perwakilan TikTok tersebut, pada Rabu (27/9/2023).

Kendati demikian, TikTok akan tetap menghormati peraturan dan hukum yang berlaku di Indonesia dan akan tetap menempuh jalur konstruktif ke depannya. 

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah menandatangani Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 31 Tahun 2023. Peraturan inipun mengatur terkait perizinan berusaha, periklanan, pembinaan, dan pengawasan pelaku usaha dalam perdagangan melalui sistem elektronik.

Baca juga: Praktik ‘Predatory Pricing’ yang Dilakukan TikTok

Diketahui, pangsa pasar TikTok Shop akan meningkat 880 basis points (bps) menjadi 13,2 persen pada 2023. 

Adapun peningkatan tersebut terjadi imbas penurunan pasar Tokopedia dari 18,5 persen pada 2022 menjadi hanya 13,9 persen. Lebih lanjut, pasar Lazada juga akan turun dari 20,2 persen menjadi 17,7 persen pada 2023. Adapun hal tersebut diperkirakan karena harga murah untuk barang-barang yang dijual di TikTok Shop. 

Sementara itu, Shopee terlihat teguh berdiri di pasar 48,5 persen dan tidak terpengaruh dengan kehadiran TikTok Shop. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.