Free

RI Gandeng China Genjot Produksi Beras

Kerja sama mencakup peningkatan kualitas benih padi yang adaptif terhadap kondisi kekeringan.

Dwi Rachmawati

23 Mei 2024 - 16.04
A-
A+
RI Gandeng China Genjot Produksi Beras

Warga mengantre pembelian beras. Bisnis/Rahman

Bisnis, JAKARTA – Pemerintah Indonesia menjajaki kerja sama teknologi pertanian dengan China National Rice Research Institute (CNRRI). Melalui lembaga riset padi terbesar di Negeri Tirai Bambu itu, diharapkan dapat meningkatkan produksi beras nasional.

Menteri Pertanian Amaran Sulaiman mengatakan bahwa kerja sama mencakup peningkatan kualitas benih padi yang adaptif terhadap kondisi kekeringan. 

Baca juga: Misi Mustahil Turunkan Harga Beras

Selain itu, kerja sama yang didorong dengan CNRRI adalah teknologi pertanian modern berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligent) dan alat mesin pertanian modern seperti mesin pembibitan otomatis, transplanter, drone, combine harvester, dan RMU (rice milling unit).

Tujuan kerja sama dengan China tersebut utamanya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi di Indonesia, peningkatan indeks pertanaman (IP) dengan perbaikan pola tanam, serta efisiensi biaya produksi padi hingga 40-60% melalui teknologi.

Amran mengaku optimistis bahwa kerja sama pertanian antara Indonesia dengan China bakal meningkatkan inovasi dan kerja sama petani. Kerja sama itu juga berpeluang memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dengan negara yang dipimpin oleh Xi Jinping tersebut.

 

 

"Kerja sama ini tidak hanya untuk menjamin kecukupan pangan di kedua negara, tapi juga berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pasokan pangan global," ujar Amran dalam keterangan resmi, Rabu (22/5/2024).

Menurut Kementan, CNRRI telah dikenal sebagai pusat risiet yang menjadi kunci dalam pertanian padi secara global. Lembaga tersebut disebut telah menghasilkan berbagai varietas padi yang resisten hama dan cekaman lingkungan.

Baca juga: Genjot Produksi Beras, RI Minta Bantuan ke Negeri China

Pertimbangan lainnya yang membuat Kementan memilih CNRRI sebagai pihak yang dikerja samakan yaitu, berhasilnya lembaga riset itu menghasilkan varietas padi hibrida dengan produktivitas rata-rata 9,7 ton per hektare.

"Diharapkan Indonesia dapat meningkatkan ketahanan pangan dan mendukung Pertanian yang berkelanjutan di masa depan," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.