Riau Sesalkan Jatim Tahan 567 Sapi Bantuan untuk Masyarakat

Sejak ditahan di Karantina Bangkalan lima hari lalu sudah lima ekor sapi mati karena kelelahan akibat kapasitas karantina tidak memadai.

Rustam Agus

1 Apr 2022 - 22.30
A-
A+
Riau Sesalkan Jatim Tahan 567 Sapi Bantuan untuk Masyarakat

Bisnis, PEKANBARU – Riau menyatakan kekecewaannya terkait 567 sapi bantuan untuk masyarakat Riau ditahan pihak Karantina Bangkalan Pertanian, Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Bangkalan, Jawa Timur (Jatim) hingga ada yang mati.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau Herman menyesalkan setelah menahan sapi-sapi itu, 5 ekor di antaranya mati karena kelelahan. “Padahal pengiriman sapi tersebut sudah dilengkapi Surat Kesehatan dan syarat-syarat lainnya," ujarnya seperti dikutip Antara, Jumat (1/4).

Pemprov Riau telah berkoordinasi dengan Direktur Kesehatan Hewan, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan, Kementerian Pertanian terkait pengiriman bantuan sapi tersebut.

Untuk tahap awal sapi bantuan Pemprov Riau dikirim sebanyak 567 ekor atau 30 persen dari total bantuan 1.883 ekor sapi. Namun saat ini 567 sapi tersebut masih ditahan di Badan Karantina Pertanian, Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Bangkalan, Jawa Timur.

"Kami kecewa sapi bantuan masyarakat ditahan di Karantina Bangkalan sedangkan Riau telah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Kepala Pusat Karantina Hewan, bahwa sapi bantuan Pemprov Riau dari Jatim boleh masuk Riau, meski saat ini Riau terkena wabah LSD," katanya.

Alasan mereka, lanjut Herman, masih menunggu instruksi dari pusat. “Makanya kami bingung pusat yang mana lagi.”

Padahal  pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementan seperti Direktur Kesehatan Hewan dan Kepala Pusat Karantina Hewan. Termasuk dengan Kepala Biro Hukum Kementan.

Sudah lima hari sapi ditahan di Karantina Bangkalan, dan sudah lima ekor sapi yang mati. Semua sapi yang mati itu sudah dilakukan visum dan hasilnya semuanya mati karena kelelahan sebab kapasitas karantina di sana tidak memadai.

Pemprov Riau lantas berkoordinasi dengan anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Effendi Sianipar yang memperhatikan hewan ternak masuk ke Riau.

"Beliau minta kronologis kejadian, dan sudah kita sampaikan, termasuk hasil visum sapi. Nanti beliau akan membahasnya dengan Kepala Pusat Karantina Kementan," ujar Herman.

Selain itu, sudah membahasnya dengan pihak pendamping pengadaan sapi dari Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun), Kejaksaan Tinggi Riau guna mencari solusi terkait persoalan ini. "Kami akan buat surat Gubernur untuk disampaikan ke Kementan, yang ditembuskan ke Dirjen Kesehatan Hewan, dan lainnya. “

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rustam Agus

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.