Free

Riau Vaksinasi 100.000 Ekor Sapi Hadapi Virus LSD

Saat ini sapi-sapi di tujuh Kabupaten di Riau sudah terjangkit virus sehingga vaksin impor harus disuntikkan selama tiga tahun berturut-turut

Rustam Agus

11 Mar 2022 - 15.30
A-
A+
Riau Vaksinasi 100.000 Ekor Sapi Hadapi Virus LSD

Sapi di padang rumput / Antara

Bisnis, PEKANBARU – Pemprov Riau menargetkan vaksinasi terhadap 100.000 ekor sapi mulai tahun ini guna mengantisipasi penyebaran virus Lumpy Skin Disease (LSD) yang sudah ditemukan di tujuh Kabupaten di daerah tersebut.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau menjelaskan Lumpy Skin Disease (LSD) adalah penyakit kulit infeksius yang disebabkan oleh Lumpy Skin Disease Virus (LSDV) yang merupakan virus bermateri genetik DNA dari genus Capripoxvirus dan famili Poxviridae.

“Umumnya menyerang hewan sapi dan kerbau," kata Kadinas PKH Riau Herman di Pekanbaru seperti dikutip Antara, Kamis (10/3).
 
Virus LSD menyebabkan luka pada kulit, demam, kehilangan nafsu makan, penurunan produksi susu, dan dapat menyebabkan kematian.
 
Menurut Herman, vaksin dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus LSD tersebut sedangkan pengadaan vaksin dilakukan oleh pemerintah pusat dan Riau masih menunggu kiriman vaksin tersebut.
 
"Setelah dilakukan penelitian terhadap sampel darah sapi yang terkena LSD, untuk pencegahan akan dilakukan vaksin terhadap 100.000 ekor sapi di Riau," katanya.

Vaksin untuk mengantisipasi penyebaran virus LSD pada sapi tersebut diimpor dari luar negeri, sebab sapi yang terjangkit di Riau tersebut merupakan kasus pertama yang ditemukan di Indonesia.
 
Pada tahap awal katanya, diinformasikan akan datang 7.000 vaksin terlebih dahulu. Vaksin ini harus disuntikkan untuk jangka waktu selama tiga tahun berturut-turut.
 
Saat ini ada tujuh daerah yang ditemukan sapi terjangkit LSD, diantaranya di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sebanyak 114 ekor sapi, di Kabupaten Pelalawan 25 ekor, di Kabupaten Kampar 8 ekor, di Kota Dumai 20 ekor, di Kabupaten Bengkalis 12 ekor, di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) 13 ekor, dan di Kabupaten Siak 50 ekor," katanya.
 
Jadi jumlah sapi yang sakit terkena virus mematikan itu tercatat 242 ekor di mana 3 ekor di antaranya mati. Namun tingkat kematian penyakit sangat kecil maksimal 5 persen.
 
Selain mati, lanjut Herman, tercatat 13 ekor sapi dipotong paksa oleh peternak, karena masyarakat takut mati. Meski dipotong paksa, daging sapi tetap bisa dikonsumsi sedangkan yang kena penyakit hanya bagian kulit sapi.
 
Namun setelah ditangani intensif, angka kesembuhan sapi yang terjangkit virus LSD cukup tinggi tercatat 84 persen dari total sapi yang terkena penyakit. 

“Jadi ciri-ciri sapi mulai sembuh dari LSD adalah sudah mau makan karena selama terjangkit, tenggorokan sapi sakit," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rustam Agus

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.