Risiko Gulung Tikar Mulai Bayangi Pinjol

Potensi gulung tikar perusahaan finansial teknologi seperti peer-to-peer (P2P) atau pinjol lebih tinggi seiring dengan hilangnya sumber-sumber pendanaan baru.

Arlina Satiti Mugi Laras & Rika Anggraeni

14 Mar 2024 - 19.02
A-
A+
Risiko Gulung Tikar Mulai Bayangi Pinjol

Ilustrasi pinjaman online atau fintech lending./ Dok Freepik

Bisnis, JAKARTA— Potensi gulung tikar perusahaan finansial teknologi seperti peer-to-peer (P2P) atau pinjol lebih tinggi seiring dengan hilangnya sumber-sumber pendanaan baru.

Ketua Indonesia Fintech Society (IFSoc) Rudiantara mengatakan pendanaan P2P lending kerap kali bersumber dari individu, loan channeling dari bank hingga investor baik sebagai peminjam atau bahkan sebagai penambah modal 

“Nah, sekarang kalau investor yang mendanai lewat peningkatan modal, di mana investor nambah lagi uang. Investor sendiri sekarang memilih simpan dananya di bank, dibanding investasi di startup [fintech] yang risikonya tinggi,” ujarnya di Kantor Wisma Bisnis Indonesia, Kamis (14/3/2024).

Dia mengatakan, situasi tersebut menjadi salah satu indikasi tech winter yang berdampak pada startup, hingga gilirannya untuk pasokan dana makin berkurang. Secara tren tahunan, dia menyebut investor yang masih ingin menambah modal di startup bukan lagi melihat indikator pertumbuhan, melainkan justru hanya masuk demi meningkatkan volume bisnis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan Login Di Sini

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.