Roda Perekonomian Jatim Kembali Melaju di Pengujung 2021

Meski masih dalam situasi pandemi, Jatim ternyata masih mampu mencatatkan kinerja investasi yang positif, bahkan angka pertumbuhannya melebihi kinerja investasi nasional 3,7%.

Peni Widarti

2 Nov 2021 - 19.16
A-
A+
Roda Perekonomian Jatim Kembali Melaju di Pengujung 2021

Suasana di kawasan industri terpadu Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, Kamis (8/3/2018)./ANTARA-Zabur Karuru

Bisnis, SURABAYA — Roda perekonomian di Provinsi Jawa Timur kembali melaju setelah sempat melambat bahkan nyaris berhenti akibat pembatasan kegiatan dalam upaya pencegahan Covid-19. Sejumlah indikator fiskal seperti perputaran uang dan kinerja investasi memperlihatkan proses pemulihan ekonomi di daerah itu terus berlanjut.

Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur memprediksikan arus uang keluar atau cash outflow di Jatim hingga akhir tahun ini mencapai Rp63,2 triliun atau naik 3,13% dibandingkan dengan tahun lalu.

Sementara itu, arus uang masuk atau cash inflow pada tahun ini tercatat Rp34,05 triliun, sehingga akan terjadi arus uang keluar lebih besar dibandingkan dengan arus kas yang masuk atau net outflow sebesar Rp29 triliun.

“Terjadinya outflow ini sejalan dengan proses recovery kegiatan ekonomi di Jatim, terlebih pada Maret 2021 banyak pembayaran proyek pemerintah yang berdampak pada meningkatnya jumlah cash outflow,” kata Deputi Kepala Bank Indonesia Jatim Imam Subarkah kepada Bisnis, Selasa (2/11/2021).

Menurut dia, pembayaran proyek pemerintah tersebut juga menunjukkan dukungan sektor fiskal Jatim dalam upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sehingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jatim ke level sebelum pandemi.

Imam memaparkan pada April—Mei, juga terdapat momen Ramadan dan Hari Raya Idulfitri sehingga berdampak pada meningkatnya jumlah cash outflow yang disebabkan oleh besarnya animo masyarakat dalam melakukan penukaran uang. Selain itu, juga terdapat pembayaran gaji dan tunjangan hari raya.

Meskipun demikian, pada Juli 2021 saat kasus Covid-19 mengalami lonjakan tinggi akibat adanya varian Delta, membuat pemerintah melakukan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM, sehingga masyarakat cenderung menahan konsumsinya.

“Akibatnya pada periode ini terdapat cash inflow yang cukup besar setelah berakhirnya Hari Raya Idulfitri dan diberlakukannya PPKM,” imbuhnya.

Imam melanjutkan, setelah kasus Covid-19 melandai dan status PPKM di Jatim sudah berada pada level 1, kemudian pada September mulai ada peningkaan transaksi, sekaligus bertepatan dengan pembayaran proyek pemerintah.

“Untuk Desember nanti, kami prediksikan cash outflow Rp9 triliun, atau naik dibandingkan cash outflow pada Desember 2020 yang terealiasi Rp8,9 triliun. Ini sejalan dengan semakin optimalnya transaksi uang kartal antar bank [TUKAB] dari Rp1,2 triliun Desember tahun lalu menjadi Rp3,5 triliun dalam prediksi Desember ini,” kata Imam.

Sementara itu dari sisi penanaman modal, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan meski masih dalam situasi pandemi, Jatim ternyata masih mampu mencatatkan kinerja investasi yang positif, bahkan angka pertumbuhannya melebihi kinerja investasi nasional 3,7%.

Kinerja investasi pada kuartal III/2021 tercatat mencapai Rp18 triliun atau meningkat 15,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Kontribusi Jatim terhadap realisasi investasi nasional di kuartal III ini sebesar 8,3%. Capaian ini harus banyak disyukuri karena Indonesia belum lepas dari situasi sulit akibat pandemi,” katanya, Selasa (2/11/2021).

Dia menjelaskan bahwa dari realisasi investasi kuartal III tersebut, sebanyak Rp5,4 triliun disumbang oleh Penanaman Modal Asing (PMA), dan sebanyak Rp12,5 triliun disumbang oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

“Investasi asing di Jatim mengalami pertumbuhan positif sebesar 41,4% dibandingkan kuartal II/2021. Capaian ini bisa memberikan angin segar bagi tingkat kepercayaan calon investor asing untuk menanamkan modalnya di Jatim,” ujarnya.

Secara kumulatif sejak Januari—September 2021, total realisasi investasi di Jatim tercatat mencapai Rp52,7 triliun. Dari jumlah itu sebanyak Rp36,4 triliun merupakan PMDN dan sebanyak 16,3 triliun berasal dari PMA.

“Dengan capaian kumulatif itu, Jatim menduduki posisi ketiga setelah Jawa Barat Rp107,2 triliun dan DKI Jakarta Rp72,5 triliun,” kata Khofifah.

Adapun dari kinerja investasi itu, untuk investasi PMDN banyak didominasi oleh investasi sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran dengan kontribusi sebesar 52,6%, salah satunya dilakukan oleh PT Mitrakarya Multiguna yang menanamkan modal sebesar Rp1,4 triliun di Kota Surabaya. 

Adapun, investasi untuk PMA lebih didominasi oleh sektor pertambangan dengan kontribusi 26,4%, salah satunya oleh PT Freeport Indonesia dengan investasi total Rp1,4 triliun di Kabupaten Gresik.

Sementara itu, untuk periode kuartal III/2021 investasi Jatim didominasi oleh sektor industri makanan dengan nilai Rp10,5 triliun atau setara dengan 19,9% dari total investasi Jatim.

Khofifah mengatakan investasi Jatim sejauh ini memang masih terkonsentrasi di zona Ring I yakni Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kota dan Kabupaten Mojokerto, dan Kota serta Kabupaten Pasuruan.

“Hal ini menuntut adanya upaya penguatan iklim investasi di zona luar Ring I agar terjadi pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Untuk itu, Khofifah meminta pemerintah kota/kabupaten untuk terus melakukan berbagai inovasi agar layanan perizinan usaha diberikan kemudahan sehingga bisa mendorong kinerja investasi.

“Setiap permasalahan yang dihadapi investor harus difasilitasi secara efektif dan efisien, sekarang juga sudah ada IPRO [Investment Project Ready to Offer] untuk menarik minat investor, apalagi potensi Jatim sangat besar dengan terhubungnya jalan tol Trans Jawa,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti*

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.