Free

Rumah Tumbuh Layak Digenjot, Percepat Tekan Backlog Hunian

Konsep rumah tumbuh yang dikembangkan di lahan dengan luas terbatas merupakan salah satu jalan keluar dalam upaya menekan jumlah backlog hunian layak yang saat ini mencapai 12,75 juta unit berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

M. Syahran W. Lubis

14 Mar 2022 - 22.27
A-
A+
Rumah Tumbuh Layak Digenjot, Percepat Tekan Backlog Hunian

Ilustrasi pembangunan rumah./Review.com

Bisnis, JAKARTA – Untuk menekan jumlah backlog atau kesenjangan antara pasokan dan kebutuhan hunian layak, pemerintah membuat salah satu kebijakan yaitu rumah tumbuh.

Rumah tumbuh adalah tempat tinggal yang dirancang untuk pembangunan secara bertahap, disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan sang pemilik.

Dengan konsep rumah tumbuh seperti itu, seseorang dengan kemampuan finansial terbatas tetap berkesempatan untuk mempunyai rumah sendiri walaupun kemudian masih harus mengembangkannya secara bertahap.

Salah satu konsep rumah tumbuh yang menarik sempat ditawarkan ke pasar tahun lalu oleh salah satu perusahaan pengembang yang tengah membangun proyek permukiman di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Developer tersebut menawarkan penjualan hunian dengan luas hanya 13 meter persegi, tetapi dengan lahan seluas 60 m2. Dengan demikian, si pembeli dapat mempunyai hunian sendiri dengan kesempatan untuk memperluasnya hingga 60 m2, dengan proses yang disesuaikan dengan kenaikan tingkat kemampuan finansialnya.

Muncul tanggapan dari salah satu pengamat bisnis properti bahwa penjualan rumah dengan luas hanya 13 m2 tidak layak dan tidak manusiawi. Namun, hal itu, sejatinya dapat diperdebatkan, karena dalam kehidupan di tingkat terbawah ada keluarga yang hanya mampu mengontrak tempat tinggal seluas belasan meter persegi dan hal itu berlangsung hampi sepanjang hidup mereka.

Jadi, memberikan kesempatan kepada keluarga seperti itu mempunyai rumah meskipun awalnya hanya dengan luasan belasan meter persegi, tetapi dengan potensi pengembangan hingga puluhan meter persegi, tentu lebih baik daripada membuat keluarga tersebut “abadi” sebagai pengontrak rumah yang juga tidak layak.

Penerapan konsep rumah tumbuh ini sangat tepat menjadi salah satu jalan keluar bagi masalah hunian di perkotaan yang memang luas lahannya sudah terbatas dan harga yang nahal dibandingkan dengan wilayah perdesaan yang lahan relatif masih luas dan harganya pasti lebih murah.

Apabila konsep rumah tumbuh ini dapat direalisasikan secara masif, dengan sendirinya akan menekan jumlah backlog hunian layak yang menurut data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR), saat ini mencapai sekitar 12,75 juta unit.

Keunggulan Rumah Tumbuh

Menurut laman resmi PT Intiland Development Tbk., terdapat dua jenis rumah tumbuh, yaitu rumah tumbuh vertikal dan horizontal.

Rumah tumbuh vertikal adalah tempat tinggal yang bertingkat atau tumbuh ke atas. Membangun rumah seperti ini memerlukan fondasi yang sangat kuat supaya kalau ada rencana untuk menambah luas bangunan ke atas tidak perlu lagi membongkar dari awal.

Perumahan di Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat./Bisnis

Desain rumah tumbuh seperti ini lebih sesuai untuk diaplikasikan di lahan yang kurang begitu luas dan sebaiknya memakai jasa arsitek agar menghemat biaya untuk jangka panjang.

Adapun desain rumah tumbuh horizontal membangun ke samping, bukan ke atas. Otomatis jenis rumah tumbuh ini memerlukan lahan yang lebih besar, minimal dua kali luas bangunan pertama. Kelebihannya adalah tidak perlu fondasi sekokoh rumah tumbuh vertikal.

Sementara itu, menurut laman resmi Pinhome, terdapat sejumlah keunggulan pembangunan hunian dengan menerapkan konsep rumah tumbuh

Pertama dan sebagai keuntungan utama adalah proses pembangunannya yang dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan ketersediaan dana. Ketika dana telah tersedia, tinggal melanjutkan, tidak perlu membongkar ulang atau merenovasi secara total.

Pemilik rumah hanya perlu meneruskan proses pembangunan yang disesuaikan dengan konsep desain dan denah awal.

Keunggulan kedua, pemilik rumah dapat mengatur sendiri jadwal pembangunan rumahnya. Pemilik rumah memiliki wewenang dan mengontrol penuh untuk menentukan jadwal pembangunan rumah yang tak terlepas dari ketersediaan dananya. 

Ketiga, lebih fleksibel dalam menentukan kebutuhan ruangan sesuai dengan waktunya. Keuntungan ini dapat dirasakan oleh mereka yang memiliki usaha. Kalau kelak memerlukan lantai tambahan untuk ruang usaha, rancangan rumah tumbuh bisa bermanfaat. 

Keempat, menyesuaikan dengan tren masa depan, sedangkan dari sisi kenyamanan, rumah tumbuh tetap sehat karena tidak memaksakan ada ruang tambahan di lahan yang terbatas dan secara struktural dijamin tetap kuat.

Tips Pengembangan

Laman resmi Intiland mengungkapkan pula sejumlah tips yang akan membantu pengembangan rumah tumbuh.

Pertama, sesuaikan dengan snggaran. Jadi silakan buat desain untuk jangka panjang, tetapi ntentukan ruang mana saja yang harus dibangun terlebih dahulu sesuai dengan ketersediaan dana. Kedua, sesuaikan dengan luas lahan. Kalau lahannya kurang luas, sebaiknya bangun rumah tumbuh vertikal.


Rumah tumbuh vertikal./Arch Daily

Ketiga, perhatikan infrastruktur rumah seperti sambungan listrik, pipa air, dan saluran pembuangan akhir agar bagian-bagian yang tidak terlihat ini akan lebih mudah disambungkan pada saat pembangunan tambahan dilaksanakan.

Keempat, gunakan bahan yang umum. Sebagai contoh, hindari memakai model keramik yang hanya diproduksi dalam jumlah terbatas atau mengikuti tren, karena pada saatnya Anda membangun kembali, mungkin saja model tersebut tak lagi tersedia di pasar. Jadi, pilihlah model dan warna “abadi” seperti cokelat tua, krem, dengan corak umum.

Kelima, apabila memungkinkan terutama dari sisi finansial sewakan jasa profesional. Selain arsitek yang baik, pembangunan rumah tumbuh lebih bagus menggunakan jasa kontraktor tepercaya. Pembangunan rumah akan menjadi lebih baik jika menggunakan jasa profesional yang sama saat membangun tahap lanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: M. Syahran W. Lubis

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.