Rupiah Menguat Seiring Pulihnya Pasar Keuangan Global

Pasar keuangan global sempat tertekan akibat munculnya varian baru virus corona, Omicron.

Ika Fatma Ramadhansari

30 Nov 2021 - 09.57
A-
A+
Rupiah Menguat Seiring Pulihnya Pasar Keuangan Global

Petugas menunjukkan mata uang dolar AS dan rupiah di Money Changer, Jakarta, Senin (19/4/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis, JAKARTA - Nilai tukar rupiah akhirnya berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Selasa (30/11/2021). Hal itu terjadi seiring redanya kekhwatiran pasar terhadap dampak dari munculnya Omicron yang merupakan varian baru virus corona. 

Berdasarkan data Bloomberg yang dilansir dari Bisnis.com, nilai tukar rupiah dibuka naik 9,00 poin atau 0,06 persen ke posisi Rp14.310 per dolar AS. Sementara indeks dolar AS melemah 0,18 persen di posisi 96,1670.

Selain rupiah, mata uang lain di kawasan Asia juga terpantau menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Diantaranya won Korea Selatan naik 0,53 persen, baht Thailand naik 0,29, persen dan yuan China naik 0,22 persen.

Varian Omicron yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan mendorong aksi jual di pasar keuangan pada Jumat (26/11/2021). Aksi tersebut dipicu kekhawatiran terhadap pemulihan ekonomi yang sedang berkembang setelah hampir dua tahun dalam kondisi pandemi.

Terlebih lagi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Senin (29/11/2021) bahwa varian tersebut membawa risiko lonjakan infeksi yang sangat tinggi. Sehingga banyak negara kembali menerapkan kebijakan penutupan perbatasan. 

Meski begitu, sikap berbeda ditunjukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, yang menyatakan negaranya tidak akan kembali ke penguncian wilayah pada musim dingin ini. Namun, dia mendesak orang-orang untuk divaksinasi, mendapatkan booster, dan memakai masker. 

Setelah pernyataan Joe Biden, pasar mulai tenang pada Senin (29/11/2021) dengan pasar saham AS dan harga minyak rebound. Hak itu terjadi karena investor mengambil pandangan yang lebih seimbang, menunggu sampai dampak varian menjadi lebih jelas. 

Analis dan pedagang valas di Tempus Inc, Juan Perez, mengatakan tantangan lain untuk pemulihan ekonomi global tampaknya menunjukkan bahwa munculnya varian Omicron menguntungkan dolar sebagai aset yang aman. "Pendapat kami adalah bahwa sekali lagi kami berada di bawah belas kasihan penyakit yang telah bersama kami selama dua tahun, tetapi kali ini juga rasanya kita lebih siap untuk tetap menjalani hidup," ujarnya, dikutip dari Antara, Selasa (30/11/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Febrina Ratna Iskana

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.