Rupiah Terus Loyo Imbas Spekulasi Kebijakan The Fed

Risalah pertemuan kebijakan terakhir bank sentral yang dirilis pada Rabu (24/11/2021) menunjukkan sejumlah pejabat the Fed mengatakan mereka akan terbuka untuk mempercepat penghapusan program pembelian obligasi mereka jika inflasi tinggi bertahan, dan bergerak lebih cepat untuk menaikkan suku bunga.

Annisa Kurniasari Saumi, Mutiara Nabila & Hadijah Alaydrus

25 Nov 2021 - 10.24
A-
A+
Rupiah Terus Loyo Imbas Spekulasi Kebijakan The Fed

Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. di Jakarta, Selasa (5/1/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis, JAKARTA - Nilai tukar rupiah dibuka menguat di hadapan dolar AS pada perdagangan hari ini, Kamis (25/11/2021). Pemicunya yaitu spekulasi Federal Reserve bakal memperketat kebijakan moneter lebih cepat.

Mata uang Garuda di pasar spot dibuka melemah 11 poin atau 0,08 persen ke level Rp14.276 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,09 persen atau 0,09 poin ke level 96,785 pada pukul 08.50 WIB.

Kemudian, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 12 poin atau 0,08 persen ke level Rp14.277 per dolar AS pada pukul 10.06 WIB. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,11 persen atau 0,107 poin ke level 96,768 pada pukul 09.56 WIB.

Dolar AS mengalami penguatan pada akhir perdagangan Kamis pagi (25/11/2021) di Asia Tenggara, setelah mencapai level tertinggi 16-bulan terhadap euro dan hampir lima tahun tertinggi terhadap yen Jepang. Penguatan itu dipicu oleh spekulasi investor terhadap Federal Reserve yang diproyeksi memperketat kebijakan moneter lebih cepat daripada rekan-rekannya.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama saingannya naik 0,37 persen hari ini menjadi 96,853. Euro melemah 0,44 persen menjadi US$1,1199.

Adapun, pejabat Fed telah berkontribusi pada pandangan yang lebih hawkish bahwa bank sentral AS dapat bertindak lebih cepat untuk mencoba membendung kenaikan tekanan harga jika inflasi tidak moderat. Sementara Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan tetap lebih dovish karena pertumbuhan di wilayah tersebut tertinggal.

Risalah pertemuan kebijakan terakhir bank sentral yang dirilis pada Rabu (24/11/2021) menunjukkan sejumlah pejabat the Fed mengatakan mereka akan terbuka untuk mempercepat penghapusan program pembelian obligasi mereka jika inflasi tinggi bertahan, dan bergerak lebih cepat untuk menaikkan suku bunga.

"Penguatan dolar AS adalah refleksi dari sikap dovish yang ditunjukkan oleh kepemimpinan ECB, versus sedikit lebih banyak perhatian yang ditunjukkan oleh the Fed terhadap inflasi, jadi karena itu mungkin ada sedikit perbedaan dalam kebijakan,” kata Lou Brien, Seorang Ahli Strategi Pasar di DRW Trading di Chicago, seperti dilansir oleh Antara pada Kamis (25/11/2021).

Lebih lanjut, Presiden Fed San Francisco Mary Daly juga mengatakan pada Rabu (24/11/2021) bahwa dia dapat melihat kasus yang dibuat untuk mempercepat pengurangan pembelian obligasi oleh bank sentral AS. 

Sebelumnya, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dolar AS menguat terhadap mata uang lainnya, menyusul pengangkatan kembali Jerome Powell sebagai Ketua Federal Reserve AS. “Investor mengharapkan Ketua Federal Reserve AS yang baru dinominasikan Jerome Powell akan mempercepat pengetatan moneter, termasuk pengurangan aset dan kenaikan suku bunga, untuk mengekang inflasi yang terus meningkat,” ujarnya dalam riset harian.

Dari dalam negeri, pasar tengah mencerna Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang positif pada kuartal III/2021 setelah mencatatkan surplus sebesar US$10,7 miliar atau 1,49 persen terhadap PDB, setelah pada kuartal sebelumnya tercatat defisit US$0,4 miliar atau -0,68 persen terhadap PDB. “Dengan surplusnya NPI, Ini membuktikan bahwa ketahanan eksternal Indonesia yang cukup kokoh, dan momentum ini masih tetap akan kita pertahankan seiring dengan pemulihan ekonomi kedepannya,” ujarnya.

Adapun untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memproyeksikan mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.240 - Rp14.290 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Febrina Ratna Iskana

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.