Saat Logam Industri Baterai Merana

Setahun lalu CEO Tesla Inc. Elon Musk menggambarkan harga logam litium sebagai sesuatu yang sudah ‘gila’ lantaran kenaikannya yang tidak kira-kira. Namun tahun ini, nasib harga litium dan komoditas penopang industri baterai lainnya cukup merana.

Redaksi

7 Nov 2023 - 11.35
A-
A+
Saat Logam Industri Baterai Merana

Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Pomalaa milik PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk, di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/5/2018)./BISNIS-NUR

Bisnis, JAKARTA - Setahun lalu CEO Tesla Inc. Elon Musk menggambarkan harga logam litium sebagai sesuatu yang sudah ‘gila’ lantaran kenaikannya yang tidak kira-kira. Namun tahun ini, nasib harga litium dan komoditas penopang industri baterai lainnya cukup merana.

Harga litium turun hampir 70% sepanjang tahun ini, sedangkan nikel telah merosot sekitar 40%. Kobalt juga mengalami penurunan. Ketiganya adalah logam penting dalam industri baterai.

Harga litium karbonat di China turun di bawah 165.000 yuan (CNY) per ton untuk pertama kalinya sejak September 2021.

Padahal, pada 2022 harga logam yang sangat penting dalam transisi energi itu melambung gila-gilaan, dan membuat produsen otomotif khawatir tentang kelangkaan jangka panjang. Pada November 2022 harga litium sempat menyentuh 5,75 juta yuan per ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan Login Di Sini

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.