Saat Tanzania Belajar dari Proyek Pembangkit Panas Bumi RI

PLTP Gunung Salak milik PT PLN Indonesia Power ini telah dijadikan benchmark oleh perusahaan pelat merah asal Tanzania tersebut seiring dengan kerja sama yang dilakukan antara PT PLN (Persero) dan TANESCO untuk mengejar net zero emission (NZE).

Rayful Mudassir

30 Jan 2024 - 19.09
A-
A+
Saat Tanzania Belajar dari Proyek Pembangkit Panas Bumi RI

Ilustrasi: Pembangkit energi baru terbarukan yang dikelola yaitu PLTP Ulumbu./ Dok PLN IP

Bisnis, JAKARTA - Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Gunung Salah ditetapkan sebagai percontohan bagi perusahaan Tanzania Electricity Supply Co, Ltd. dalam pengelolaan energi panas bumi di negara tersebut. 


PLTP Gunung Salak milik PT PLN Indonesia Power ini telah dijadikan benchmark oleh perusahaan pelat merah asal Tanzania tersebut seiring dengan kerja sama yang dilakukan antara PT PLN (Persero) dan TANESCO untuk mengejar net zero emission (NZE).


"Benchmarking fasilitas pengembangan panas bumi Indonesia Power ini sebagai tindaklanjut dari kerja sama antara PT PLN (Persero) dengan TANESCO dalam bisnis kelistrikan yang reliable dan sustainable di Tanzania," kata Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha lewat keterangan tertulis, Selasa (30/1/2024).


Dia menuturkan, TANESCO akan mempelajari langkah transformasi bisnis yang dilakukan PLN Indonesia Power, sehingga bisa diadopsi oleh TANESCO untuk membuat sistem kelistrikan di Afrika Timur, khususnya Tanzania lebih reliable dan sustainable.


Baca juga: 

Indonesia Power Pacu Pengembangan PLTS Hijaunesia Pada 2024

Siasat PLN Indonesia Power Bangun Pembangkit Hijau Terbesar RI


Pemilihan PLTP Gunung Salak sebagai percontohan disebut karena keunggulannya atas unit pembangkit yang mendukung sistem kelistrikan Istana Kepresidenan di Bogor, Jawa Barat. 


Selain telah mendapatkan Penghargaan Proper Emas, PLTP Gunung Salak juga menjalankan program beyond kWh melalui perdagangan karbon menggunakan VCUs atau voluntary carbon unit.


Untuk diketahui TANESCO merupakan badan usaha milik negara (BUMN) Tanzania, perusahaan utilitas publik yang bertanggung jawab atas pembangkitan, transmisi, distribusi, dan penjualan listrik di Tanzania. 


Perusahaan ini menggunakan berbagai sumber energi, termasuk pembangkit listrik tenaga air, panas, dan gas.


"Ditetapkannya PLN Indonesia Power sebagai acuan TANESCO menjadi suatu kebanggaan tersendiri sebagai salah satu subholding PT PLN (Persero) terbesar dengan kapasitas 21.08 Gw," tutur Edwin.


Sejauh ini, Indonesia Power telah mengelola PLTP dengan kapasitas mencapai 575 Mw di Tanah Air. Dari jumlah 575 MW tersebut, PLN Indonesia Power berkontribusi sebesar 24% dari total energi Panas Bumi dalam sistem kelistrikan Indonesia.


Melalui Managing Director - Eng. TANESCO Boniface Gissima Nyamohanga Yang, kagum dengan sistem pengoperasian yang dilakukan oleh PLN Indonesia Power. Terlebih dengan adanya Virtual Power Plant (VIRPOP) dapat digunakan sebagai media pembelajaran PLTP secara digital.


"Saya sangat senang dan puas sudah berkunjung ke sini. Ke depannya kami juga akan mengembangkan sistem yang serupa di Tanzania serta kami juga ingin bertukar expertise dalam pengembangan sistem ini. Selain itu kami mengucapkan terima kasih karena sudah diajak untuk berkeliling di pembangkit yang hijau dan bersih ini," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.