Saatnya G20 Bahu-Membahu Demi Membendung Middle-Income Trap

Masyarakat kelas ekonomi menengah dapat didefinisikan sebagai masyarakat yang menghasilkan pendapatan rumah tangga antara 75% sampai 200% dari median pendapatan nasional pada suatu negara

Priscilla Nethania

1 Apr 2022 - 08.51
A-
A+
Saatnya G20 Bahu-Membahu Demi Membendung Middle-Income Trap

Kelas ekonomi menengah jangan sampai lengah. Demikian sebuah pernyataan yang paling menggambarkanpentingnya peran masyarakat kelas ekonomi menengah bagi kelangsungan ekonomi negara. Mengapa kelas ekonomi menengah? Segelintir orang mungkin bertanya-tanya. Terkadang, pemerintah cenderung fokus menyelesaikan masalahdan menyediakan berbagai fasilitas bagi masyarakat dengan golongan ekonomi terbelakang, menyebabkan nasib masyarakat dengan kelas ekonomi menengah kadang terbengkalai. Padahal, kelas ekonomi menengah memberikan dampak yang besar bagi kelangsungan dan kestabilan ekonomi global. 

Masyarakat kelas ekonomi menengah dapat didefinisikan sebagai masyarakat yang menghasilkan pendapatan rumah tangga antara 75% sampai 200% dari median pendapatan nasional pada suatu negara. Jika diteliti lebih lanjut, kelas ekonomi menengah umumnya diidentifikasimelalui dua pendekatan yakni pendekatan relatif dan absolut. Kelas ekonomi menengah menurut pendekatan relatif berkaitan dengan jumlah pendapatan dan konsumsi yang dilakukan, sedangkan pendekatan absolut mengukur pada jumlah pendapatan dan pengeluaran masyarakat. Keduanya memberikan definisi yang berbeda mengenai kelas ekonomi menengah, namun tak signifikan.

Apa saja peran kelas ekonomi menengah bagi ekonomi suatu negara?

Peran kelas ekonomi menengah sangat penting dan bukan merupakan sesuatu yang bisa dianggap remeh ataudipandang sebelah mata. Hal ini pernah disampaikan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani padaacara The World’s Bank Report yang bertemakan Building Middle Class: Inclusive Growth in East Asia and Indonesia. Dalam pidato tersebut, beliau menyampaikan bahwa kelas ekonomi menengah mempunyai peran yang sangatfundamental dalam upaya pertumbuhan ekonomi yang menyeluruh.

Kelas ekonomi menengah merupakan sumber dari inovasi-inovasi baru, kewirausahaan, bisnis usaha menengah,kecil dan mikro (UMKM) yang dapat membantu perkembangan ekonomi negara dengan menciptakan lapanganpekerjaan baru bagi masyarakat dan meningkatkan daya beli masyarakat. Selain itu, kelas ekonomi menengah jugafokus pada akumulasi modal manusia dan tabungan, serta bersedia membayar lebih untuk mendapatkan

kualitas produk yang lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan kualitas produksi dan pendapatan setiap masyarakat. Dengan demikian, kelas ekonomi menengah menjadi sumber dari keseluruhan solusi yang diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan sumber daya manusia bagi suatu negara.

Tantangan yang dihadapi masyarakat kelas ekonomi menengah

Di tengah ketidakpastian global yang sedang mengguncang dunia, masyarakat ekonomi kelas menengah jugaturut mengalami tantangan. Masyarakat kelas ekonomi menengah menganggap bahwa keadaan sosio-ekonomi duniamemiliki sistem yang tidak adil. Ketidakadilan ini terlihat menonjol pada ketidakpuasan masyarakat terhadap manfaat dari pajak yang dibayarkan. Masyarakat merasa pajak yang mereka berikan kepada pemerintah tidak sebanding dengan manfaat yang mereka terima dari fasilitas maupun pelayanan yang disediakan oleh pemerintah. Kemudian, aruspeningkatan biaya hidup masyarakat tidak selaras dengan peningkatan pendapatan, terutama di masa pandemi ini. Inimembuat masyarakat ekonomi menengah semakin merasa tercekik dan lagi-lagi harus menekan biaya kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Tantangan ini dapat ditandai dengan meningkatnya jumlah pinjaman di masyarakat.

Selain itu, nasib masyarakat kelas ekonomi menengah seakan terombang-ambing. Tidak ada prospek yang pastimengenai kestabilan pendapatan mereka di masa depan. Di era globalisasi, perkembangan teknologi terus berkembangdengan pesat dan kerap mematikan banyak jenis pekerjaan yang dimiliki oleh masyarakat ekonomi menengah. Saat ini,proses perubahan pekerjaan yang serba otomatis dan digital menyebabkan banyak masyarakat ekonomi menengah terpaksa harus diberhentikan dari pekerjaannya. Ketidakpastian akan masa depan ini merupakan sebuah mimpi buruk bagi setiap masyarakat kelas ekonomi menengah. Jika mereka tidak melengkapi diri dengan skill yang cukup kompeten untuk bersaing di dunia kerja, mereka harus terpaksa berpangku tangan. Ini menjadikan masyarakat kelas menengah lebih rentan untuk menghadapi resiko menjadi masyarakat kelas bawah (lower-economic class) dibanding menjadimasyarakat ekonomi kelas atas (upper-economic class).

Di sisi lain, terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan kelas ekonomi menengah, sebagai salah satu tujuan ekonomi global dalam jangka panjang diantaranya, pendapatan yang merata dan juga pendidikan yang berkualitas.

Pendapatan yang merata memegang peranan penting dalam pertumbuhan kelas ekonomi menengah. Beberapa faktor penyebab ketimpangan pendapatan adalah tingkat kelahiran yang tinggi, inflasi, pembangunan wilayah yang tidak merata, kebijakan impor, ketimpangan kualitas pendidikan dan kualitas pekerja atau tenaga kerja. Hal ini menyebabkan ketimpangan sosial secara ekonomi dan dapat menghambat terciptanya kelas ekonomi menengah yang baru. Di sisi lain, dengan tercapainya pendapatan yang merata, hal ini akan mendorong masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang lebih berkualitas sehingga akan tercipta generasi baru yang lebih bijak dalam mengatur perekonomian baik secara individu maupun berkelompok (dalam hal ini, keluarga).

Pertemuan G20, tempat terbentuknya solusi?

Menyambut misi G20 tahun 2022 yang berfokus pada sinergitas dan kolaborasi antar negara, isu mengenai upaya pemberdayaan masyarakat ekonomi kelas menengah menjadi sebuah kesempatan berharga. Mengingat salah satu penopang kestabilan ekonomi global dipegang oleh masyarakat ekonomi menengah, ini menjadi sebuah hal yang sangat krusial untuk dibenahi. Jika banyak negara terjebak dalam middle-income trap, ekonomi global juga cenderung akanmengalami stagnasi. Hal pertama yang dapat dijadikan agenda dalam pertemuan G20 adalah merombak sistem pajakdan manfaat. Selain daripada manfaat, masyarakat yang paling menerima dampak negatif dari progresivitas pajak adalah kelas menengah sendiri. Negara dapat berkolaborasi untuk menentukan regulasi yang tepat untuk sistem pajak agar dapat berlaku adil bagi masyarakat ekonomi kelas menengah, misalnya membuat prosedur pajak penghasilanprogresif yang lebih ditargetkan kepada masyarakat kelas atas dan membuat sistem pajak yang lebih adil bagi kelasekonomi menengah. Penurunan tarif pajak dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam agenda pertemuan G20 mendatang.

Agenda kedua yang dapat dibahas dalam G20 adalah mengenai biaya hidup masyarakat kelas menengah yang kian meningkat. Beberapa pertimbangan seperti bantuan keuangan dan pinjaman menjadi sebuah pertimbangan dalam penyelesaian masalah yang dihadapi oleh kelas ekonomi menengah. Bentuk bantuan ini juga dapat dipersempit prospeknya menjadi pinjaman pendidikan, subsidi rumah tangga, dan yang lainnya. Untuk mencegah dan mengatasipengangguran, program pemberian sosialisasi terkait dunia kerja juga dibutuhkan agar masyarakat kelas ekonomimenengah mengetahui persiapan apa saja yang diperlukan ketikamemasuki dunia kerja. Program ini juga secara tidak langsung akan meningkatkan pengetahuan agar mereka lebih siap secara matang untuk bekerja di dunia profesional.

Dengan adanya modernisasi dan resiko tergantinya tenaga manusia oleh mesin di tengah kerentanan pasar,negara-negara dalam G20 juga dapat bekerjasama menyusun program pelatihan atau training dengan standar khusus yang dapat dijadikan sebagai sebuah tolak ukur bagi para masyarakat yang sedang mempersiapkan diri atau sudahmemasuki dunia kerja. Program pelatihan ini dapat diklasifikasikan sesuai dengan bidang tertentu dan bersifat wajib.Dalam jangka panjang, program ini akan menciptakan tenaga kerja terampil yang relevan dengan kebutuhan industri, mengurangi pengangguran sehingga dapat menjaga kestabilan ekonomi kelas menengah.

Sebagai prospek masa depan, pertemuan G20 juga dapat melakukan perencanaan pertumbuhan kelas ekonomimenengah dalam jangka panjang, dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang telah dibahas sebelumnya, misalnyaupaya pemerataan upah melalui perbaikan kualitas pendidikan dan pembangunan yang merata bagi masyarakat agardapat tercapainya perkembangan ekonomi yang ekstensif.

Sehabis mengupas lebih dalam mengenai kelas ekonomi menengah, diketahui bahwa peran yang dimiliki masyarakat di golongan ini sangat besar bagi ekonomi global yaitu sebagai sumber aspirasi, inovasi, dan pendapatan terbesar sebuah negara. Pertemuan G20 di tahun 2022 yang mengusung tema Recover Together, Recover Stronger, dapat mempertimbangkan beberapa agenda pembahasan solusi terkait nasib masyarakat ekonomi kelas menengah sebagai salah satu upaya untuk bersinergi dalam proses pemulihan ekonomi global imbas dari pandemi dan bangkit darimasalah yang sudah dihadapi akhir-akhir ini serta melakukan perencanaan yang komprehensif untuk masa yang akan datang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Tim Redaksi

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.