Free

Saham Capitalinc Investment (MTFN) Terancam ‘Delisting’ usai Setahun Disuspensi

Penghapusan saham MTFN juga dapat dilakukan akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, serta hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir.

Ibad Durrohman

19 Feb 2024 - 17.40
A-
A+
Saham Capitalinc Investment (MTFN) Terancam ‘Delisting’ usai Setahun Disuspensi

Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta. Bisnis/Himawan L Nugraha.

Bisnis, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan potensi delisting atau penghapusan perusahaan tercatat PT Capitalinc Investment Tbk. (MTFN) setelah sahamnya disuspensi selama 12 bulan per tanggal 16 Februari 2024.

Mengutip keterbukaan informasi pada Senin (19/2/2024), otoritas bursa menyebutkan penghapusan emiten berkode MTFN tersebut dapat dilakukan dengan mempertimbangkan Pengumuman Bursa No. Peng-SPT-00001/BEI.PP1/02-2023 tanggal 16 Februari 2023 perihal Pengumuman Penghentian Sementara Perdagangan Efek dan Peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa.

Sebagaimana tertuang dalam Ketentuan III.3.1.1, BEI dapat menghapus saham perusahaan tercatat apabila mengalami kondisi, atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha, baik secara finansial atau secara hukum.

“Penghapusan juga mempertimbangkan dampak terhadap kelangsungan status sebagai perusahaan terbuka dan perusahaan tersebut tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai,” tulis BEI, dikutip Senin (19/2/2024).

Baca juga: Produksi Sawit Astra Agro Lestari (AALI) Tumbuh 4,8% pada 2023

Penghapusan saham MTFN juga dapat dilakukan akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, serta hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir.

“Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka masa suspensi saham MTFN telah mencapai 12 bulan per tanggal 16 Februari 2024,” lanjut BEI dalam keterangannya.

Bursa lantas menyampaikan kepada pihak yang berkepentingan terhadap MTFN untuk menghubungi Gideon Tampubolon selaku sekretaris perusahaan di nomor telepon 021-29660976.

“Bursa meminta kepada publik untuk memperhatikan dan mencermati segala bentuk informasi yang disampaikan oleh Perseroan,” terang Bursa.

 Bursa mengumumkan potensi delisting PT Capitalinc Investment Tbk. (MTFN) setelah sahamnya disuspensi selama 12 bulan. 

Berdasarkan laporan aktivitas eksplorasi per 31 Desember 2023, Perseroan melaporkan laporan aktivitas eksplorasi perseroan dengan rincian anak perusahaan yang melakukan aktivitas eksplorasi yaitu PT Cahaya Batu Raja Blok dengan total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp45,7 miliar.

Lalu, PT Kutai Etam Petroleum dengan total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp410 juta. Masing masing laporan tersebut untuk periode eksplorasi selama 1 tahun, yaitu tahun 2023.

Adapun, susunan Dewan Komisaris dan Direksi MTFN Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) per 12 Agustus 2022 adalah:

Baca juga: Disuspensi Bursa 12 Bulan, Saham Capitalinc Investment (MTFN) Terancam Delisting

Dewan Komisaris

Komisaris Utama: Bambang Seto

Komisaris Independen: Ahmad Sultoni Soedradjat


Dewan Direksi

Direktur Utama: Rizal Fadjar Bamahry

Direktur: Khaerudin*

*) Mengundurkan diri pada 29 November 2023

 

Susunan Pemegang Saham MTFN Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Januari 2024, adalah:

Express Profitable sebanyak 6.720.000.000 saham atau setara 21,104%

Roulette Capital sebanyak 2.967.658.727 saham atau setara 9,32%.

PT Dwina Natura sebanyak 2.936.841.273 saham atau setara 9,223%.

PT Dwi Daya Capital sebanyak 1.641.109.500 saham atau setara 5,154%.

Vintage Rarity PTE LTD sebanyak 239.073.350 saham atau setara 0,75%.

Masyarakat sebanyak 17.337.400.002 saham atau setara 54,449%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.