Saham TLKM Jadi Buruan Berkah Kinerja Apik dan Aksi Anak usaha

TLKM mencatat pendapatan sebesar Rp106 triliun, naik 6,1 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut diikuti laba bersih sebesar Rp18,87 triliun pada kuartal III/2021 atau tumbuh 13,14 persen dari September 2020.

Aprianto Cahyo & Leo Dwi Jatmiko

29 Nov 2021 - 07.07
A-
A+
Saham TLKM Jadi Buruan Berkah Kinerja Apik dan Aksi Anak usaha

Pendar cahaya dari lampu gedung Telkom Landmark Tower, kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. - tlt.co.id

Bisnis, JAKARTA - Kinerja apik PT Telkom Indonesiat (Persero) Tbk. dalam 9 bulan pertama tahun ini berbuah manis. Tiak hanya rapor keuangan yang positif, kinerja saham emiten telekomunikasi itu pun menghijau. 

Maklum saja, investor asing terus memburu saham emiten berkode TLKM itu dalam sepekan terakhir. Aksi tersebut terus berlanjut pada awal pekan ini. Pada pedagangan Senin (29/11/2021) hingga pukul 10.28 WIB, investor asing mencatat aksi beli bersih atau net buy saham TLKM senilai Rp88,89 miliar dengan volume perdagangan mencapai 59,36 juta senilai Rp237,85 miliar.

Sementara itu, laju sahamnya terus naik sejak akhir pekan lalu. Pada Jumat (26/11), saham TLKM ditutup menguat 0,3 persen ke posisi Rp4.010 pada Jumat (26/11) dan melewati batas psikologi pasar. 

Kemudian pada pagi hari ini, saham TLKM bergerak dalam kisaran Rp3.980-4.030 per saham. Sahamnya pun terpantau menguat 10 poin atau 0,25 persen ke level Rp4.020 per saham pada pukul 10.26 WIB. Hingga akhir sesi I peragangan, sahamnya masih betah di zona hijau dan parkir di posisi RP 4.060 per saham. 

Menanggapi laju saham TLKM yang terus menguat, Senior Vice President Corporate Communication & Investor Relations Telkom Indonesia, Ahmad Reza, mengatakan salah satu faktor pendorongnya yaitu pertumbuhan solid yang merata di seluruh lini bisnis perseroan.

“Laporan kuartal III/2021 memperlihatkan bahwa kami tumbuh positif merata di semua lini bisnis,” kata Reza kepada Bisnis, dikutip Senin (29/11/2021).

 

 

Pada kuartal III/2021, emiten BUMN itu mencatat pendapatan Rp106 triliun, naik 6,1 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Kinerja tersebut  diikuti dengan pertumbuhan EBITDA dan pendapatan bersih yang masing-masing naik 8,1 persen dan 13,1 persen yoy.

Alhasil, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp18,87 triliun per 9 bulan 2021, tumbuh 13,14 persen dibandingkan dengan Rp16,67 triliun pada 9 bulan tahun lalu.

Jika ditelisik secara rinci, bisnis Indihome menjadi kontributor terbesar pendapatan TLKM. Pada kuartal III/2021, pendapatan dari layanan internet tetap Indihome mencapai Rp19,6 triliun, naik 21,9 persen yoy. Kontribusi IndiHome terhadap pendapatan Telkom yang juga naik menjadi 18,5 persen dari 16,1 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Telkom juga meraup capital gain Rp350 miliar kurang dar 1 tahun berinvestasi ke Gojek. Analisi menilai capital gain tersebut bakal terus meningkat ke depan, seiring dengan pertumbuhan GoTo dan rencana mereka untuk melantai di bursa.

Lebih lanjut, Reza optimistis dengan valuasi Telkom yang aktraktif, saham TLKM ke depan akan terus naik. “Apalagi melihat potensi pertumbuhan ekonomi post-Covid,” pungkasnya.

 

 

Sebelumnya, Senior Technical Analyst Henan Putihrai Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, memproyeksi saham TLKM bisa menyentuh level Rp 4.300 setelah aksi anak usahanya, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. atau Mitratel, melantai di bursa saham. 

Menurut dia, pencatatan saham Mitratel akan menjadi katalis positif bagi pergerakan saham induknya. "Jangan lupa ada listing Mitratel pada Senin (22/11) yang mulai melantai serta merupakan IPO yang tergolong jumbo dan sangat dinantikan. Saya percaya tenaga bullish semakin ramai," katanya, dikutip Sabtu (20/11/2021).

Proyeksi tersebut bukan tanpa sebab, menurut Liza, saham TLKM telah menembus level breakout tertinggi Rp3.880. Liza optimistis gerak saham Telkom akan semakin solid sehingga berpotensi menembus level Rp4.050.

"Untuk jangka sedikit lebih panjang atau mid term target ke Rp4.300 itu masih feasible," katanya.

Liza menambahkan Mitratel merupakan pemilik menara terbesar di seluruh indonesia. Dengan dana segar yang berencana dipakai untuk belanja modal akan memperkuat posisi emiten berkode MTEL itu, dan Telkom, sebagai raja telekomunikasi di Indonesia.

 

 

Arah Bisnis TLKM

Di sisi lain, pemerintah ingin mengubah model bisnis TLKM. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan TLKM dan PT. Telekomunikasi Selular akan bermain di segmen yang berbeda.

Menurut dia, Telkom bakal diarahkan untuk fokus pada pasar business to business (B2B) atau segmen korporasi. Sementara itu, Telkomsel fokus pada business to consumer atau pasar konsumen.

“Telkom fokus ke tower, infrastruktur serat optik, data center, cloud, dan 5G. Lalu Telkomsel fokus ke B2C,” kata Erick dalam acara Orasi Ilmiah Strategi BUMN Pascapandemi, Sabtu (29/11).

Erick menambahkan perubahan model bisnis di telekomunikasi BUMN itu akan seperti di perbankan. Bank BRI fokus pada UMKM, sedangkan Bank Mandiri fokus pada korporasi besar. Perubahan model bisnis juga dilakukan untuk membawa Telkom keluar dari sunset industri telekomunikasi yaitu layanan SMS dan panggilan suara, yang terdisrupsi oleh digital.  

Erick mengatakan Telkomsel akan menjadi enabler dan agregator untuk konten lokal, gim lokal, dan kreator lokal yang bergerak di berbagai bidang seperti edutech, healthtech dan lain sebagainya.  

Insyaallah pertengahan Desember 2021, akan diluncurkan Merah Putih Fund yang didukung oleh Telkom dan Telkomsel, untuk mendanai startup Indonesia,” kata Erick.

Editor: Febrina Ratna Iskana

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.