Sanksi jika Nekat Ibadah Haji Pakai Visa Ilegal

Setidaknya ada tiga landasan ketentuan yang menegaskan bahwa berhaji harus menggunakan visa haji, bukan visa ziarah ataupun umrah.

Jaffry Prabu Prakoso

4 Jun 2024 - 19.56
A-
A+
Sanksi jika Nekat Ibadah Haji Pakai Visa Ilegal

Masjid Nabawi di Madinah. /Dok. MCH2024

Bisnis, JAKARTA – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kembali mengingatkan masyarakat bagi yang akan berhaji untuk memastikan visa yang dimiliki adalah visa haji. Pekan lalu, aparat keamanan Arab Saudi di Miqat Masjid Bir Ali Madinah mengamankan 24 warga negara Indonesia karena menggunakan visa ziarah untuk berhaji.

Anggota Media Center Haji Kementerian Agama Widi Dwinanda mengatakan bahwa setidaknya ada tiga landasan ketentuan yang menegaskan bahwa berhaji harus menggunakan visa haji bukan visa ziarah.

“Pertama, di Indonesia, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, terdapat dua jenis visa haji yang legal, yaitu visa haji kuota Indonesia [kuota haji reguler dan haji khusus] dan visa haji Mujamalah [undangan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi],” katanya dalam keterangan pers, Jumat (31/05/2024).

Baca juga: Jenis Visa Haji dan Persyaratannya, Kemenag: Jangan Tertipu Visa Non Haji

Widi menjelaskan bahwa alasan kedua adalah fatwa Haiah Kibaril Ulama Saudi yang mewajibkan adanya izin haji bagi siapa pun yang ingin menunaikan haji.

“Ketiga, kewajiban memperoleh izin haji merupakan bagian dari ketaatan kepada pemerintah,” ucapnya.

 

 

Sementara itu, Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah Ali Machzumi mengatakan bahwa Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menjelaskan bahwa Pemerintah Arab Saudi memastikan bahwa visa yang bisa masuk ke Makkah dan Masyair atau Rafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) adalah visa haji.

Oleh karena itu, PPIH mengimbau jemaah haji untuk menggunakan visa resmi haji. Itu karena risiko yang akan diterima akan sangat banyak.

Baca juga: Asuransi Haji Plus Kolaborasi Sun Life Indonesia & Bank Muamalat Diliris

Salah satunya adalah potensi terkena denda hingga 10 ribu riyal atau setara Rp42 juta. Lalu, jemaah tanpa visa haji juga berpotensi ditahan sementara oleh polisi Arab Saudi selama musim haji berlangsung.

"Sanksi lainnya mereka juga akan dideportasi dan masuk daftar cekal. Jika terkena cekal, mereka tidak boleh masuk ke Arab Saudi minimal 10 tahun,” pungkas Ali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.