Sasaran Minyak Goreng, Menebar Curah Menuai Murah

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pekan ini akan memulai penyaluran minyak goreng curah seharga Rp14.000 per liter dengan sasaran menjangkau 5.000 titik lokasi di berbagai daerah.

Rustam Agus
May 17, 2022 - 8:30 AM
A-
A+
Sasaran Minyak Goreng, Menebar Curah Menuai Murah

Minyak goreng curah / Antara

Bisnis, JAKARTA – Upaya mengatasi gejolak pasokan dan harga minyak goreng sejak beberapa bulan terakhir tak kunjung tuntas hingga kini, meskipun serangkaian langkah sudah ditempuh pemerintah.

Sejak pemerintah melarang ekspor bahan bakunya lebih dari dua pekan lalu, harga minyak goreng di dalam negeri sampai pertengahan Mei 2022 belum juga turun, terutama kemasan curah yang ditetapkan Rp14 ribu per liter. 

Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat hingga 15 Mei, harga minyak goreng curah di seputar DKI Jakarta masih berkisar Rp17.400 atau turun dari Rp20 ribu sebelum Lebaran, kemasan sederhana sekitar Rp23.900, dan kemasan premium sekitar Rp26.300 per liter. 

Tingginya harga juga masih dirasakan hampir di seluruh daerah. Bahkan di Sumatra Utara yang notebene penghasil minyak sawit mentah (CPO) misalnya, minyak goreng curah masih sekitar Rp17.000 sementara jenis kemasan sekitar Rp23.850 per kg.

Tampaknya kalangan pelaku bisnis mulai dari produsen, distributor, hingga pedagang eceran benar-benar mampu mengontrol minyak goreng, jika tak ingin disebut mempermainkan kebijakan pemerintah.

Semua heran, beragam langkah sudah ditempuh pemerintah tetapi minyak goreng masih ‘terasa’ langka dan mahal. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pun mencurigai dugaan kartel meski tak pernah mampu membuktikan secara terang benderang.

Menurut Ketua KPPU Ukay Karyadi larangan ekspor dimaksudkan untuk mengatasi keluhan produsen soal  pasok dan harga bahan baku sehingga harga minyak goreng ‘terpaksa’ dijual mahal. 

Kini meskipun ekspor sudah dilarang, harga minyak goreng tetap saja tinggi. “Jadi masih tanda tanya, karena perilaku produsen tidak berubah," ujarnya.

KPPU juga sempat menyoroti penyelundupan bahan baku minyak goreng 34 kontainer melalui kapal laut dari Pelabuhan Belawan, Medan ke Malaysia beberapa waktu lalu. “KPPU sekarang fokus ke perilaku produsen minyak goreng," ujar Ukay.

Berdasarkan catatan KPPU, terdapat delapan kelompok usaha yang menguasai 70 persen pasar minyak goreng dalam negeri. "Kami telah mendapatkan alat bukti dan sedang mencari cari satu lagi agar kasus ini bisa naik ke persidangan," kata Ukay.

Kepala Kanwil I KPPU Ridho Pamungkas menambahkan larangan ekspor menyebabkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit anjlok. Kondisi ini seharusnya bisa dimanfaatkan oleh produsen minyak goreng untuk menurunkan harga dan mengambil alih pasar. 

"Namun hal ini tidak terjadi. Atas dasar itu, kami semakin menduga ada permainan kartel di antara kelompok usaha perusahaan minyak goreng tersebut," katanya.

Minyak goreng curah di pasar tradisional / Antara

Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (Gimni) mengaku konsep penjualan minyak goreng curah dengan pola harga eceran tertinggi (HET) tidak efektif dan sulit direalisasikan. Kecuali, jika alur produk dari hulu sampai pengecer ditangani oleh pemerintah. 

Direktur Eksekutif Gimni Sahat Sinaga mengatakan berdasarkan pantauan timnya, harga minyak goreng kemasan di banyak tempat turun lantaran masyarakat menengah atas pun turut membeli jenis curah. 

“Baiknya kebijakan harga ini dilepas saja ke mekanisme pasar. Artinya ada peminat minyak goreng curah yang tidak seharusnya membeli yang bersubsidi ini.” 

Minyak goreng curah bersubsidi, lanjut Sahat, nyelonong ke re-packer dan bisa menjual kembali Rp21.000 per liter, banyak beralih ke industri mamin [makanan dan minuman, perhotelan, fast food],” ujarnya kepada Bisnis

Pihaknya mengusulkan agar BUMN seperti Bulog dan RNI/ID Food segera diberi penugasan untuk menyalurkan minyak goreng curah ke masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp32.000 per KK/bulan. 

Pantauan Gimni juga menunjukkan distribusi minyak goreng curah ke berbagai pelosok daerah banyak hilang di perjalanan sehingga lebih baik dalam kemasan.

“Sebagai negara G20, sudah waktunya semua minyak goreng itu berada dalam kemasan, tidak curah lagi,” demikian Sahat.

Jika disimak, selama pasokan minyak goreng curah masih minim maka harganya akan tetap tinggi. Itu sebabnya langkah Satgas Pangan harus dipacu agar harganya di berbagai daerah bisa sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kabar terbaru menunjukkan Kementerian BUMN akan segera memulai distribusi minyak goreng curah seharga Rp14 ribu per liter ke berbagai daerah .    

"Pilot project distribusi minyak goreng curah ke 5.000 titik ini akan dilaksanakan oleh BUMN Pangan ID FOOD," kata Wakil Menteri BUMN Pahala Mansyuri, Ahad (15/5).

Proyek percontohan distribusi minyak goreng curah tersebut dilakukan mulai akhir pekan ini dan hanya akan berlangsung sampai akhir Mei 2022.

Sebanyak 5.000 titik lokasi yang jadi sasaran adalah pasar-pasar tradisional di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, dan Sulawesi.

Pemerintah menempatkan peran pengecer minyak goreng sebagai kepanjangan tangan BUMN pangan dalam menyalurkan minyak goreng tersebut kepada masyarakat.

"Tidak hanya pedagang ataupun pengusaha skala besar, para pengecer atau warung-warung, bahkan UMKM bisa menjadi mitra BUMN dalam pendistribusian minyak goreng," jelas Pahala.


Distribusi minyak goreng curah / Istimewa

Isu minyak goreng saat ini, menurut dia, tidak hanya soal kelangkaan pasokan melainkan upaya stabilisasi harga sesuai ketetapan pemerintah mengingat masih banyak pengecer maupun warung kecil yang menjual di atas HET.

Pemerintah pun mendorong BUMN Pangan untuk memperluas pasar hingga ke tingkat kecamatan, RT dan RW untuk mendata rumah tangga yang membutuhkan minyak goreng.

Selain itu BUMN Pangan juga diharapkan dapat menyiapkan platform khusus pengembangan dari aplikasi Warung Pangan yang dikelola perseroan untuk memastikan pendistribusian minyak goreng secara daring.

Platform ini sekaligus untuk memantau keterjangkauan harga minyak goreng Rp14.000 per liter sampai ke tingkat konsumen ataupun masyarakat.

Editor: Rustam Agus
company-logo

Lanjutkan Membaca

Sasaran Minyak Goreng, Menebar Curah Menuai Murah

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ