Segmen Pasar Perumahan Bergeser ke Menengah Atas

Bisnis properti terus bergerak ke arah positif dengan segmen pasar bergerak ke menengah atas. Peningkatan juga terjadi di segmen harga dengan kisaran Rp300 juta hingga Rp500 juta. Namun, tren penurunan di segmen harga di bawah Rp300 juta secara umum berlanjut.

M. Syahran W. Lubis

19 Nov 2021 - 21.25
A-
A+
Segmen Pasar Perumahan Bergeser ke Menengah Atas

Ilustrasi proyek pembangunan perumahan di Tangerang, Banten./Istimewa

Bisnis, JAKARTA – Segmen pasar perumahan di Jabodebek-Banten terus bergeser ke segmen menengah sampai atas. Peningkatan cukup tinggi terjadi di segmen lebih dari Rp1 miliar, ungkap CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda.

Menurut dia, peningkatan juga terjadi di segmen harga dengan kisaran Rp300 juta hingga Rp500 juta. Namun, tren penurunan di segmen harga di bawah Rp300 juta secara umum berlanjut.

Dia mengutarakan pula bahwa sampai dengan kuartal III 2021, pasar perumahan terus terkonsentrasi di segmen menengah atas.

Pengamat bisnis properti itu juga menyebutkan bahwa tingkat penjualan rumah di Jabodebek-Banten pada 2020 lebih rendah apabila dibandingkan dengan 2017 ketika siklus pasar properti ada di bawah.

Sebaliknya, kata Ali, nilai penjualan sepanjang tahun lalu lebih tinggi apabila dibandingkan dengan 2017, bahkan terus meningkat sepanjang tahun ini.

Menurut dia dalam keterangan tertulis pada Jumat (19/11/2021), meski belum memperlihatkan kejenuhan, para pelaku pasar jangan lengah.

“Semakin cepat peningkatan yang terjadi, puncak siklus akan makin cepat dan kemungkinan pasar kembali ke pasar yang lebih membumi,” ungkapnya.

Ali menjelaskan pula bahwa pada kuartal III tahun ini, pasar perumahan Jabodebek-Banten mengalami pertumbuhan nilai penjualan cukup tinggi yaitu 53,5% quarter-to-quarter (qtq) dan ini melanjutkan tren tren kenaikan sejak akhir tahun lalu.

Dari sisi unit terjual, lanjutnya, pada kuartal III/2021 tumbuh 12,4% qtq. Pertumbuhan itu rendah dari peningkatan nilai penjualan yang mengindikasikan bahwa harga rata-rata unit terjual lebih tinggi secara qtq.

Harga rata-rata unit terjual tumbuh 36,6% menjadi Rp1.044.343.878. Harga rumah terjual rata-rata tertinggi terjadi di Tangerang dan sekitarnya sebesar 66,9% sebagai indikasi banyak rumah terjual di segmen menengah atas.

Sementara itu, penurunan rumah tertinggi harga rumah terjual rata-rata 19,8% terjadi di Cilegon sebagai indikasi minat pasar bergeser ke segmen menengah.

Penjualan rumah siap huni pada kuartal III/2021 tumbuh 14,0% qtq, meneruskan tren pertumbuhan yang terjadi sejak insentif diberlakukan 1 Maret 2021. Komposisi penjualan rumah inden sebesar 75,78% dibandingkan dengan siap huni 24,22%.

Berdasarkan unit terjual, Cilegon mengalami pertumbuhan unit tertinggi dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, sedangkan yang terendah terjadi di Serang yakni turun 3,6%. Kenaikan unit penjualan rumah di Cilegon didominasi segmen menengah bawah.

Berdasarkan nilai penjualan, Cilegon membukukan nilai pertumbuhan tertinggi qtq, diikuti Tangerang dan sekitarnya, sedangkan Bekasi terendah. (Infografis: IPW)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Syahran Lubis

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.