Sejarah Jalan Tol Cipali yang Paling Berbahaya di Dunia

Jalan Tol Cikampek – Palimanan (Cipali) disebut sebagai jalan tol yang paling berbahaya di dunia karena memiliki tingkat fatalitas (kematian) kecelakaan yang paling tinggi.

Yanita Petriella

7 Des 2022 - 09.06
A-
A+
Sejarah Jalan Tol Cipali yang Paling Berbahaya di Dunia

jalan tol Cipali. /isitimewa

Bisnis, JAKARTA – Jalan Tol Cikampek – Palimanan (Cipali) disebut sebagai jalan tol yang paling berbahaya di dunia karena memiliki tingkat fatalitas (kematian) kecelakaan yang paling tinggi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Hendro Sugiatno, menjelaskan perkembangan jalan tol di Tanah Air yang begitu pesat perlu disikapi dengan baik. Hal tersebut perlu dilakukan agar jalan tol tidak menjadi tempat yang berbahaya untuk merenggut nyawa penggunanya.

Dia menyoroti kasus-kasus kecelakaan yang kerap terjadi di jalan tol Cipali dengan adanya satu kasus kecelakaan fatal yang telah menyebabkan korban meninggal dunia beberapa waktu lalu.

“Jalan Tol Cipali adalah jalan tol yang nomor satu di dunia yang menjadi jalan tol fatalitas kecelakaannya paling tinggi. Itu perhitungannya satu kilometer berapa korban, itu ada hitung-hitungannya, itu menjadi jalan tol nomor satu,” ujarnya dikutip dari Youtube Ditjen Perhubungan Darat, Rabu (7/12/2022). 

Menurutnya, korelasi pertumbuhan kendaraan menjadi salah satu penyebab tingginya tingkat kecelakaan. Terlebih, seiring dengan pertumbuhan jumlah kendaraan maka pasti akan diikuti dengan meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas.

Hingga 2022 setidaknya jumlah kendaraan yang ada di Indonesia telah mencapai 150,81 juta. Jumlah itu telah meningkat jika dibandingkan dengan total kendaraan pada 2021 sebesar 147,11 juta kendaraan.

“Kalau kita lihat rata-rata memang ada penurunan, tapi masih tinggi, rata-rata 27.000 korban meninggal dalam satu tahun saya kira lebih tinggi daripada Covid-19 per tahun,” tuturnya. 

Dilansir dari laman resmi lintasmarga.com, Rabu (7/12/2022) Jalan Tol Cipali merupakan bagian dari sistem Jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan mulai dari Jalan Tol Merak hingga ke Surabaya.

Dengan keberadaan Tol Cipali di antara Jakarta – Cikampek dan jalan tol Palimanan – Kanci, Tol Cipali merupakan saluran distribusi utama barang dan transportasi umum di Jawa dan diharapkan keberadaan Tol Cipali akan berdampak positif pada pertumbuhan kawasan industri, perumahan, perkantoran, pariwisata dan agrobisnis.

Untuk diketahui, konstruksi jalan tol Cipali dimulai sejak 28 November 2011 hingga 12 Juni 2015, konstruksi Jalan Tol Cipali dikerjakan oleh PT Lintas Marga Sedaya yang juga sebagai pemenang saham di jalan tol tersebut.

Baca Juga: Tancap Gas Kejar Penyelesaian Proyek Infrastruktur IKN di 2024


Proyek Jalan Tol Cipali sebenarnya telah dimulai sejak akhir 1996, yakni pada masa akhir kepemimpinan Presiden Soeharto. Namun, proyek ini dihentikan atas permintaan IMF kala terjadi Krisis Ekonomi 1997-1998 di Indonesia, saat penghentian proyek tersebut progresnya baru sampai tahap pembebasan lahan, yaitu sekitar 20 persen dari total lahan yang dibutuhkan.

Pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), proyek ini diteruskan dan rampung pada masa Presiden Joko Widodo (Jokowi). Adapun, proyek jalan tol terpanjang di Pulau Jawa itu menelan investasi sebesar Rp13,77 triliun melalui ekuitas dari badan usaha jalan tol dan pinjaman dari pihak perbankan.

Masa konsesi pengusahaan Jalan Tol Cikopo – Palimanan yaitu 40 tahun terhitung sejak Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) 21 Juli 2006. Selama masa konsesi, PT Lintas Marga Sedaya wajib melakukan pengoperasian dan pemeliharaan sesuai dengan standar pelayanan minimal jalan tol.

Jalan tol Cipali menjadi jalan tol terpanjang di Pulau Jawa dengan total jalan yang membentang 116,75 kilometer. Tol tersebut terbentang dari Cikopo KM 72 sampai dengan Palimanan KM 188 dengan melewati 5 Kabupaten, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka dan berakhir di Kabupaten Cirebon.

Jalan Tol Cipali memiliki 6 Gerbang Tol, yaitu Gerbang Tol Kalijati, Subang, Cikedung, Kertajati, Sumberjaya dan Palimanan dengan total jumlah gardu 44 unit. Jalan Tol Cipali memiliki 6 Interchange dan 99 unit jembatan.

Pada layanan lalu lintas, Astra Tol Cipali memiliki 12 unit Patroli, 12 unit Derek, dan 12 unit kendaraan rescue. Pada layanan informasi ASTRA Tol Cipali memiliki 9 unit Variable Message Sign (VMS), 47 kamera pantau CCTV.

Jalan tol tersebut juga dilengkapi tempat istirahat dan pelayanan (TIP/ Rest Area) berjumlah 8 rest area yang tersebar 4 berada di arah Jakarta dan 4 di arah Palimanan dengan jenis rest area terdiri dari Tipe A dan Tipe B. Tipe A berada di KM 102 A, KM 101 B, KM 166 A dan KM 164 B, Tipe B berada di di KM 86 A, KM 86 B, KM 130A dan KM 130 B. (Muhammad Ridwan).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.