Sejumlah Emiten Akhirnya Bangkit dan Kantongi Laba

Mayoritas emiten yang mampu membalikan kondisi rugi menjadi laba ditopang oleh penjualan yang meningkat sepanjang kuartal III/2021.

Pandu Gumilar, Annisa Kurniasari Saumi & Dwi Nicken Tari
Oct 31, 2021 - 4:18 PM
A-
A+
Sejumlah Emiten Akhirnya Bangkit dan Kantongi Laba

Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (14/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis, JAKARTA - Roda ekonomi yang agak mulai kencang turut mendorong kinerja sejumlah perusahaan terbuka. Mereka yang terpuruk selama pandemi akhirnya bangkit dan mengantongi laba. 

Salah satunya yaitu PT Trimegah Karya Pratama Tbk. (UVCR) atau Ultra Voucher yang mampu mencetak pendapatan sebesar Rp592,84 miliar pada kuartal III/2021. Dengan begitu, emiten aggregator voucher diskon digital itu mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 142% secara tahunan (year on year/YoY).

Lonjakan pendapatan itu pun turut melambungkan capaian bottom line perseroan, yang semula merugi Rp3,99 miliar menjadi laba sebesar Rp 4,90 miliar secara yoy. Direktur Utama Ultra Voucher, Hady Kuswanto, menjelaskan kenaikan pendapatan itu ditopang oleh pertumbuhan di empat kanal distribusi perseroan yaitu peningkatkan jumlah pelanggan B2B Korporasi, reseller, pengguna aplikasi, dan pelanggan e-commerce.

Menurutnya segmen e-commerce memberikan kontribusi terbesar yaitu sebesar Rp254 miliar atau 42% dari total pendapatan. Kanal distribusi B2B berkontribusi sekitar 24%, sedangkan kanal reseller 11,5% dan mobile apps 21,4%. “Pencapaian positif ini adalah hasil dari upaya kami yang secara konsisten berusaha meningkatkan jumlah pelanggan. Transformasi kami lakukan lewat berbagai inovasi dan aksi korporasi, termasuk kerja sama strategis sebagai bagian dari pengembangan bisnis,” jelas Hady dalam keterangan resmi, Rabu (27/10/2021).

Sepanjang kuartal III/2021, Ultra Voucher telah bekerjasama dengan BCA dan Bank Sinarmas sebagai bagian dari saluran distribusi Ultra Voucher. Seiring dengan kerjasama tersebut, jumlah merchant yang menjadi mitra perseroan terus meningkat menjadi 400 merchant.

Perseroan juga menjalin kerjasama dengan Garena Indonesia, pengembang game yang merupakan bagian dari Sea Limited. Dalam kerjasama itu, Ultra Voucher akan memasarkan beragam item di beberapa gim Garena di Indonesia, salah satunya adalah ‘Free Fire’.

“Peningkatan jumlah merchant yang telah terhubung dengan Ultra Voucher serta berbagai variasi channel distribusi yang dimiliki, akan semakin memperkuat posisi perseroan sebagai perusahaan aggregator voucher diskon belanja digital pertama dan terbesar di Indonesia.” ujar Riky.

 

 

Di sisi lain, PT Saranacentral Bajatama Tbk. (BAJA) juga membukukan peningkatan kinerja dan menorehkan keuntungan pada kuartal III/2021. Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip Rabu (27/10/2021), emiten berkode saham BAJA itu membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,17 triliun pada akhir September 2021.

Angka tersebut meningkat 28,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp916,14 miliar. Kontributor utama dari pendapatan perseroan yaitu penjualan produk saranalum yang meningkat 48,72% menjadi Rp1,06 triliun pada kuartal III/2021, dari Rp717,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, penjualan produk galvanis perseroan tercatat turun signifikan, yakni 73,8% menjadi Rp49,1 miliar, dari Rp188 miliar secara tahunan. Sebaliknya, penjualan coloring perseroan melesat 194,11% menjadi Rp34,8 miliar, dari Rp11,86 miliar secara tahunan.

Sejalan dengan peningkatan pendapatan usaha tersebut, beban pokok penjualan perseroan ikut meningkat 15,42 persen menjadi Rp993 miliar, dari Rp860,4 miliar secara tahunan. Meski beban meningkat, namun BAJA masih mampu mengantongi laba periode berjalan sebesar Rp 122,1 miliar pada akhir September 2021, dari rugi bersih sebesar Rp738 juta pada kuartal III/2020.

 

 

Adapula emiten energi, PT Medco Energi Internasional Tbk., yang bangkit dari posisi rugi menjadi laba pada semester I/2021. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2021 yang diaudit, emiten dengan kode saham MEDC membukukan pendapatan senilai US$636,29 juta. Realisasi itu naik 11,66% persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai US$569,80 miliar.

Laba bersih MEDC tercatat senilai US$46,5 juta dengan ketiga segmen bisnis membukukan laba. Dari segmen migas tercatat laba US$88 juta, ketenagalistrikan US$22 juta, dan Amman Mineral Nusa Tenggara US$33 juta.

Direktur & CEO Medco, Roberto Lorato, mengatakan peningkatan hasil kinerja semester pertama ditopang kenaikan harga komoditas. Selain itu, terdapat permintaan gas domestik setelah pelonggaran PPKM.

Lebih lanjut, EBITDA yang ditorehkan MEDC pada semester I/2021 senilai US$318 juta meningkat 15% secara tahunan utamanya ditopang oleh kenaikan harga komoditas. Harga minyak mentah tecatat senilai US$62,3 per barel naik 61% secara tahunan dan harga rata-rata gas senilai US$5,9 per mmbtu naik 8% secara tahunan.

Namun, EBITDA perseroan pada kuartal II/2021 senilai US$159 juta berada sedikit di bawah EBITDA pada Januari-Maret 2021 disebabkan oleh penghentian fasilitas yang tidak direncanakan serta terdapat biaya terkait aset internasional dan Aceh.

Medco juga mencatat produksi migas sebesar 94 mboepd, turun 7% secara tahunan karena ada program perawatan rutin dan penghentian fasilitas yang tidak direncanakan. Sedangkan permintaan gas domestik masih rendah kuartal kedua di Indonesia akibat kebijakan PPKM.

Dari lini kelistrikan, Medco Power menghasilkan penjualan sebesar 1.355 GWh pada semester I/2021 yang mana sekitar 33% dari sumber energi terbarukan. Selanjutnya, penjualan listrik naik 19% secara tahunan, terutama karena peningkatan kinerja uap di Sarulla Geothermal diimbangi dengan permintaan listrik yang lebih rendah di Batam selama adanya lockdown lokal.

Terakhir, anak Medco di pertambangan logam, Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) memproduksi 103,1 Mlbs tembaga dan 55 Koz emas pada semester I/2021. Penambangan bijih dari fase 7 dilaporkan terus berlanjut, demikian juga Pengembangan Fase 8.

Editor: Febrina Ratna Iskana

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar