Free

Sejumlah UKM Mulai Isi TKDN Suku Cadang SMGR

Pemenuhan TKDN suku cadang penting demi keberlangsungan industri dalam negeri. Sejumlah UKM pun berhasil menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban tersebut bagi salah satu BUMN, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR).

Redaksi

6 Mei 2024 - 06.54
A-
A+
Sejumlah UKM Mulai Isi TKDN Suku Cadang SMGR

Karyawan CV Kawani Tekno Nusantara melakukan proses milling (penggilingan) wedge cooler (penyangga cross bar pada clinker cooler) di workshop Kawani, Rancasari, Bandung, Jawa Barat./Istimewa

Bisnis, JAKARTA – Setidaknya ada 8 UMKM yang berhasil masuk mengisi kebutuhan suku cadang di salah satu pabrik semen di Indonesia, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SGMR) atau SIG. UMKM tersebut berhasil membantu BUMN ini memenuhi standar minimal Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Penggunaan TKDN suku cadang atau sparepart grup semen BUMN ini selalu melampaui target dan terus menunjukkan peningkatan tiap tahunnya. Pada 2023, realisasi penggunaan TKDN sparepart SIG Group tercatat sebesar Rp652 miliar atau lebih tinggi 9,4% dari target yang ditetapkan sebesar Rp596 miliar. Capaian pada 2023 tersebut bahkan naik 107% dari baseline 2020 sebesar Rp306 miliar.

Peningkatan TKDN ini berbasis UKM binaan membantu SIG mendapatkan produk suku cadang yang andal secara teknis maupun ekonomis sesuai standar quality, cost, delivery dalam rangka mendukung pencapaian target operasional.

Direktur Operasi Semen Indonesia Reni Wulandari menjelaskan jenis suku cadang yang diproduksi adalah yang rutin dilakukan penggantian dan dapat digunakan di seluruh pabrik, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi UKM dan membantu SIG menghemat biaya pengadaan suku cadang.

“UKM di Indonesia memiliki kemampuan dan kualitas yang tidak kalah dari industri luar negeri. Mereka hanya butuh kesempatan, pendampingan dan dukungan pendanaan, untuk bisa mereplikasi produk impor menjadi lokal. Melalui program pembinaan ini, SIG telah membantu UKM untuk naik kelas dan siap bersaing di kancah global,” ujar Reni, dikutip Senin (6/5/2024).

8 UKM

SMGR melakukan pendampingan dan melewati serangkaian uji coba selama 1 tahun, sebanyak 8 UKM binaan berhasil memproduksi 10 jenis suku cadang yang memenuhi standar industri dan siap digunakan di pabrik-pabrik SIG. 

Salah satunya adalah CV Kawani Tekno Nusantara (Kawani). Kawani merupakan UKM yang bergerak di industri manufaktur mekanik, khususnya pada bidang pembuatan komponen permesinan (machinery parts manufacture), fabrikasi, pemeliharaan dan perbaikan, serta rancang bangun mesin (design engineering). 

Badan usaha yang beroperasi di Bandung ini memproduksi 3 jenis suku cadang sesuai standar pabrik SIG, antara lain shaft impeller filling spout (penerus gaya putar impeller pada mesin rotary packer), wedge cooler (elemen penyangga cross bar pada clinker cooler agar tidak bergeser), dan roller pan conveyor (roda baja penumpu pan conveyor).

Baca Juga : 


Direktur Kawani, Yadi Taufik Nugraha merasa bersyukur karena mendapat pendampingan dari SIG, sehingga bisa memproduksi suku cadang pabrik SIG sesuai standar nasional hingga masuk ke marketplace Padi UMKM. Menurutnya, ini merupakan peluang besar untuk meningkatkan penjualan dan mengembangkan bisnis. 

Bergabung sejak 2022, Kawani berhasil menuntaskan semua tahapan dalam produksi sparepart pada akhir 2023. Tahapan tersebut meliputi edukasi spesifikasi produk, pembuatan prototipe, proses uji coba, hingga tes performa di pabrik SIG. Tidak lama berselang, Kawani menerima pesanan produk wedge cooler sebanyak 1.000 pieces untuk pabrik PT Semen Gresik Pabrik Rembang. 

"Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut dan Kawani dapat terus memasok kebutuhan sparepart pabrik SIG. Dalam menjalankan hubungan bisnis, Kawani selalu mengutamakan kualitas produk dan delivery yang tepat. Proses quality control juga dilakukan menggunakan alat-alat ukur yang presisi. Semua kami lakukan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan," kata Yadi.

Baca Juga :

 

Selain Kawani, 7 UKM lainnya yang juga berhasil memproduksi sparepart pabrik SIG, antara lain PT Papaja Maju Mandiri memproduksi liner shell lower reject raw mill (plat pelindung pada vertical roller mill); PT Yotano Teknik Indonesia memproduksi bottom dies mold U (cetakan pembuat interlock brick); PT 3S International memproduksi pressure gauge (alat ukur tekanan) dan thermocouple (alat pengukur suhu).

Selanjutnya PT Bimuda Karya Teknik memproduksi chain drive (rantai mesin truck loader); PT Sari Teknindo Perkasa dan CV Desra Teknik memproduksi carry idler (alat penumpu belt conveyor); serta PT Aneka Mitra Indoguna memproduksi pulley non-drive (pulley pada belt conveyor).

Dengan demikian, kedelapan UKM binaan SIG tersebut telah berhasil memproduksi suku cadang yang siap digunakan di pabrik-pabrik SIG untuk substitusi produk impor. Pola kerja sama ini tidak hanya mendukung kemajuan industri dalam negeri, khususnya UKM dengan menjadi bagian dalam rantai pasok, tetapi juga membantu perusahaan meningkatkan porsi TKDN suku cadang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.