Selangkah Menuju Elon Musk Kucurkan Modal di RI

Luhut menyebutkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan perbincangan terkait kelanjutan investasi Tesla untuk membangun pabrik baterai di Indonesia.

Jaffry Prabu Prakoso

3 Feb 2023 - 13.56
A-
A+
Selangkah Menuju Elon Musk Kucurkan Modal di RI

Presiden RI Jokowi bertemu Elon Musk di pabrik SpaceX di Boca Chica, Amerika Serikat pada Sabtu (14/05/2022). /BPMI Setpres-Laily Rachev

Bisnis, JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya bersama Tesla Inc. milik Elon Musk terus membahas rencana investasinya di Indonesia. Kabar baiknya, komunikasi telah mendekati final. 

Luhut menyebutkan bahwa perbincangan itu terkait kelanjutan investasi Tesla untuk membangun pabrik baterai di Indonesia. 

“Kami tidak boleh buka, tetapi berjalan mungkin minggu ini atau minggu depan kami ada telephone conversation lagi mengenai final. Saya bilang mau dekat final dari perjanjian kami,” ujarnya kepada awak media di Gedung Kemenko Marves, Jakarta, Kamis (2/2/2023). 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah yakin bahwa rencana produsen mobil listrik besutan Elon Musk tersebut akan membangun pabrik baterai dan mobil listrik di Indonesia. 

Indonesia bahkan telah menawarkan berbagai insentif seperti keringanan pajak hingga konsesi penambangan nikel terhadap rencana investasi yang muncul sejak 2020 tersebut. 

Jokowi juga menyampaikan ‘rayuan’ lainnya untuk menarik investasi tersebut, yakni berupa skema subsidi pembelian mobil listrik untuk membangun pasar bagi Tesla di Indonesia. 

Meski demikian, saat ini berbagai negara seperti Korea Selatan, Kanada, dan Meksiko tengah mengajak produsen mobil listrik tersebut untuk berinvestasi di negara mereka. 

Baca juga: Elon Musk Investasi di Indonesia, Konsesi Nikel Menanti Tesla

Jokowi mengatakan bahwa keputusan final investasi dan penambangan nikel ada di tangan Tesla. Indonesia terbuka untuk investasi di bidang baterai mobil listrik dan rantai pasokan mobil listrik. 

Bila Tesla resmi berinvestasi dalam produksi baterai di Indonesia, hal tersebut akan menjadi fasilitas pabrik baterai untuk kendaraan listrik pertama di Asia.

Produsen Asal China jadi Saingan Tesla

Sementara itu, Musk mengakui bahwa saingan terbesar mobil listrik buatannya adalah perusahaan asal China. 

Mengutip bisnis.com yang melansir Bloomberg pada Kamis (26/1/2023), Musk menilai bahwa produsen kendaraan listrik di China bekerja paling keras dan cerdas sehingga mampu bersaing ketat dengan Tesla.

Baca juga: Tesla Masih Berjaya di Pasar Mobil Listrik Dunia

"Jika saya boleh menebak, mungkin beberapa perusahaan [mobil listrik] dari China adalah yang paling mungkin berada di urutan kedua setelah Tesla." jelasnya.

Seperti diketahui, Tesla memangkas harga pada beberapa modelnya di China pada 6 Januari 2023 setelah sebelumnya memangkas harga Model Y dan Model 3 produksi China pada Oktober 2022.

Produsen mobil lain juga telah mengumumkan diskon harga untuk meningkatkan penjualan di pasar mobil listrik terbesar di dunia ini, termasuk produsen lokal seperti Xpeng Inc. dan Aito yang didukung oleh Huawei Technologies Co. 

Produsen mobil listrik terkemuka terbesar China, BYD Co, menjadi satu-satunya yang berhasil mengalahkan Tesla pada tahun 2022 saat memperkenalkan lini mobil plug-in hybrid dan mobil listrik.  

Tesla memproduksi lebih dari 710.000 mobil listrik di China pada 2022. Jumlah tersebut sekitar 52 persen dari produksi globalnya, bahkan ketika produksi terganggu oleh kebijakan Covid Zero yang sekarang ditinggalkan.

Musk mengatakan bahwa 2022 menjadi sulit karena penutupan pabrik Tesla di China, kenaikan suku bunga acuan, serta masalah logistik. (Annasa Rizki Kamalina dan Asahi Asry Larasati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.