Semen Gresik di Rembang Jadi Objek Vital Nasional

Pabrik semen Rembang ditetapkan sebagai Objek Vital Nasional (OVN) bidang Industri oleh Kemenperin.

Restu Wahyuning Asih

30 Jan 2024 - 15.42
A-
A+
Semen Gresik di Rembang Jadi Objek Vital Nasional

Foto areal pabrik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, di Gunem, Rembang, Jawa Tengah./Antara-Yusuf Nugroho

Bisnis, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menetapkan pabrik yang dioperasikan anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR/SIG), yaitu PT Semen Gresik yang berlokasi di Rembang, sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas) Bidang Industri. Ketetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Kemenperin RI Nomor 4783 tahun 2023 pada tanggal 16 November 2023.

Pabrik PT Semen Gresik di Rembang ditetapkan sebagai Obvitnas karena dinilai berkontribusi positif dalam memenuhi kebutuhan penting bagi kesejahteraan rakyat atau menguasai hajat hidup orang banyak, serta berperan dalam meningkatkan atau menghasilkan nilai tambah sumber daya alam strategis.

Corporate Secretary Semen Indonesia Vita Mahreyni mengatakan penetapan pabrik PT Semen Gresik di Rembang sebagai Obvitnas merupakan pengakuan dan dukungan nyata pemerintah atas peran strategis Perusahaan dalam mendukung pertumbuhan industri nasional. 

“Ini merupakan langkah strategis untuk mendukung kelancaran operasional, sehingga PT Semen Gresik dapat terus berkontribusi dalam pembangunan di Indonesia dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara,” kata Vita, dikutip Selasa (30/1/2024).  

Lebih lanjut, Vita menambahkan bahwa pabrik Semen Gresik di Rembang beroperasi dengan dukungan teknologi mutakhir berstandar internasional yang dioperasikan oleh sumber daya manusia terbaik memproduksi semen berkualitas tinggi dan ramah lingkungan.

Selain mendukung pembangunan dan kemajuan daerah melalui kontribusi ekonomi, baik dari pajak dan retribusi, Perusahaan juga menjadi motor penggerak program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Hingga saat ini, Semen Gresik tercatat sebagai kontributor pajak dan retribusi tertinggi di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Sementara itu, pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui berbagai program, antara lain bidang lingkungan melalui program Edupark & Pertanian Perkebunan Peternakan Terpadu (P4T), bidang pembangunan infrastruktur di enam desa sekitar perusahaan melalui program Forum Masyarakat Madani (FMM), bidang pertanian dengan membentuk Semen Gresik Sahabat Petani (SGSP), bidang kesenian melalui Semen Gresik Sahabat Seni (SGSS), serta program Pemberdayaan UMKM Naik Kelas melalui Rumah BUMN (RB) Rembang.

Sejak berdiri pada Agustus 2020 hingga Desember 2023, RB Rembang telah membina dan membantu 371 UMKM naik kelas dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.527 orang. RB Rembang juga berhasil mencatatkan transaksi mencapai Rp3 miliar selama tiga tahun beroperasi. 

“Komitmen dalam menjalankan praktik bisnis terbaik berwawasan lingkungan dan sosial, membuat PT Semen Gresik di Rembang meraih berbagai penghargaan pada 2023, seperti penghargaan CSR Awards dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, penghargaan Good Mining Practice dan Tamasya (Tambang Menyejahterakan Masyarakat) Award dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta penghargaan PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ujar Vita.

Pabrik semen Rembang merupakan Proyek Stategis Nasional (PSN) yang bagian dari implementasi Nawacita Presiden Jokowi yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, yang ditandatangani pada 8 Januari 2016.

Menukil dari bpkp.go.id, pemerintah juga menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, yang ditujukan kepada para Menteri Kabinet Kerja; Jaksa Agung Republik Indonesia; Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia; Sekretaris Kabinet; Kepala Staf Kepresidenan; Para Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian; Para Gubernur; dan para Bupati/Walikota.

Instruksi tersebut memuat mengenai hal-hal yang harus dilaksanakan bagi pejabat yang bersangkutan, yaitu tindakan-tindakan yang terkait dengan tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing, menyelesaikan masalah dan hambatan, mengambil kebijakan-kebijakan dalam percepatan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Salah satu proyek dalam PSN yang harus diselesaikan adalah pembangunan pabrik semen Rembang oleh PT Semen Indonesia.

Saat itu masalah muncul ketika Ganjar Pranowo masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.

Baca Juga : PLN Tuntaskan Proyek Pembangkit 4.182 MW, Total Jadi 72.976 MW 

Sempat Konflik

Ganjar menerbitkan izin baru menggantikan izin lama yang diterbitkan pada 30 April 2012 melalui SK Nomor 660.1/17 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan dan Pembangunan Pabrik Semen.

Izin baru tersebut bernomor 660.1/30/2016 tentang izin lingkungan pendirian pabrik semen PT Semen Indonesia, di mana ada perubahan yakni dari "penambangan dan pembangunan pabrik", menjadi "izin penambangan dan pembangunan pabrik, serta pengoperasian pabrik semen".

Kemudian pada 2017, Ganjar Pranowo menerbitkan surat izin bernomor 660.1/4/2017 tentang Penambangan PT Semen Indonesia di Rembang.

Dalam surat tersebut, Ganjar mencabut izin lingkungan PT Semen Indonesia karena belum memenuhi syarat. Ia pun meminta pihak PT Semen Indonesia untuk menunggu surat keputusan gubernur.

Berdasarkan catatan Bisnis, izin pengoperasian PT Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah rampung pada Februari 2017.

Baca Juga : Memoles Pamor Baterai Nikel Kala LFP dan Sodium-Ion Naik Daun 

Hal itu seiring dengan dikeluarkannya rekomendasi izin lingkungan baru terkait kegiatan penambangan dan pembangunan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah pada Kamis malam, 23 Februari 2017.

Dalam rekomendasi bernomor 660.1/0493 itu disebutkan berdasarkan hasil rapat Komisi Penilai Amdal (KPA) dalam rangka penilaian addendum Amdal dan RKL-RPL pada 2 Februari 2017, rencana kegiatan dan pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia Tbk. di Kabupaten Rembang dapat direkomendasikan layak lingkungan hidup.

Dengan rekomendasi tersebut, Pemprov Jawa Tengah telah menerbitkan izin lingkungan kegiatan penambangan dan pembangunan pabrik semen yang baru bagi PT Semen Indonesia Tbk. melalui keputusan Gubernur nomor 660.1/6 tahun 2017 pada tanggal yang sama dengan dirilisnya rekomendasi tersebut.

“Sudah dinilai oleh pakar penilai. Para pakar sudah beri rekomendasi jadi sekarang sudah bisa [beroperasi] tinggal lengkapi Ijin Usaha Pertambangan (IUP),” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada 24 Februari 2017 lalu.

Baca Juga : Jalan Menuju IKN Terputus, Gorong-Gorong Penyangga Runtuh 

Dia pun menjelaskan bahwa penerbitan izin lingkungan bagi semen Rembang itu bersifat final, konkret, dan individual, serta berlatar belakang proses sidang penilaian adendum analisis mengenai dampak lingkungan serta Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL).

Ganjar mengakui jika dirinya mengambil diskresi untuk mengisi kekosongan hukum pascaputusan peninjauan kembali (PK) Makhkamah Agung dan telah melaporkan keputusannya tersebut kepada Presiden RI Joko Widodo.

"Selain ke SI, tembusan izin lingkungan juga dikirimkan ke Mendagri, Menteri LH, Menteri ESDM, Menteri BUMN, Menteri Perindustrian, Kepala BKPM, dan dinas-dinas di daerah," ujarnya kala itu.

Konflik ini pun membuat Ganjar mempersilakan pihak-pihak yang merasa tidak puas terkait dengan terbitnya izin penambangan PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang, untuk mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.