Semen Gresik (SMGR) Alihkan BBM Penggilingan Semen Jadi Gas Bumi Demi Keberlanjutan

Konversi BBM menggunakan gas ini demi mengoperasikan finish mill (penggilingan semen) pada tahap akhir proses produksi semen.

Rinaldi Azka

9 Feb 2024 - 17.27
A-
A+
Semen Gresik (SMGR) Alihkan BBM Penggilingan Semen Jadi Gas Bumi Demi Keberlanjutan

Karyawan melakukan pengecekan pada pipa pembakaran bahan bakar CNG di area finish mill Semen Gresik (SMGR) Pabrik Rembang, Jawa Tengah./Istimewa

Bisnis, JAKARTA – Anak usaha holding BUMN semen, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR/SIG) yakni PT Semen Gresik Pabrik Rembang berhasil mengonversi 100% penggunaan bahan bakar minyak (BBM) ke Compressed Natural Gas (CNG) yang lebih ramah lingkungan, untuk mengoperasikan finish mill (penggilingan semen) pada tahap akhir proses produksi semen.

CNG atau gas alam terkompresi merupakan bahan bakar gas yang dibuat dengan melakukan kompresi metana (CH4) yang diekstrak dari gas alam. 

CNG dinilai lebih ramah lingkungan karena menghasilkan emisi lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya, karena mengandung lebih sedikit karbon dan menghasilkan sedikit emisi polutan.

Corporate Secretary Semen Indonesia Vita Mahreyni mengatakan penggunaan CNG yang ramah lingkungan oleh PT Semen Gresik di Pabrik Rembang merupakan wujud nyata kontribusi menurunkan emisi karbon. Dengan mengonversi BBM ke CNG, emisi karbon CO2 dari hasil pembakaran bisa ditekan dari 74,1 kg CO2/GJ menjadi 56,1 kg CO2/GJ.

"Selain lebih ramah lingkungan, CNG juga memiliki kelebihan lain seperti lebih ekonomis dan membuat proses pemeliharaan alat menjadi lebih mudah. Selain harga perolehan CNG lebih murah dibandingkan solar, efisiensi pembakaran gas juga lebih baik sehingga membantu menurunkan konsumsi bahan bakar dan emisi CO2," tuturnya, dikutip Jumat (9/2/2024).

Menurutnya, hal ini sejalan dengan inisiatif strategis SMGR selaku holding company dalam meningkatkan keunggulan operasional melalui program-program efisiensi.

Lebih lanjut, Vita menyampaikan penggunaan sumber energi alternatif berupa panel surya dan biomassa di Semen Gresik Pabrik Rembang juga terus menunjukkan peningkatan. Saat ini ada sebanyak 30 panel surya yang telah terpasang dengan kapasitas 14,55 kWp. 

Sedangkan penggunaan biomassa dari sekam padi, tongkol jagung (bonggol), plastik kemasan, dan limbah kulit untuk substitusi energi panas atau thermal substitution rate (TSR) berhasil mencapai 1,5% pada 2023. 

Baca Juga : Memperluas Jangkauan Uji Coba Pasar Pertamax Green 95 

Karyawan mengontrol pipa penyalur CNG di stasiun pengisian CNG di Pabrik Semen Gresik Rembang, Jawa Tengah./Istimewa

Reklamasi

Semen Gresik telah mereklamasi lahan seluas 8,5 hektare, yaitu pascatambang tanah liat 3 hektare dan lahan pascatambang batu gamping 5,5 hektare pada 2023. 

Vita menerangkan dalam perencanaan penambangan, Semen Gresik selalu mengacu pada desain tambang yang tertuang dalam AMDAL, terutama terkait elevasi kedalaman penambangan untuk menjaga air bawah tanah. 

Perusahaan juga telah menanam beragam jenis pohon sebanyak 33.610 pohon, diantaranya jati, mahoni, trembesi, sengon, johar, kesambi, sukun, sawo, nangka, mangga, kelengkeng, hingga pohon bambu. 

Selain itu, Semen Gresik juga melibatkan 361 petani yang berasal dari di enam desa sekitar untuk mengelola 119,25 hektare lahan milik Perusahaan yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi.

Baca Juga : Mulai Menghitung Gas Rumah Kaca yang Dihasilkan via Ecovisea 

"Monitoring juga dilakukan secara berkala pada sumur-sumur pantau yang telah disediakan. Untuk meminimalisir dampak sosial yang dapat ditimbulkan dari operasional tambang, PT Semen Gresik telah membangun kawasan green belt [sabuk hijau] selebar 50 meter yang mengelilingi area tambang di Rembang, Jawa Tengah, dengan total lahan mencapai 37 hektare," ungkapnya.

Dari sisi keselamatan kerja, Semen Gresik memiliki pedoman kerja yang komprehensif, hingga tenaga kerja tersertifikasi dan kompeten. Perusahaan juga menerapkan inovasi Driving Monitoring System untuk mengawasi proses operasional tambang dengan memasang incabin camera dan fatigue sensor pada kendaraan operasional mencegah terjadinya kecelakaan akibat fatigue atau kelelahan kerja dan unsafe actions saat bekerja. 

“Selain itu, Semen Gresik juga melakukan penerapan Inovasi airdeck system yang bertujuan mengurangi penggunaan bahan peledak. Sehingga sejak awal beroperasi hingga saat ini tidak pernah terjadi kecelakaan kerja pada operasional tambang,” ujar Vita. 

Pabrik Rembang lanjutnya, menggunakan bag filter yang berfungsi sebagai penangkap debu mengendalikan pencemaran udara. Selain itu, ada Regenerative Drive Sistem Long Belt Conveyor yang dapat menghemat pemakaian listrik hingga 20 persen.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.