Sentimen Positif Domestik dan Global, Bitcoin Cs di Zona Hijau

Sejumlah sentimen menaungi pergerakan harga aset kripto dalam jangka pendek. Menariknya, dari dalam negeri pembentukan bursa kripto kian nyata sementara dari eksternal, prospek positif masih dari kelanjutan pelaksanaan ETF Spot di AS.

Redaksi

31 Jan 2024 - 17.37
A-
A+
Sentimen Positif Domestik dan Global, Bitcoin Cs di Zona Hijau

Ilustrasi bitcoin./Istimewa

Bisnis, JAKARTA – Sejumlah kabar terbaru dunia kripto membuat aset volatil ini cukup menjanjikan dalam jangka pendek. Dari dalam negeri, diakuinya dua entitas penyangga bursa kripto menjadi angin sejuk pengakuan aset ini di Indonesia.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) beberapa waktu lalu memberikan persetujuan operasi dua lembaga yaitu, PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI) sebagai Lembaga Penjamin dan Penyelesaian Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) sebagai Lembaga Pengelola Tempat Penyimpanan Aset Kripto. 

Hadirnya dua lembaga ini semakin memperkuat Lembaga Self-Regulatory Organizations (SRO) yang terdiri dari Bursa, Lembaga Kliring, dan Lembaga Penyimpanan Aset Kripto.

Presiden Direktur Commodity Future Exchange (CFX) Subani mengungkapkan Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) merespons positif kehadiran dua lembaga ini yang semakin mempertegas komitmen pemerintah dalam hal kepastian regulasi dan perlindungan nyata bagi investor kripto di Indonesia.

"Kami harap CPFAK dapat segera berkoordinasi lebih lanjut untuk bisa masuk ke dalam ekosistem bursa kripto yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” jelasnya dikutip Rabu (31/1/2024).

Berdasarkan data dari Commodity Future Exchange (CFX), per Januari 2024 terdapat 32 Calon Anggota Bursa yang terdiri dari 29 CPFAK dan 3 Non-CPFAK yang mendaftar di tahun 2023. Selain itu, pemerintah melalui Perba No.8 Pasal 42 ayat 1 yang berbunyi, CPFAK yang telah memiliki tanda daftar calon Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) wajib mengajukan permohonan persetujuan sebagai PFAK kepada Bappebti paling lambat satu bulan sejak Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka mendapatkan persetujuan dari Kepala Bappebti. 

Dua CPFAK yakni Reku dan PINTU yang merupakan Anggota Bursa menyambut baik adanya KKI dan ICC. Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) sekaligus Chief Compliance Officer (CCO) Reku Robby mengungkapkan Reku sebagai CPFAK pertama yang mendapatkan Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB) berkomitmen mendukung KKI dan ICC dan siap bekerja sama demi meningkatkan keamanan bagi ekosistem investasi kripto di Indonesia.

Senada, General Counsel PINTU Malikulkusno (Dimas) Utomo mengungkapkan siap mendukung penuh regulator, asosiasi, Self-Regulatory Organization (SRO), dan pihak terkait untuk bersama-sama mendorong kemajuan investasi kripto di Indonesia.

Ekosistem kripto di Indonesia terus bertumbuh dengan hadirnya tiga Lembaga Self-Regulatory Organizations (SRO) yang terdiri dari Bursa, Lembaga Kliring, dan Lembaga Penyimpanan Aset Kripto. Bursa Kripto yaitu PT Bursa Komoditi Nusantara atau Commodity Future Exchange (CFX) yang merupakan bursa kripto pertama di dunia, telah ditetapkan oleh Bappebti pada 17 Juli 2023 melalui Keputusan Kepala Bappebti Nomor 01/BAPPEBTI/SP-BBAK/07/2023. Menyusul lembaga SRO lainnya yakni Lembaga Penjamin dan Penyelesaian Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto Lembaga Pengelola Tempat Penyimpanan Aset Kripto. 

CFX adalah bursa aset kripto yang diatur oleh pemerintah Indonesia yang berperan penting dalam memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan pasar aset digital di Indonesia. Kami berkomitmen untuk standar kepatuhan tertinggi, memperkuat perlindungan investor melalui pemantauan pertukaran kripto berbasis di Indonesia, dan memperkenalkan produk-produk inovatif dalam bisnis aset digital yang lebih luas dengan memberikan standar keamanan dan transparansi tertinggi untuk meningkatkan ekosistem kripto Indonesia.

PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI) adalah Lembaga Penjamin dan Penyelesaian Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto yang beroperasi resmi di Indonesia melalui Keputusan Kepala Bappebti Nomor 02/BAPPEBTI/SP-LKBAK/12/23. KKI berperan mendukung ekosistem transaksi kripto yaitu, melakukan penyelesaian pencatatan keuangan, verifikasi, dan pengawasan untuk menjamin penyelesaian transaksi aset kripto yang cepat dan aman.

PT Kustodian Koin Indonesia dikenal dengan Indonesia Coin Custodian (ICC) adalah Lembaga Pengelola Tempat Penyimpanan Aset Kripto melalui Keputusan Kepala Bappebti Nomor 02/BAPPEBTI/SP-PTPAK/12/2023. ICC memberikan dukungan pada ekosistem kripto di Indonesia dengan menyediakan pengelolaan penyimpanan aset kripto berstandar tinggi.

Perkembangan Harga Bitcoin

Mengutip coinmarketcap.com, Rabu (31/1/2024) hingga pukul 17.25 WIB, harga Bitcoin mengalami pelemahan 2,27% dalam 24 jam terakhir, tetapi masih mengalami penguatan dalam sepekan terakhir dengan naik 4,99% ke harga US$42.709 setara Rp672 juta per koinnya.

Sebenarnya, sentimen positif masih menaungi mata uang kripto seiring ETF Asset yang mulai diakui di Amerika Serikat (AS),=.

Sejumlah hedge fund meraup cuan besar dari ETF asset kripto dengan berinvestasi di Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) jauh sebelum persetujuan peraturan disepakati.

Dana lindung nilai membeli saham Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) antara tahun 2021 dan 2023 dengan bertaruh harganya akan meroket setelah Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) memberi lampu hijau pada spot bitcoin ETF, kata sumber tersebut.

Grayscale tidak berhasil mengubah kepercayaannya menjadi ETF sejak 2016 dan mengajukan gugatan terhadap SEC pada tahun 2022 setelah regulator menolak permohonan barunya.

Grayscale Bitcoin Trust diubah dari kepercayaan menjadi ETF (GBTC.P), membuka tab baru pada 11 Januari setelah SEC menyetujui ETF yang terdaftar di AS yang melacak bitcoin.

Baca Juga : Tuah Sentimen Kripto ke Perdagangan Dalam Negeri 

Menunggu persetujuan regulator, kepercayaan Grayscale diperdagangkan dengan diskon terhadap aset dasarnya yang mencapai hampir 50% pada Desember 2022, menurut platform data YCharts, menyusul runtuhnya pertukaran kripto FTX.

Untuk beberapa dana lindung nilai, potensi keuntungan yang dapat dihasilkan oleh persetujuan ETF berubah menjadi perdagangan. Segera setelah pengadilan memutuskan mendukung Grayscale pada Agustus 2023, kesenjangan harga mulai menutup, datanya, membuka tab baru.

Seorang pembuat pasar mengatakan sekitar 20 hedge fund, dari perusahaan kecil hingga besar, melakukan perdagangan ini. Sumber ini berbicara dengan syarat anonim karena orang tersebut tidak diperbolehkan mendiskusikan posisi klien di depan umum.

Hedge fund Fir Tree Partners, dengan aset yang dikelola senilai US$3 miliar, pertama kali melihat peluang pada kuartal terakhir tahun 2022, ketika kepercayaan Grayscale diperdagangkan dengan diskon 42% terhadap asetnya, kata seseorang yang mengetahui masalah tersebut. Taruhannya pada penyempitan dislokasi harga berjumlah US$60 juta.

Perusahaan tersebut, yang menolak berkomentar, mulai keluar dari posisinya pada September tahun lalu, setelah keputusan pengadilan. Fir Tree sepenuhnya menjualnya pada bulan Januari, setelah produk tersebut mendapat persetujuan peraturan, menurut sumber tersebut.

Hedge fund Hunting Hill juga berinvestasi di GBTC ketika diperdagangkan dengan diskon 42% dan menutupnya ketika menyempit menjadi 7% tahun lalu, kata sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Baca Juga : Cara Membaca Whitepaper Kripto: Panduan untuk Pemula 

Pendiri dana lindung nilai makro yang berbasis di AS mengatakan kepada Reuters bahwa keyakinannya atas persetujuan tersebut meningkat setelah keputusan pengadilan mengatakan pada Agustus tahun lalu bahwa SEC salah dalam menolak permohonan Grayscale. Dia menggambarkannya sebagai “perdagangan satu abad.”

Namun, tidak semua uang dalam taruhan GBTC kembali ke ruang bitcoin. Banyak dana lindung nilai di antara investor yang mendorong arus keluar di GBTC setelah diubah menjadi ETF. Arus keluar berjumlah $4,77 miliar sejak diluncurkan awal bulan ini, menjadikan aset ETF menjadi $20,4 miliar.

Bagi banyak manajer portofolio, arbitrase harga bersifat oportunistik.

“Ini merupakan perdagangan yang sangat bagus,” kata Christopher Brown, pendiri dana lindung nilai multi-strategi Aristides Capital, yang berbasis di Louisville, Kentucky. Perusahaan senilai $240 juta ini menginvestasikan sekitar $20 juta di GBTC dengan diskon rata-rata 30% untuk asetnya dikutip dari Reuters.

Dana tersebut telah menjual sebagian besar posisinya dan berencana untuk keluar sepenuhnya dalam beberapa bulan mendatang, karena Brown tidak tertarik berinvestasi di ETF spot bitcoin. “Kami pada dasarnya tidak terlalu tertarik dengan bitcoin.”(Pandu Gumilar, Rinaldi Azka)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.