Serupa Tetapi Tak Sama, Ini Perbedaan UMKM dan Startup

Meskipun UMKM dan startup berperan penting dalam ekonomi global, perbedaan mendasar membedakan keduanya.

Emanuel Berkah Caesario

23 Okt 2023 - 16.55
A-
A+
Serupa Tetapi Tak Sama, Ini Perbedaan UMKM dan Startup

Ilustrasi startup. Sumber: Canva

Bisnis, JAKARTA — Dalam era modern, bisnis berperan sebagai poros utama dalam perkembangan ekonomi suatu negara. Namun, bisnis itu sendiri sangat beragam dan dapat dibagi menjadi beberapa kategori.

Dua kategori yang sering menjadi perbincangan adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta startup. Meskipun keduanya berperan penting dalam ekonomi global, perbedaan mendasar membedakan keduanya.


UMKM: Pilar Bisnis Tradisional

UMKM adalah jenis bisnis yang sudah ada sejak lama dan umumnya berfokus pada sektor tradisional. Berikut beberapa ciri-ciri UMKM:

1. Skala Bisnis: UMKM biasanya beroperasi dalam skala kecil hingga menengah. Ini bisa menjadi toko kelontong di sudut jalan atau restoran keluarga yang telah ada selama bertahun-tahun.

2. Tujuan Bisnis: UMKM biasanya berusaha untuk memberikan pelayanan lokal dan mengembangkan komunitas lokal. Keuntungan utamanya adalah stabilitas dan ketahanan.

3. Pembiayaan: Biasanya, UMKM bergantung pada modal usaha yang terbatas, pinjaman bank lokal, atau investasi pribadi.

4. Inovasi: Meskipun UMKM dapat inovatif, perubahan biasanya terbatas pada model bisnis yang telah ada sebelumnya.

5. Target Pasar: UMKM umumnya melayani pasar lokal dan regional dengan target konsumen lokal.


Startup: Pembawa Inovasi

Startup, di sisi lain, adalah bentuk bisnis yang lebih modern dan cenderung mengambil pendekatan yang lebih inovatif. Beberapa ciri-ciri startup adalah sebagai berikut:

1. Skala Bisnis: Startup sering kali beroperasi dalam skala yang lebih besar dengan ambisi untuk pertumbuhan yang cepat. Mereka mencari peluang untuk mengambil pangsa pasar yang signifikan.

2. Tujuan Bisnis: Startup sering kali berfokus pada mengganggu pasar dengan produk atau layanan yang inovatif. Keuntungan utamanya adalah pertumbuhan yang cepat dan potensi keuntungan yang besar.

3. Pembiayaan: Startup umumnya mencari pembiayaan dari investor modal ventura, perusahaan modal ventura, atau sumber pendanaan lainnya untuk mengakselerasi pertumbuhan mereka.

4. Inovasi: Inovasi adalah inti dari bisnis startup. Mereka menciptakan solusi baru atau menyempurnakan cara kerja yang sudah ada.

5. Target Pasar: Startup sering memiliki visi untuk mencapai pangsa pasar global dan biasanya lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan konsumen secara luas.


Menjembatani Kesuksesan

Meskipun UMKM dan startup memiliki perbedaan mendasar, keduanya memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian.

UMKM memberikan stabilitas dan kontribusi ekonomi yang signifikan melalui pengembangan ekosistem lokal, sedangkan startup membawa inovasi dan pertumbuhan yang diperlukan untuk mendorong perubahan.

Dalam era digital ini, ada juga tren konvergensi antara UMKM dan startup. Banyak UMKM telah memanfaatkan teknologi untuk memperluas cakupan mereka dan meningkatkan efisiensi operasional.

Di sisi lain, banyak startup memahami pentingnya kerja sama dengan UMKM yang telah mapan untuk memanfaatkan jaringan dan pengetahuan yang telah ada.

Dalam menjembatani perbedaan ini, semakin jelas bahwa UMKM dan startup memiliki peran penting dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang seimbang.

Pemberdayaan kedua sektor ini melalui kebijakan yang mendukung dan pendanaan yang tepat dapat memberikan manfaat besar bagi ekonomi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario & Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.