Setengah Abad REI, Sepak Terjang Bangun Rumah di Tanah Air

Memasuki usia ke-50, asosiasi pengembang properti tertua di Indonesia ini bertekad untuk konsisten dalam penyediaan rumah yang sehat dan layak huni bagi masyarakat.

Yanita Petriella
May 22, 2022 - 11:59 AM
A-
A+
Setengah Abad REI, Sepak Terjang Bangun Rumah di Tanah Air

Ilustrasi rumah bersubsidi. /istimewa

Bisnis, JAKARTA – Asosiasi perusahaan Real Estat Indonesia (REI) memperingati ulang tahun emas ke-50 di tahun ini. Usia yang terbilang tak lagi muda untuk perjalanan kiprah REI di Tanah Air.  

Sejak terbentuk REI pada 11 Februari 1972, keberadaan REI memang dimaksudkan untuk menghimpun dan mempersatukan seluruh potensi pengembang properti nasional tanpa memandang mereka yang berasal dari pengembang besar, menengah, maupun kecil. Kala itu REI juga diharapkan dapat bekerja sama dengan pemerintah membangun hunian rumah rakyat. 

Hingga saat ini, REI telah membangun beragam jenis properti mulai dari perumahan di semua segmen, perkantoran, perhotelan, pusat perbelanjaan, resor, superblok serta sejumlah kota baru dan kota mandiri di seluruh pelosok negeri. Dengan semua sumber daya yang dimiliki, REI akan terus mewarnai kebijakan yang diambil Pemerintah Indonesia di sektor properti terutama perumahan dan pemukiman. 

Dalam usia setengah abad ini, REI tak hanya mampu berkontribusi dalam membangun properti di Indonesia, namun juga melahirkan putera-putera terbaik untuk memimpin organisasi bergengsi dunia. Salah satu organisasi dimaksud adalah Federasi Realestat Dunia atau Fédération Internationale des Administrateurs de Bien-Conselis Immobiliers (FIABCI) yang berada di bawah naungan UN Habitat. 

Pada Juni mendatang, tokoh REI Budiarsa Sastrawinata akan dilantik sebagai FIABCI World President untuk periode 2022-2023. Dengan dilantiknya Budiarsa ini sekaligus menjadikan Indonesia tercatat sebagai negara yang telah memimpin FIABCI tiga kali sejak bergabung pada 1977. Dua kepemimpinan sebelumnya dipegang oleh Ir Ciputra pada periode 1989-1990 dan Ferry Sonnevile di periode 1995-1996.
  
Tak hanya itu, untuk keempat kalinya tokoh REI lainnya yakni Rusmin Lawin yang saat ini menjabat Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Hubungan Luar Negeri juga akan dilantik menjadi President FIABCI Regional Asia Pacific periode 2022-2023. Adapun putra terbaik REI lainnya yang pernah menjabat sebagai President FIABCI Regional Asia Pacific adalah Teguh Satria dan Soelaeman Soemawinata. 

“Ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi REI, bahkan bagi Indonesia karena putera-putera terbaik Indonesia mampu meraih posisi paling bergengsi di kancah industri real estat dunia,” ujarnya Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida pada Kamis (19/5/2022). 

Saat ini, anggota REI mencapai sekitar 6.300 perusahaan properti yang tersebar di 34 provinsi dan akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kebijakan serta mitra kerja dalam pembangunan perumahan dan permukiman secara berkelanjutan. 

Memasuki usia ke – 50, REI terus berkomitmen untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19. Asosiasi pengembang properti tertua di Indonesia ini bertekad untuk konsisten dalam penyediaan rumah yang sehat dan layak huni bagi masyarakat. Oleh karena itu, meski dalam situasi pandemi Covid-19 yang sudah memasuki tahun ketiga, REI akan terus berupaya memasok hunian bagi masyarakat sekaligus mendukung pemulihan ekonomi nasional.

“Maka, sesuai dengan tema Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50, kami ingin menegaskan bahwa REI siap untuk terus berjuang mewujudkan rumah bagi masyarakat. Kenapa rumah? Karena dari rumah yang layak dan sehat lahir manusia Indonesia yang tangguh dan berkualitas,” katanya. 

Lebih lanjut, sektor properti memiliki multiplier effect bagi 174 industri terkait lainnya dan 350 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sehingga jika sektor properti bangkit maka dampaknya akan terasa terhadap perekonomian negara secara keseluruhan.

Apabila sektor properti bangkit maka dampaknya akan terasa terhadap perekonomian negara secara keseluruhan. Sektor properti sudah terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, di mana sektor ini mampu menyumbang sekitar 13,6 persen bagi Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2020, baik dari penjualan properti, tanah, kegiatan konstruksi dan lain-lain.

“Setelah 50 tahun berkarya di kancah nasional dan dunia, REI semakin bersemangat dalam satu kesatuan kolaborasi pengembang besar, menengah dan kecil untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat Indonesia, menuju Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh dan Indonesia sejahtera,” ucapnya. 

REI akan terus melakukan terobosan-terobosan inovatif dengan dukungan  berbagai pihak, terutama perbankan. Salah satu bank yang menjadi mitra strategis dan mewarnai perjalanan REI adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dan mendukung REI dalam penyediaan hunian rumah yang berkualitas.

Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo mengatakan kolobarasi antara Bank BTN dan REI telah mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan perumahan dan permukiman di Indonesia. Terlebih, REI telah 50 tahun berkecimpung dalam menyediakan hunian.

“Harapannya di ulang tahun REI ke 50 Tahun, REI semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan perumahan dan permukiman di Indonesia. Bersama dengan REI, Bank BTN semakin optimistis dapat menyukseskan program sejuta rumah dengan menyediakan rumah yang berkualitas,” tuturnya. 

Dalam ekosistem perumahan, REI adalah salah satu pemain penting, untuk itu Bank BTN mengharapkan dukungan dari REI untuk saling melengkapi dan bersinergi. Apalagi, usia 50 tahun adalah momen yang spesial bagi REI.

“Sinergi antara REI dengan Bank BTN adalah sebuah perjalanan yang panjang. Perjalanan panjang yang sudah ditempuh dengan berbagai dinamika akan menjadi bekal untuk menempuh perjalanan berikutnya,”katanya..

Bank BTN dan REI memiliki tujuan yang sama sekaligus sama-sama mengemban tugas negara untuk bisa menyediakan rumah yang terjangkau, sehat, dan berkualitas. Karena itu Bank BTN berharap, para pengembang anggota REI bisa bersama-sama mencapai tujuan ini. Bank BTN menyatakan akan terus mendukung pembiayaan KPR untuk anggota REI di seluruh Indonesia baik subsidi ataupun non-subsidi. Kerjasama antara Bank BTN dan REI sangat diperlukan, dan keharmonisan antara kedua belah pihak harus terus ditingkatkan. 

Dia menilai hubungan kerjasama antara Bank BTN dengan REI telah berjalan sangat baik selama ini. Kerjasama yang telah terbangun tidak sekedar untuk kepentingan bisnis semata, namun juga bertujuan untuk sosial yang diwujudkan melalui penyediaan hunian rumah yang berkualitas. 

“Bank itu dari pembiayaan baik konsumen maupun supplier, karena itu dalam pembangunan dan penyediaan rumah harapannya agar para anggota REI selalu memperhatikan betul mengenai layanan kepada konsumen misalnya sertifikat bisa selesai tepat waktu, kualitas bangunan dan juga mengenai prasarana jalan, listrik, air. Walaupun rumah sederhana bukan berarti rumahnya rumah murahan jadi harus yang layak dan mudah,” tuturnya.

Dari sisi pembiayaan saat ini porsi total kredit perseroan 90 persen di sektor perumahan dan pemegang saham mayoritas Bank BTN dalam hal ini pemerintah telah mengukuhkan dari 4 Bank Himbara, BTN adalah bank yang fokus ke perumahan. Perseroan berharap sinergi dengan REI saling bahu membahu untuk menyediakan perumahan bagi masyarakat Indonesia, khususnya rumah sederhana hingga saatnya nanti seluruh masyarakat memiliki rumah. 

“Kami akan terus melanjutkan tugas ini serta bersinergi dengan REI dalam menyediakan rumah-rumah khusus yang menengah ke bawah, khususnya subsidi yang berkualitas untuk masyarakat Indonesia,” katanya.

Sejak 1976, BTN telah menyalurkan pembiayaan berupa kredit pemilikan rumah (KPR) bagi 5 juta unit rumah, dengan 3,7 juta di antaranya merupakan rumah subsidi dan 1,3 juta unit rumah komersial. Dari seluruh 5 juta unit rumah tersebut, 70 persen di antaranya bekerja sama dengan pengembang anggota REI. BTN akan terus mendukung REI dan Pemerintah untuk bisa merumahkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui Program Sejuta Rumah sehingga backlog 12,75 juta unit dapat berkurang. 

“Tugas ini panjang, dari backlog 12,75 juta unit, tiap tahun rata-rata BTN menyediakan pembiayaan sekitar 180.000-200.000 rumah,” ujarnya.


Ke depan, BTN akan terus melakukan upaya membantu peningkatan kapasitas finansial para calon pemilik rumah agar dapat mewujudkan kebutuhan  menjadi permintaan. Tak hanya melalui pengenaan suku bunga kompetitif, melainkan juga fleksibilitas pembayaran cicilan melalui program Graduated Payment Mortgage (GPM). 

Haru menambahkan sebagai bank yang diamanatkan pemerintah sebagai bank penyalur KPR Bersubsidi yang merupakan program dari dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah, perseroan akan terus meningkatkan peranannya sehingga menjadi contoh bagi bank-bank lainnya dalam penyaluran KPR. “Ayo sama-sama membantu Indonesia menyediakan rumah masyarakat layak dan mudah,” ucapnya.

Sebagai perbankan tentunya Bank BTN berperan bagaimana mempercepat proses pembiayaan, kemudian mempermudah permintaan. Menurutnya, perseroan melihat bahwa jumlah pasokan rumah banyak, namun permintaan masih terbatas. Dari kondisi tersebut bagaimana Bank BTN mempermudah konsumen untuk memiliki akses dengan kondisi keuangan terbatas dan menjadi sebuah solusi. 

“Mudah-mudahan dari REI punya porsinya bagaimana rumah itu misalnya dibuat murah, layak, dengan teknologi yang baik dan bagus, green, multifungsi sehingga tidak standar-standar saja,”  terangnya.

Saat ini, Bank BTN tengah menyusun kebijakan kemudahan proses kredit yang akan diberlakukan mulai tahun ini. Hal ini sebagai bentuk apresiasi Bank BTN kepada mitra pengembang dengan performa baik. Nantinya seluruh pengembang akan dikategorikan berdasarkan faktor penilaian yang meliputi kualitas kredit, keuangan, dan manajemen. Kategori pengembang akan terdiri dari developer nasional, platinum, gold, silver, dan bronze. 

“Dengan semakin tinggi tingkat performa tentunya akan mendapatkan privilege yang lebih banyak seperti kemudahan akad dengan proses yang lebih cepat dan kemudahan-kemudahan lainnya yang dapat mendukung kecepatan bisnis serta cash flow pengembang,”  kata Haru. (Anitana Widya Puspa)

Editor: Yanita Petriella
company-logo

Lanjutkan Membaca

Setengah Abad REI, Sepak Terjang Bangun Rumah di Tanah Air

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ