Free

Setoran Bea Keluar Melonjak 817,65%, Freeport Lobi Pemerintah

Freeport-McMoRan Inc. tengah berupaya untuk menganulir penerapan bea keluar sebesar 7,5% atas ekspor konsentrat tembaga.

Stepanus I Nyoman A. Wahyudi

25 Apr 2024 - 18.51
A-
A+
Setoran Bea Keluar Melonjak 817,65%, Freeport Lobi Pemerintah

Proyek Smelter Freeport di Gresik. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti.

Bisnis, JAKARTA — Beban bea keluar konsentrat tembaga yang dikeluarkan PT Freeport Indonesia (PTFI) mencapai US$156 juta. Angka tersebut setara dengan Rp2,52 triliun (asumsi kurs Rp16.200 per dolar AS) sepanjang kuartal I/2024. 

Jumlah itu melonjak 817,65% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Bea ekspor yang dibayarkan Freeport sebesar US$17 juta atau sekitar Rp275,4 miliar pada kuartal I/2023 atau ketika tarif yang dikenakan hanya sebesar 2,5%. 

Lalu, Freeport-McMoRan Inc. (FCX) kembali melobi pemerintah untuk membebaskan bea keluar konsentrat pada paruh pertama tahun ini. Ini dilakukan setelah konstruksi smelter tembaga baru PTFI di Gresik, Jawa Timur rampung lebih dari 90% pada akhir 2023.

Baca juga: Penopang Laba Rp15,88 Triliun BRI (BBRI) pada Kuartal I/2024

President Freeport-McMoRan Kathleen Quirk mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk berdiskusi dengan pemerintah Indonesia saat ini ihwal kelanjutan ekspor konsentrat tembaga dan lumpur anoda sampai akhir Desember 2024.

Berbarengan dengan hal tersebut, kata Kathleen, pihaknya turut berupaya untuk menganulir penerapan bea keluar sebesar 7,5% atas ekspor konsentrat tembaga tersebut. 

“Kita berdiskusi sangat intens dengan pemerintah Indonesia untuk melanjutkan ekspor konsentrat dan lumpur anoda sampai smelter dan pemurnian logam bisa operasi sepenuhnya,” kata Kathleen dalam Earnings Conference Call Kuartal I/2024 pada Selasa (23/4/2024) waktu New York atau Rabu (24/4/2024) waktu Indonesia. 

Selepas relaksasi ekspor diputus Juni 2023, PTFI dikenakan bea keluar sebesar 7,5% sesuai amanat dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 71/2023 tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar. 

Berdasarkan beleid yang diteken Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 12 Juli 2023, tarif bea keluar untuk konsentrat tembaga bagi perusahaan dengan progres smelter 70-90% dikenakan sebesar 7,5% pada periode 17 Juli—31 Desember 2023 dan naik menjadi 10% pada periode 1 Januari-31 Mei 2024. 

 

 

Untuk perusahaan dengan progres smelter di atas 90%, bea keluar yang dikenakan sebesar 5% pada periode 17 Juli-31 Desember 2023 dan naik menjadi 7,5% pada periode 1 Januari-31 Mei 2024.

Kathleen berharap bea keluar itu bisa dibebaskan selepas kemajuan pembangunan smelter Manyar telah lebih dari 90% tutup tahun kemarin. Dia beralasan bea keluar itu tidak sejalan dengan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) yang didapat PTFI pada 2018 lalu.  

“Diskusi dengan pemerintah sampai saat ini berlangsung positif dan itu didukung dengan status proyek dan rencana startup kita,” kata dia. 

Baca juga: Freeport Setor Bea Keluar Rp2,52 Triliun, Melonjak 817,65% Imbas Aturan Sri Mulyani

Sementara itu, PTFI mencatat penjualan konsolidasi tembaga mencapai 493 juta pounds dan 564.000 ounces emas pada triwulan I/2024. Realisasi tersebut naik kali lipat dari torehan sepanjang periode yang sama tahun lalu. 

Pada triwulan I/2023, PTFI hanya mencatatkan penjualan tembaga sekitar 198 juta pounds dan emas di level 266.000 ounces. 

FCX memproyeksikan volume penjualan konsolidasi tembaga dari PTFI bisa menyentuh di angka 1,7 miliar tembaga dan 2 juta ounces emas pada tutup tahun 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.