Setrum Lemah Konversi Motor Listrik

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), realisasi motor yang dikonversi sepanjang 2023 hanya 495 unit, atau 0,9% dari target 50.000 unit.

Lukman Nur Hakim & Ibeth Nurbaiti

22 Mar 2024 - 13.19
A-
A+
Setrum Lemah Konversi Motor Listrik

Pekerja memasukkan baterai saat mengonversi sepeda motor konvensional menjadi sepeda motor listrik di Lengkong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (15/9/2022). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Bisnis, JAKARTA — Program konversi motor konvensional berbasis bahan bakar minyak (BBM) ke motor listrik yang sudah dimulai sejak 2023 lalu kian sepi peminat. Kendati pemerintah telah menaikkan nilai bantuan atau subsidi konversi motor listrik menjadi Rp10 juta per unit dari alokasi awal yang dipatok Rp7 juta per unit, nyatanya minat masyarakat untuk ikut dalam program tersebut tidaklah banyak.  

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), realisasi motor yang dikonversi sepanjang 2023 hanya 495 unit, atau 0,9% dari target 50.000 unit. Padahal, pada 2023 lalu jumlah pengajuan konversi motor listrik oleh masyarakat sempat mencapai 5.628 pemohon, meskipun sekitar 2.069 pemohon pada akhirnya telah mengundurkan diri dengan berbagai alasan.

Rumitnya prosedur untuk mendapatkan bantuan dari kepemilikan sepeda motor listrik disebut-sebut menjadi salah satu kendala yang membuat perkembangan program subsidi sebesar Rp7 juta untuk pembelian unit baru maupun konversi menjadi terseok-seok.

Belum lagi, biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk melakukan konversi sepeda motor listrik masih terbilang tinggi—yakni sekitar Rp8 juta per unit—meskipun pemerintah telah memberikan insentif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan Login Di Sini

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.