Free

Shadiq Akasya, Boss Asuransi yang menjadi Nakhoda Bio Farma

Menteri BUMN Erick Thohir resmi mengangkat Shadiq Akasya sebagai direktur utama PT Bio Farma (Persero) menggantikan yang kini menjabat direktur Telkom. Shadiq punya pengalaman lebih dari 31 di industri keuangan dan perbankan.

Fatkhul Maskur

6 Jun 2023 - 17.22
A-
A+
Shadiq Akasya, Boss Asuransi yang menjadi Nakhoda Bio Farma

Bermula ketika pemerintah kolonial Hindia Belanda mendirikan Parc-vaccinogène (Lembaga Pengembangan Vaksin Negara) pada 6 Agustus 1890, Bio Farma hingga telah bertransformasi menjadi produsen vaksin dan antisera kelas dunia. - bIO fARMA

Bisnis, BANDUNG — Menteri BUMN Erick Thohir resmi mengangkat Shadiq Akasya sebagai direktur utama PT Bio Farma (Persero) menggantikan yang kini menjabat direktur Telkom. Shadiq punya pengalaman lebih dari 31 di industri keuangan dan perbankan.

Pengangkatannya merujuk pada Surat Keputusan Menteri BUMN Selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bio Farma Nomor: SK-110/MBU/06/2023 tanggal 5 Juni 2023 tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bio Farma.

Shadiq Akasya terlahir di Sukabumi, 1968. Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (Manajemen), 1992 dari Universitas Pancasila, dan Magister Manajemen Agribisnis, 2002, dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Terinspirasi Presiden John F. Kennedy, ia punya motto hidup, “Usaha dan keberanian tidak cukup tanpa tujuan dan arah perencanaan”.

Sebelum berlabuh ke Bio Farma, Shadiq Akasya merupakan Direktur Utama PT BNI Life sejak 2018. Ia diangkat kembali untuk periode kedua kalinya pada 2021.

Shadiq Akasya adalah orang yang tidak asing di industri keuangan dan perbankan. Sekurangnya 31 tahun terakhir, Shadiq Akasya telah berkecimpung di dunia dunia perbankan dan asuransi.


Shadiq Akasya memulai kariernya di bagian Pengelola Kredit PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (1992–2002), lalu menjadi Wakil Pemimpin Cabang Pasar Pusat Pekanbaru Bank BNI (2002–2004). Jabatan puncaknya di BNI adalah Pemimpin Divisi Hubungan Kelembagaan (2015–2018), sebelum diangkat menjadi Direktur Utama PT BNI Life Insurance (2018-2023).

Di industri asuransi inilah ia banyak belajar tentang dunia kesehatan, yang menjadi jembatannya masuk dunia farmasi.


ROMBAK DIREKSI

Selain menunjuk Shadiq Akasya menjadi Direktur Utama, Menteri BUMN juga mengangkat nama-nama baru sebagai direksi Bio Farma, yakni Kamelia Faisal sebagai direktur pemasaran dan Iin Susanti sebagai direktur produksi dan supply chain. 

Sementara itu, Erick Thohir juga menetapkan pengalihan penugasan anggota Direksi Bio Farma, yakni Yuliana Indriati yang semula menjabat direktur penelitian dan pengembangan bisnis menjadi direktur pengembangan usaha. 

"Kemudian, Sri Harsi Teteki yang semula sebagai direktur hubungan kelembagaan menjadi direktur medis dan hubungan kelembagaan," kata dia.

Selain itu, Bio Farma juga mengumumkan perubahan susunan komisaris perusahaan, sesuai dengan Surat Keputusan Menteri BUMN Selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bio Farma.

Pada SK Menteri BUMN tersebut, mengangkat Didik Kusnaini sebagai anggota dewan komisaris perusahaan perseroan (Persero) PT Bio Farma.  Sehingga Susunan Pengurus Perusahaan PT Bio Farma (Persero) menjadi sebagai berikut :

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.