Siasat Bank Memacu KPR Segmen Milenial

Kalangan perbankan menyadari besarnya potensi dan tantangan pembiayaan rumah bagi segmen milenial saat ini. Untuk itu, bank pun mulai mempersiapkan skema KPR yang terjangkau bagi milenial dan menjadikannya fokus utama dalam memacu segmen KPR tahun ini.

Emanuel Berkah Caesario
May 9, 2022 - 12:37 PM
A-
A+
Siasat Bank Memacu KPR Segmen Milenial

Pekerja sedang menggarap proyek perumahan yang dibiayai oleh BTN. /Bisnis-Arief Hermawan P

Bisnis, JAKARTA — Kalangan perbankan makin gencar mengincar generasi milenial sebagai target utama pemasaran produk kredit konsumtif pemilikan rumah atau KPR tahun ini. Kendati daya beli generasi ini belum sekuat generasi yang terdahulu, potensi pasar terbesar justru ada di kelompok usia mereka.

Berdasarkan Hasil Sensus Penduduk 2020 menunjukkan pendudukan Indonesia didominasi oleh generasi Z atau Gen Z (27,94 persen) dan milenial (25,87 persen). Merujuk data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) 2019, sebanyak 31 persen milenial diperkirakan belum memiliki rumah.

Kemudian, data Kemenag 2021 menunjukkan terdapat 1,8 juta angka pernikahan baru setiap tahun. Adapun, data Perumnas menunjukkan kemampuan harga hunian milenial berada di kisaran Rp200 juta sampai dengan Rp400 juta.

Kendati data-data tersebut dikumpulkan beberapa tahun lalu, kondisinya tampaknya belum banyak berubah hingga awal tahun ini. Data-data tersebut menunjukkan adanya persoalan dan mendesaknya kehadiran program perumahan yang dapat terjangkau oleh milenial.

Salah satu bank yang kini fokus menyasar milenial adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN. Sebagai bank yang fokus di segmen KPR, peralihan konsentrasi BTN yang kini terfokus pada kalangan milenial tentu saja memberikan sinyal kuat terkait ke arah mana strategi pemasaran KPR bank di masa mendatang.

Direktur Utama BTN, Haru Koesmahargyo, mengungkapkan bahwa pada awal tahun ini KPR untuk segmen milenial menjadi pendorong laju pertumbuhan kredit perseroan.

“Pada kuartal I/2022 ini dari total pencairan kredit perumahan yang mencapai Rp8,3 triliun, sebesar 90 persen atau sekitar Rp7,5 triliun mengalir ke kalangan milenial,” kata Haru dalam konferensi pers, Jumat (22/4).

Dalam 3 tahun terakhir, yakni 2019 sampai 2021, emiten bank bersandi saham BBTN ini telah menyalurkan KPR sebanyak 388.424 unit rumah kepada kalangan milenial dengan total plafond sebanyak Rp66,7 triliun.

Adapun kriteria perumahan milenial antara lain dekat dengan transportasi umum atau berjarak kurang dari 5 kilometer dari sarana transportasi ke urban area, lokasi perumahan di pinggir atau perbatasan kota.

Lalu, dekat dengan fasilitas olah raga jogging track dan kolam renang, memiliki ketersediaan klinik, apotek, pusat perbelanjaan, dan taman, serta mayoritas harga rumah berada di kisaran Rp200 juta sampai Rp400 juta. Sementara itu, kriteria umur debitur KPR milenial adalah berada di rentang 21-40 tahun.

Haru menyampaikan BTN selalu mendukung milenial untuk mengakses pembiayaan rumah yang layak dan trendy. Dukungan tersebut dilakukan melalui KPR online melalui aplikasi BTN Properti, KPR BTN Gaess for Millenials, dan KPR BTN HITS (Hijrah to Syariah) for Millenials.


Tak hanya BTN, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI juga mencatat adanya geliat permintaan KPR dari kalangan milenial. Perseroan pun mulai fokus menggarap segmen ini.

Corporate Secretary BNI, Mucharom, mengatakan bahwa pekerja muda atau milenial dengan rentang usia 21 sampai 35 tahun menjadi kelompok pekerja yang mendominasi daftar pemohon KPR di BNI. Kini, nasabah milenial pun menjadi salah satu target BNI dalam mengajukan KPR.

“Nasabah ini [milenial] memiliki tingkat pendapatan yang kembali meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi tahun ini. Kebutuhan terhadap rumah baru, serta pasangan muda yang semakin bertambah membuat kebutuhan rumah terus meningkat,” jelas Mucharom kepada Bisnis, Senin (9/5).

Mucharom menyampaikan BNI bersama dengan mitra pengembang proaktif menawarkan rumah-rumah pilihan untuk mencukupi kebutuhan rumah dari para milenial.

Dia menambahkan bahwa BNI senantiasa ikut berperan dalam mendukung program pemerintah di bidang penyediaan kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yakni dengan program penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang bekerja sama dengan Kementerian PUPR.

Pada bulan pertama di tahun 2022, BNI mencatat pertumbuhan KPR sebesar 8,4 persen secara tahunan (year-on-year/ YoY) menjadi Rp50,5 triliun. Adapun untuk kuartal II/2022, BNI menyatakan semua upaya yang telah berjalan akan terus perseroan lanjutkan.

“Tentunya BNI Griya akan menjadi produk andalan yang akan terus kami dorong. Terlebih, produk ini memiliki jangka waktu pembiayaan hingga 30 tahun dengan proses pengajuan melalui e-form online yang akan sangat mempermudah nasabah milenial,” terangnya.

Tak ketinggalan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga menargetkan penyaluran KPR ke segmen milenial sebesar Rp4 triliun pada tahun 2022. Emiten bersandi saham BMRI ini pun memiliki program KPR khusus milenial.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Rudi As Aturridha, berharap program KPR milenial ini akan makin populer di masa yang akan mendatang.

“Untuk prospek ke depan, program KPR milenial ini diharapkan akan semakin populer karena secara demografi kalangan milenial semakin besar komposisinya, dengan target tahun 2022 sebesar Rp4 triliun,” kata Rudi kepada Bisnis.

Adapun, kelebihan yang ditawarkan Bank Mandiri dari program KPR khusus milenial, di antaranya memiliki angsuran ringan dengan suku bunga mulai dari 3,75 persen dan tenor panjang sampai dengan 25 tahun.

Rudi menjelaskan bahwa untuk payroll di Bank Mandiri, proses yang dilakukan cepat tanpa verifikasi ke perusahaan. Sementara itu, untuk perusahaan terpilih, penghasilan yang diperhitungkan untuk aplikasi kredit termasuk dengan bonus dan tunjangan lainnya.

Tercatat, hingga Maret 2022, pencairan KPR dari milenial dengan rentang usia 21 sampai dengan 35 tahun sudah mencapai lebih dari Rp1 triliun.

“Untuk memastikan kualitas kredit dari kalangan milenial ini tetap bagus, maka dilakukan mitigasi berupa pemilihan target market, khususnya untuk milenial yang bekerja di perusahaan-perusahaan yang merupakan nasabah wholesale Bank Mandiri beserta value chain-nya,” jelasnya.

Sepanjang kuartal I/2022, KPR Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan penyaluran KPR mencapai 48 persen YoY jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Rudi menjelaskan bahwa penyaluran tersebut didominasi nasabah yang berstatus sebagai employee atau pegawai. Sejalan dengan hal tersebut, rata-rata ticket size Mandiri KPR berada pada kisaran di bawah Rp600 juta.

“Kami optimis pertumbuhan pencairan KPR akan terus meningkat sepanjang tahun ini,” ucapnya.


Sementara itu, bank wong cilik yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. juga turut menyasar target pasar milenial, tetapi tampaknya tidak seagresif bank-bank BUMN lainnya yang telah disebutkan sebelumnya.

“Untuk tahun ini target penyaluran KPR BRI ke segmen milenial mencapai senilai Rp500 miliar,” kata Corporate Secretary BRI, Aestika Oryza Gunarto kepada Bisnis.

Aes mencatat, BRI telah menyalurkan sebesar 56 persen dari portofolio KPR BRI kepada nasabah milenial hingga akhir Maret 2022. BRI melihat bahwa segmen milenial memiliki prospek yang cerah. Namun di sisi lain, BRI telah memiliki sejumlah strategi untuk memitigasi risiko penyaluran KPR ke segmen milenial.

“Mitigasi yang kami terapkan bagi milenial yakni kepada calon nasabah (debitur) yang fixed income [berpenghasilan pasti] dan untuk pembelian rumah pada developer yang telah menjalin kerja sama dengan BRI,” tuturnya.

Emiten bersandi saham BBRI ini juga menargetkan KPR bisa tumbuh double digit pada tahun ini.

Aes menjelaskan bahwa pertumbuhan KPR BRI yang positif karena didukung beberapa hal antara lain perbaikan business process engineering berupa implementasi Consumer Loan Factoring (CLF) dan juga implementasi BRISPOT konsumer, serta program pemasaran KPR BRI Virtual EXPO yang dilaksanakan dua kali pada tahun lalu.

“BRI optimistis untuk prospek KPR di tahun 2022 sangat baik mengingat sudah membaiknya ekonomi dan masyarakat mulai melakukan pembelian,” ujarnya.

Sementara itu, strategi BRI dalam mendorong pertumbuhan KPR di tahun 2022 yakni dengan tetap memasarkan KPR BRI Virtual Expo 2.0. Tak berhenti di sana, BBRI juga memperbanyak perjanjian kerja sama (PKS) dengan developer potensial dan melakukan sinergi dengan APERSI untuk akselerasi percepatan PKS dengan developer.

Di kalangan bank syariah, PT Bank Syariah Indonesia Tbk. juga tidak ketinggalan memperluas segmen KPR yang menyasar generasi milenial.

SEVP Consumer Banking BSI, Wawan Setiawan, mengatakan BSI menyasar nasabah milenial yang menginginkan program kepemilikan rumah dengan prinsip syariah, harga kompetitif, dan proses yang cepat.

“BSI siap menjalin kemitraan strategis dengan para developer yang kompeten dan capable. Sehingga harapannya industri properti dapat digarap secara optimal dan sustain, tentunya dengan menerapkan prinsip syariah,” ujar Wawan dalam keterangan tertulis.

Wawan melanjutkan, saat ini, BSI berada pada posisi ke-5 terbesar secara nasional sebagai bank penyalur pembiayaan rumah. Adapun, mayoritas penyaluran pembiayaan rumah oleh BSI didominasi di Pulau Jawa sebanyak 68 persen dan di luar Pulau Jawa sebanyak 32 persen.

“Untuk meningkatkan kinerja pembiayaan pada akhir tahun, BSI memberikan terobosan dan inovasi bagi nasabah, yaitu kemudahan akses digital pembiayaan rumah sesuai syariah,” katanya.

(Reporter: Rika Anggraeni)

Editor: Emanuel Berkah Caesario
company-logo

Lanjutkan Membaca

Siasat Bank Memacu KPR Segmen Milenial

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ