Free

Sidak Pasar di Bali, Mendag juga Pastikan Tak Ada Migrasi 450 VA

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan melakukan sidak ke Pasar Badung, Bali. Dia juga memberikan penjelasan terkait isu migrasi listrik dari 450 VA ke 900 VA

Jaffry Prabu Prakoso

21 Sep 2022 - 17.57
A-
A+
Sidak Pasar di Bali, Mendag juga Pastikan Tak Ada Migrasi 450 VA

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat melakukan sidak ke Pasar Badung, Bali

JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan melakukan sidak ke Pasar Badung, Bali memantau harga pangan. Pada momen tersebut, pria yang disapa Zulhas ini juga menyinggung isu migrasi listrik dari 450 VA ke 900 VA kepada penjual dan pembeli.

Zulhas menegaskan bahwa isu soal listrik daya 450 VA akan dinaikkan menjadi 900 VA tidaklah benar. Hal tersebut juga sudah diumumkan Presiden Joko Widodo.

"Saya ingin tambahkan pengumuman hari ini, ini ramai sekali soal listrik yang 450 VA akan dijadikan 900 VA, tidak betul, tidak ada. Presiden sudah mengumumkan tidak ada listrik 450 VA dinaikkan 900 VA," kata dikutip melalui keterangan pers, Rabu (21/9/2022).

Dengan begitu, Zulhas menjelaskan bahwa tidak akan ada perubahan daya listrik masyarakat seperti yang ramai diberitakan selama ini.

"Jadi tidak ada perubahan, bagi masyarakat yang 450 VA tetap 450 VA. Jadi yang ramai diberitakan akan berubah menjadi 900 VA sekali lagi presiden sudah menegaskan 450 VA tetap 450 VA, tidak ada perubahan,"  papar Zulhas

Sementara terkait pangan, Zulhas memantau harga-harga bahan pokok di Pasar Badung cenderung stabil, bahkan berada di bawah rata-rata pasar lainnya.



Petugas Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kota Denpasar membagikan masker gratis kepada pedagang di Pasar Badung, Denpasar, Bali, Rabu (8/4/2020)./Antara-Nyoman Hendra Wibowo



Dia menyebut bahwa harga beberapa bahan pokok seperti bawang merah yang sebesar Rp23.000 per kilo gram dengan subsidi dan Rp25.000 tanpa subsidi. Lalu, ayam sebesar Rp35.000 per kg, daging sapi Rp105.000 per kg, dan cabai sebesar Rp45.000 per kg.

Hanya, kata dia, harga daging kambing agak mahal di Pasar Badung, yakni sebesar Rp160.000 per kg. Menurutnya hal ini disebabkan pemerintah berupaya agar penyakit mulut dan kuku (PMK) tidak masuk ke Bali.

"Kambing memang agak mahal karena agak ketat dari Jawa. Masuk kemari tidak mudah karena memang pemerintah ekstra hati-hati PMK," ucapnya.


Baca juga: Di Balik Kandasnya Rencana Penghapusan Golongan Listrik 450 VA


Selain itu, Zulhas juga memantau peredaran minyak goreng kemasan MinyaKita di Denpasar. Zulhas menyebut harga minyak goreng MinyaKita sebesar Rp14.000 per kemasan.

"Jadi pendek kata, di sini harganya stabil, bahkan di bawah rata-rata pasar di Jawa dan luar Jawa," tutur dia.

Awal Mulai Isu Migrasi Muncul

Dalam keterangan resmi Kementerian ESDM, Rabu (14/9/2022), rencana pengalihan pelanggan rumah tangga 450 VA menjadi 900 VA pertama kali muncul dalam Rapat Kerja Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengenai Asumsi Dasar, Pendapatan, Defisit dan Pembiayaan Dalam Rangka Pembahasan RUU APBN TA 2023 yang berlangsung Senin (12/9/2022).

"Rencana migrasi 450 VA ke 900 VA tersebut didasari keinginan agar subsidi listrik diberikan lebih tepat sasaran. Pada prinsipnya alokasi subsidi listrik tahun 2023 tidak ada pengurangan, hanya DPR menginginkan agar ada pengendalian subsidi listrik melalui pemberian subsidi yang lebih tepat sasaran," tulis Kementerian ESDM dikutip dari laman resminya.

Kementerian ESDM menyatakan usulan pengalihan tersebut masih memerlukan kajian dan pembahasan yang lebih detail termasuk analisis cost and benefit sehingga harus dipastikan rencana tersebut tidak memberatkan pelanggan yang menjadi sasaran.

Berdasarkan data ESDM, saat ini subsidi listrik dinikmati sebagian besar oleh seluruh pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA yang masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).


Baca juga: Dilema PLN Menyetop PLTU Batu Bara demi Transisi Energi


Dari sekitar 24,3 juta pelanggan 450 VA, terdapat sekitar 9,5 juta yang masuk dalam DTKS. Dari 14,8 juta pelanggan 450 VA Non-DTKS, saat ini telah dilakukan survei untuk 12,2 juta.

Hasilnya adalah sekitar 50,1 persen yang berhak menerima subsidi dan 49,9 persen atau 6,1 juta yang ditengarai tidak tepat sasaran. Angka ini berpotensi bertambah sampai survei dilakukan seluruhnya.



Petugas PLN melakukan pemeriksaan listrik dengan protokol kesehatan. Istimewa/PLN



Dalam Rapat Kerja Pemerintah dan Banggar tersebut, diputuskan pagu anggaran subsidi listrik tahun anggaran 2023 sebesar Rp72,58 triliun. Besaran Subsidi listrik tersebut ditetapkan dengan asumsi kurs Rp14.800 per US$ dan ICP US$90 per barel.

Kebijakan subsidi listrik sesuai dengan Nota Keuangan RAPBN 2023 mengamanatkan bahwa subsidi listrik diberikan hanya untuk golongan yang berhak, subsidi listrik untuk rumah tangga diberikan secara tepat sasaran bagi rumah tangga miskin dan rentan, serta mendorong pengembangan energi baru terbarukan yang lebih efisien. (Akbar Evandio)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.