Sikap Pengusaha Sawit Usai RI Kembali Pungut Bea Ekspor CPO

pemerintah kembali memberlakukan pungutan ekspor dan bea keluar untuk produk sawit dan turunannya. Kebijakan ini diambil setelah harga

Rayful Mudassir

4 Des 2022 - 08.29
A-
A+
Sikap Pengusaha Sawit Usai RI Kembali Pungut Bea Ekspor CPO

Pekerja menata kelapa sawit saat panen di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, Minggu (30/8/2020). Badan Litbang Kementerian ESDM memulai kajian kelayakan pemanfaatan minyak nabati murni (crude palm oil/CPO) untuk pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) hingga Desember 2020. Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah kembali memberlakukan tarif pungutan ekspor (PE) dan bea keluar (BK) untuk crude palm oil (CPO) setelah sempat dibebaskan selama beberapa bulan.


Pembebasan PE dan BK dimulai sejak pertengahan tahun hingga 30 Agustus 2022. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 115/2022. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir
company-logo

Lanjutkan Membaca

Sikap Pengusaha Sawit Usai RI Kembali Pungut Bea Ekspor CPO

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.