Singapura hingga Jepang Siap Akuisisi Leasing RI di 2023

OJK mencatat setidaknya terdapat lima perusahaan asing dan lokal tengah menunggu persetujuan untuk meningkatkan kepemilikan di leasing.

Jaffry Prabu Prakoso

5 Jan 2023 - 19.21
A-
A+
Singapura hingga Jepang Siap Akuisisi Leasing RI di 2023

Karyawan beraktivitas di kantor Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Jakarta, Selasa (6/9/2022). Bisnis/Abdurachman

Bisnis, JAKARTA – Perusahaan pembiayaan (multifinance) Indonesia masih menjadi ruang bagi sejumlah investor asing untuk berekspansi. Setelah konglomerasi keuangan Jepang Mitsubishi UFJ Financial Group Inc (MUFG) mengakuisisi Silvrr Technology Co., Ltd. (Akulaku), kini giliran perusahaan asal Korea dan Singapura yang akan unjuk gigi.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa setidaknya terdapat lima perusahaan asing dan lokal–termasuk perusahaan asal Korea dan Singapura–akan menjadi calon investor strategis di perusahaan pembiayaan Indonesia sampai dengan semester I/2023. 

Adapun, aksi akuisisi ini dilakukan untuk memenuhi ekuitas minimal sebesar Rp100 miliar, sebagaimana beleid yang tertuang Peraturan OJK (POJK) No. 35/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan pada Pasal 87 ayat (1) huruf a.


Nasabah menyelesaikan transaksi menggunakan Akulaku PayLater di Jakarta, Senin (11/7/2022). Bisnis/Suselo Jati


“Sampai dengan semester I/2023, sekitar lima multifinance size kecil dan menengah. Calon investor strategis dari Korea itu existing tetapi menaikkan modal disetor menjadi mayoritas maksimum. Ada juga calon investor strategis Singapura dan lokal,” kata Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) I OJK Bambang W. Budiawan kepada Bisnis, Selasa (3/1/2023).

Meski enggan menyebutkan secara rinci nama calon investor strategis, Bambang menuturkan bahwa kelimanya sedang menunggu lampu hijau dari OJK. 

Ramainya investor asing yang mengakuisisi perusahaan pembiayaan alias leasing di Indonesia dinilai karena beberapa alasan dan pertimbangan yang matang sehingga dilirik oleh investor asing, salah satunya luasnya pasar (market) Indonesia.

Baca juga: Inovasi Keuangan Digital demi Bertahan dari Ancaman Resesi

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno melihat bahwa market pembiayaan/pendanaan/pinjam-meminjam di Indonesia masih besar. Begitu pula dengan populasi Indonesia dengan penduduk yang besar, sehingga dapat melebarkan bisnisnya di Indonesia.

“Pasarnya besar karena pembiayaan mempunyai produk yang tidak terkungkung pada leasing, pembiayaan konsumen, atau kartu kredit, tetapi bisa lebih luas. Seperti modal investasi, modal usaha, dan multiguna. Mereka [perusahaan pembiayaan] bisa berinovasi dengan menawarkan produk-produk yang lebih besar,” kata Suwandi saat dihubungi Bisnis, Rabu (4/1/2023).

Pembiayaan multiguna misalnya, Suwandi menuturkan bahwa sudah banyak perusahaan pembiayaan yang masuk ke dalam bisnis dengan layanan buy now pay later (BNPL), di mana perusahaan menawarkan dengan konsep bisnis seperti itu.

Baca juga: Ramalan Nasib Pendanaan Fintech Pinjol di Tahun Sulit

“Ini yang saya lihat ketertarikan dari investor, karena pasar di Indonesia sangat besar, jumlah penduduk yang sangat besar. Jadi menawarkan produk pendanaan atau pembiayaan ini bisa bervariasi dan mempunyai peluang yang besar untuk mereka bisa masuk ke pasar Indonesia, terutama di era digitalisasi,” tuturnya.

Sampai dengan November 2022, industri ini mampu mencetak nilai outstanding piutang pembiayaan mencapai Rp409,49 triliun. Nilai itu tumbuh 12,96 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Jika dibandingkan dengan posisi Oktober 2022, nilai piutang pembiayaan hanya mampu tumbuh 12,17 persen YoY menjadi Rp402,64 triliun.


Berkaca dari kinerja multifinance per November 2022, Suwandi memproyeksikan industri multifinance akan tumbuh di kisaran 5 persen—7 persen pada 2023, sejalan dengan perekonomian nasional.

“[Tahun 2023] mungkin ada perlambatan ekonomi, tetapi proyeksi dari APPI [industri multifinance] akan tetap tumbuh 5 persen—7 persen di tahun 2023,” ucapnya. (Rika Anggraeni)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.