SMGR Manfaatkan Komputasi Awan Tekan Biaya IT

Emiten induk BUMN semen, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) mengakselerasi proses transformasi dari sisi operasional lewat penggunaan komputasi awan.

Dionisio Damara

16 Okt 2023 - 02.31
A-
A+
SMGR Manfaatkan Komputasi Awan Tekan Biaya IT

Semen produksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk./Istimewa

Bisnis, JAKARTA - Emiten holding semen BUMN, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) atau SIG mulai memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi demi mendukung proses bisnisnya di Indonesia dan Vietnam.

Salah satu inisiatif yang dilakukan oleh SIG adalah akselerasi transformasi menggunakan komputasi awan atau cloud computing dengan bermitra bersama Amazon Web Services (AWS).

Saat ini SMGR menguasai lebih dari 50% pangsa pasar. Dalam menjalankan bisnisnya, SMGR didukung pabrik semen terintegrasi di 9 lokasi, pabrik pengemasan di 26 lokasi, 8 pabrik penggilingan semen, 7 pelabuhan, 385 distributor dan lebih dari 70.000 toko ritel. Dengan operasional sebesar ini diperlukan adanya keandalan teknologi yang kuat dan fleksibel.

Senior Vice President of Group Head Information & Communication Technology Semen Indonesia Anindio Daneswara mengatakan sejumlah tantangan masih dihadapi industri semen. Hal ini mendorongnya memanfaatkan teknologi cloud guna meningkatkan keunggulan operasional dan menciptakan peluang yang berkontribusi pada efisiensi dan kinerja keuangan.

“SIG memiliki spektrum operasional yang sangat luas yang didukung ratusan sistem dan aplikasi, termasuk ERP [Enterprise Resource Planning] dan aplikasi khusus yang bersifat kritikal, sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur teknologi yang memadai. Pemanfaatan teknologi cloud diharapkan dapat meningkatkan keandalan dan fleksibilitas dari sistem teknologi informasi dan komunikasi SIG guna menangani kompleksitas dan skala operasional Perusahaan,” katanya, dikutip Minggu (15/10/2023).

Menurut Anindio Daneswara, teknologi cloud mendukung ketersediaan data dan analytics yang membantu manajemen SMGR dalam pengambilan keputusan di seluruh kegiatan operasional Perusahaan. Hal ini karena teknologi cloud memiliki keunggulan dalam pemrosesan dan penyimpanan data, serta menjadi fondasi dasar agar pemanfaatan data analytics dan AI (artificial intelligence) dapat digunakan. 

Baca Juga : Mengebut Realisasi Uji Coba Proyek Transaksi Tol Nirsentuh MLFF 

Dia bercerita mayoritas dari sistem aplikasi kritikal di SIG sudah beroperasi menggunakan tekonologi cloud pada awal 2022. Pada tahun yang sama, SIG berhasil go live dengan inisiatif big data analytics platform yang menjadi sumber informasi tunggal yang kredibel, membantu manajemen dalam pengambilan keputusan.

"Perpindahan dari on-premise menjadi cloud ini diperkirakan meningkatkan kecepatan proses komputasi hingga 1,6 kali dan berkontribusi pada peningkatan efisiensi penggunaan computing resources sebesar 20%. Secara umum, dengan cost leadership dari penggunaan teknologi cloud, kita mempunyai potensi penurunan biaya operasional sekitar 30-40%,” ungkap Anindio.

Lebih jauh, SMGR beserta anak usahanya terus konsisten dalam penerapan manajemen 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan, Rajin) di seluruh aspek operasional perusahaan, SIG mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. 

Baca Juga : Jelajah Pelabuhan 2023: Aktivitas di Pelabuhan Cirebon Bergerak 

Pada ajang 5R Antar Perusahaan di Jatim tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur, SIG dan anak usahanya meraih 7 penghargaan dengan dua di antaranya adalah penghargaan tertinggi (medali emas). 

Penghargaan untuk SIG diberikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur, Himawan Estu Bagijo kepada General Manager of Mining & Raw Material SIG, Suharyanto di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya, Selasa (10/10/2023).

Corporate Secretary Semen Indonesia Vita Mahreyni mengatakan penerapan manajemen 5R sebagai bagian dari implementasi Good Corporate Governance (GCG) dan peningkatan operational exellence yang berkontribusi pada efektivitas dan efisiensi guna mendukung produktivitas kerja serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di seluruh area operasional perusahaan.

Baca Juga : Beras Impor China Mengandung Plastik dan Beracun? 

SIG telah mengoptimalkan kegiatan operasi dan produksi, perubahan model bisnis dalam pengelolaan kegiatan distribusi untuk mengoptimalkan ekosistem logistik SIG, serta implementasi digitalisasi di berbagai lini bisnis secara berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasi. 

"Selain berdampak pada nihil kecelakaan dalam operasional, hal ini berdampak pada biaya produksi yang dapat dikelola dengan baik di tengah kenaikan biaya secara umum,” kata Vita.

Lebih lanjut, Vita Mahreyni menjelaskan penerapan manajemen 5R di lingkup SIG dicapai melalui penataan dan pemeliharaan wilayah kerja dalam upaya memelihara ketertiban, efisiensi, dan disiplin di operasional kerja sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan secara menyeluruh.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.