SpaceX Starlink Masih Belum Bisa Mengudara di IKN

Pemerintah baru sampai pada tahap pendampingan ke pengacara Starlink di Indonesia. Satelit milik Elon Musk ini belum mau buat NOC

Crysania Suhartanto

20 Mar 2024 - 14.25
A-
A+
SpaceX Starlink Masih Belum Bisa Mengudara di IKN

Starlink pada salah satu satelit orbit rendah. /Dok. tangkapan layar SpaceX

Bisnis, JAKARTA – Satelit low earth orbit (LEO) Starlink milik perusahaan wahana antariksa Elon Musk, SpaceX, masih belum mendapatkan izin untuk mengudara di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara untuk melayani pasar ritel hingga Maret 2024.

Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Wayan Toni mengatakan belum ada kabar terbaru terkait perizinan Starlink. 

“Belum ada update apa-apa tentang Starlink, masih seperti semula,” ujar Wayan saat ditemui di Gedung DPR, Selasa (19/3/2024).

Sebagai informasi, sebelumnya Wayan pernah menyatakan bahwa Kemenkominfo sudah sampai ke tahap pendampingan ke pengacara Starlink di Indonesia. 

Baca juga: Kominfo Akan Segera Lelang Frekuensi 700 MHz dan 26 GHz Pada Tahun Ini

“Dia sudah dikasih pendampingan, ‘begini lho cara mengisinya, contohnya. Masalahnya, mereka sampai hari ini tidak mau bikin NOC,” ujar Wayan pada Selasa (5/3/2024).

Sebagai informasi, NOC atau network operation center adalah tempat administrator yang mengawasi, memantau, dan mengamankan jaringan komunikasi. 

Alhasil, Starlink masih belum lengkap dalam mengurusi persyaratan izin ISP. Wayan mengatakan, jika memang Starlink sudah memenuhi semua syarat, izin ISP pasti akan diberikan. 

Lebih lanjut, pada kesempatan kali ini Wayan juga mengatakan sebenarnya sudah ada PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan anak usaha PT PLN (Persero) Icon Plus yang sudah ditunjuk menyediakan jaringan telekomunikasi di IKN. 

Adapun jaringan yang tengah dibangun dua perusahaan tersebut adalah tower, fiber optik, dan BTS.



Wayan mengatakan, nantinya perusahaan operator seluler lainnya akan bekerja sama dengan kedua perusahaan plat merah tersebut untuk menyediakan internet di IKN. 

Namun, Wayan menegaskan bahwa keputusan bilamana Starlink bisa atau tidak untuk mendapatkan izin, semuanya akan bergantung pada perusahaan itu sendiri untuk melengkapi surat-surat yang menjadi persyaratan.

Wayan mengatakan pemerintah tidak akan ikut campur masalah bisnis telekomunikasi di Indonesia, kecuali sudah menyangkut persaingan usaha yang membahayakan.

“Semua penyelenggara telekomunikasi itu tidak terlalu intervensi untuk urusan bisnisnya, tetapi kalau untuk persaingan usaha dan sebagainya, itu komitmennya kita jaga,” ujar Wayan. 

Sementara di sisi lain, Menteri Kementerian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie sempat berharap agar Starlink hanya menyasar pasar business to business (B2B) dan bukan ritel.

Baca juga: SpaceX Starlink Masih Belum Kantongi Izin Layani Ritel Maret 2024

Budi mengatakan, Indonesia masih memiliki ekosistem telekomunikasi yang aktif, yang mana mereka melakukan investasi dengan angka cukup tinggi untuk memeratakan internet di Indonesia.

“B2B oke. Tapi kalau B2C nanti dululah. Ini kan ada ekosistem telekomunikasi yang juga investasi sekian banyak harus kita ajak bicara,” ujar Budi kepada wartawan, Selasa (5/3/2024).

Kemudian, Budi juga mensyaratkan Starlink harus memiliki NOC jika ingin beroperasi di Indonesia. Menurutnya, jika Starlink beroperasi tanpa NOC, industri telekomunikasi di Indonesia bisa habis.   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.