SPEKTRUM: Aku Kejar, Kamu Lari

Temuan Bankrate.com menunjukkan bahwa 46% dari orang dewasa yang meminjamkan uang mengalami kesulitan saat menagih.

Gita Carla Sembiring

14 Sep 2023 - 08.22
A-
A+
SPEKTRUM: Aku Kejar, Kamu Lari

Bisnis, JAKARTA – “Beb, apa kabar?” “Boleh minjem duit sejuta ga? Anak aku sakit nih, besok gajian aku ganti.”

Apakah kalian pernah menghadapi situasi mendapatkan pesan seperti ini dari seorang teman yang sudah lama hilang? Bagaimana cara kalian meresponsnya? Apakah langsung menolak atau mempertimbangkan untuk membantunya?

Untuk orang yang tidak enakan seperti saya, pengalaman menagih utang ke teman bisa dijadikan satu buku sendiri. Ada kalimat lucu soal orang-orang yang punya pengalaman menagih utang, tapi sulitnya ampun-ampun. Disebutnyalah Tutorial Menagih Utang Lebih Ribet Ketimbang Patah Hati.

Memang sulit kalau sudah bicara soal cuan. Ungkapan bahwa "uang tidak mengenal kawan dan keluarga" menggambarkan betapa seringnya urusan keuangan memengaruhi hubungan pertemanan maupun keluarga. Apalagi di Indonesia, budaya meminjam uang kepada saudara atau teman dekat sering berarti menggampangkan.

Padahal, tindakan ini juga berpotensi merusak hubungan Anda dengan peminjam secara permanen. Temuan ini berasal dari survei terbaru yang dilakukan oleh Bankrate.com, yang menunjukkan bahwa 46% dari orang dewasa yang meminjamkan uang mengalami hal tersebut.

Penyesalan besar lainnya yang diungkapkan oleh responden survei adalah saat mereka meminjamkan kartu kredit, yang juga menghasilkan konflik, kehilangan uang, dan penurunan skor kredit.

Salah satu pengalaman menyedihkan yang terpatri di hati saya adalah ketika memimjamkan uang jutaan rupiah kepada sahabat karib. 2023 menjadi tahun kelima dia belum melunasi pinjaman. Hubungan kami pun tidak seerat dulu. Dia sungkan bercerita dan saya malas menanyakan kabar.

Sejatinya, hukum utang-piutang itu tidak boleh disederhanakan seperti itu, sebaliknya harus dijalankan berdasarkan akad yang mengikat satu sama lain sejak awal transaksi, terlepas apakah si pemberi utang orang yang mampu atau tidak.

Memberi pinjaman kepada teman atau saudara dekat sebetulnya sebuah kebajikan, apalagi jika mereka, misalnya, sedang dalam kesulitan yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Jika kita tergolong orang yang mampu atau kebetulan dana yang dipinjamkan itu merupakan simpanan yang tak terpakai, mungkin Anda bisa menangguhkan jadwal penagihan sampai si peminjam uang mampu mengembalikan. Berbeda halnya jika kondisi keuanganmu sedang ngepas, atau misalnya si pemberi utang lalu mengikhlaskan dananya untuk disedekahkan saja.

Apapun itu, pengalaman-pengalaman ini mengajarkan saya bahwa hubungan sejati bisa menghadapi ujian apa pun. Ini juga membuat saya menyadari betapa pentingnya merencanakan keuangan pribadi dengan bijaksana dan mengkomunikasikan harapan dengan jelas dalam hubungan sosial.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.