SPEKTRUM: Janji Politik Bikin Diabetes

Elite politik berkali-kali mengatur taktik ‘perjodohan’ calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) agar bisa menjadi pemenang.

Novita Sari Simamora

20 Okt 2023 - 07.36
A-
A+
SPEKTRUM: Janji Politik Bikin Diabetes

Bisnis, JAKARTA – Setiap 20 Oktober, menjadi tanggal keramat bagi Indonesia. Tanggal yang menandai proses pelantikan anggota DPR, DPD, hingga presiden dan wakil presiden hasil pesta demokrasi 5 tahunan.

Demikian pula dengan presiden dan wakil presiden terpilih hasil pemilihan umum (pemilu) 2024 yang akan berlangsung pada 14 Februari 2024, akan dilantik pada 20 Oktober 2024.

Elite politik berkali-kali mengatur taktik ‘perjodohan’ calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) agar bisa menjadi pemenang. Mulai dari koalisi, blusukan, hingga pencitraan media sosial kian gencar untuk menarik hati masyarakat.

Para politikus sadar bahwa rakyat Indonesia adalah orang-orang yang mudah lupa, mudah marah, dan mudah juga tertawa. Cukup janji, tampil saleh, dan bersikap manis, maka akan mudah disukai masyarakat.

Seorang pengusaha yang terjun ke dunia politik mengaku, bahwa dunia politik lebih menyenangkan dibandingkan dengan bekerja di swasta. Sebab, perencanaan dan target yang diwacanakan akan terus ditagih oleh para pemegang saham.

Namun, saat di dunia politik, semakin banyak janji-janji yang disampaikan, maka masyarakat cepat melupakan janji lama dan terbuai dengan janji-janji baru.

Ada yang unik dalam pendaftaran capres dan cawapres 2024, ketika Mahfud Md menggunakan kemeja putih pusaka yang dipakainya saat gagal menjadi cawapres Jokowi menuju pilpres 2019. Baju putih pusaka ini memberikan semangat baru bagi Mahfud.

Ganjar Pranowo mencari ide melalui Instagram dan netizen menyarankan agar dia pakai baju hitam, karena terlihat bersahaja. “Ganjar baju hitam, Mahfud baju putih. Jangan ada abu-abu di antara kita,” tulis netizen di Instagramnya.

Di sisi lain, Prabowo juga tak berputus dan kembali mencoba peruntungan menjadi capres 2024. Adapula Anies Baswedan menggandeng Cak Imin yang memberikan angin segar ke masyarakat, yakni BBM gratis. Janji ini tentu sangat menggiurkan bagi masyarakat.

Beberapa bulan ke depan pasangan capres-cawapres berlomba-lomba menaklukkan hati rakyat, dengan mengutarakan janji-janji manis, tanpa analisis, beraksesoris agar tampak agamais, dan bermanis-manis agar tak terlihat bengis.

Selama periode PDKT (kampanye) ke penduduk Indonesia, capres dan cawapres tentunya akan menyembunyikan sikap egois, anarkistis, dan materialistisnya. Kini, pilihan ada di tangan rakyat.

Masyarakat Indonesia perlu cerdas dan menganalisis janji-janji manis agar tidak kena diabetes karena terlalu manis. Rakyat perlu kritis agar tidak meringis pada 20 Oktober 2024 hingga 5 tahun depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.