SPEKTRUM : Kecele

Dokumen Grand Strategi Energi Nasional (GSEN) menargetkan pengembangan DME untuk menghentikan impor elpiji pada 2030.

Denis Riantiza Meilanova

13 Apr 2023 - 08.14
A-
A+
SPEKTRUM : Kecele

Denis R. Meilanova/ Assistant Content Manager Bisnis Indonesia

Ketergantungan Indonesia terhadap impor liquefied petroleum gas makin meningkat seiring kenaikan kebutuhan elpiji tiap tahunnya. Pada 2022, porsi impor mencapai 78,7% dari total kebutuhan konsumsi elpiji.

Bumi Pertiwi ini memang kaya akan sumber daya gas bumi. Namun, karakter gas yang diproduksi sumur migas dalam negeri didominasi oleh gas kering atau lean gas dengan konsentrasi tinggi metana dan etana, sementara itu untuk memproduksi elpiji dibutuhkan jenis gas dengan kandungan propana dan butana.

Lapangan migas yang memproduksi elpiji jumlahnya terbatas. Produksi elpiji nasional dari tahun ke tahun tak banyak berubah.

Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hanya sekitar 1,98 juta metrik ton tiap tahunnya dari total kebutuhan konsumsi 8,56 juta metrik ton. Alternatif pemanfaatan gas bumi yang dapat digunakan untuk konsumsi perumahan atau industri tentu ada. Produksi lean gas dapat dimanfaatkan untuk jaringan gas kota.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan Login Di Sini

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.