SPEKTRUM : (Lagi) Impor Beras

Akankah Indonesia sebagai negara agraris yang terkenal gemah ripah loh jinawi ini terus mencari jalan pintas untuk memenuhi pangan dalam negeri. Atau kita bisa mewujudkan mimpi, menjadi negara mandiri dengan sumber pangan yang berasal dari tanah garapan sendiri?

Anggara Pernando

29 Mar 2023 - 09.39
A-
A+
SPEKTRUM : (Lagi) Impor Beras

Anggara Pernando, Content Manager Bisnis Indonesia

Keputusan Presiden Joko Widodo mengimpor beras kembali mendapat sorotan. Keputusan impor beras tentu bukan yang pertama dilakukan. Bedanya, kali ini Presiden tak mengumumkan keputusan itu secara terbuka. Publik tiba-tiba dikagetkan dengan adanya surat penugasan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada Perum Bulog.

Dalam surat bernomor B2/TU.03.03/K/3/2023 yang ditandatangani Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi pada 24 Maret 2023 itu tertera angka yang tak sedikit. Hingga akhir tahun perusahaan umum itu diperintahkan mengimpor hingga 2 juta ton beras. Padahal pada Maret ini juga petani sedang bersuka cita menyambut panen raya yang baru tiba.

Bapanas mencium resah petani. Dalam surat yang dilayangkan, Arief meminta Bulog melakukan penyerapan optimal ke petani. Presiden Joko Widodo juga menyadari hal serupa. Bulan lalu di Pasar Wonokromo, Surabaya, Presiden menyebut sepanjang Februari dan Maret akan ada panen raya dari 2,9 juta hektare lahan petani. Panen raya diprediksi akan terus terjadi hingga Mei.

Lalu, di tengah gegap gempita panen raya, kabar impor dari pemerintah memupus suka cita. Maka kebijakan peningkatan produksi beras Tanah Air kembali mengemuka. Bagaimana sebenarnya negeri ini bersiap menghadapi siklus tahunan yang selalu berulang tentang stok nasional yang menipis?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario
Jelajahi peluang bisnis terpercaya dengan berlangganan
Temukan keleluasaan dan keuntungan maksimal dengan pilihan paket berlangganan eksklusif ini
BERLANGGANAN SEKARANG
Tidak Memerlukan Komitmen, Batalkan Kapan Saja
Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.