SPEKTRUM: Modal Nikah

Menikah menjadi momen penting dalam kehidupan setiap individu.

Aprianto Cahyo

5 Apr 2023 - 09.08
A-
A+
SPEKTRUM: Modal Nikah

Aprianto Cahyo Nugroho

Menikah menjadi momen penting dalam kehidupan setiap individu. Namun, di Indonesia, mahalnya biaya menikah seakan menjadi batu besar bagi sang calon mempelai. Berkaca pada perhitungan estimasi biaya pernikahan yang dihimpun DataIndonesia.id, median biaya pernikahan di Indonesia dapat mencapai Rp245,65 juta dengan tamu undangan 250 orang.

Biaya tempat dan katering menjadi komponen terbesar yang perlu dikeluarkan untuk  menggelar  resepsi pernikahan dengan nilai median Rp141,44 juta untuk 500 orang, dengan asumsi satu tamu   undangan menghadiri resepsi dengan satu rekan.

Kemudian, median biaya yang harus ditanggung untuk membayar jasa pengelola pernikahan sebesar  Rp17,91   juta untuk 250 tamu undangan.  

Median biaya untuk dekorasi mencapai Rp20,9  juta. Lalu, median biaya yang harus digelontorkan untuk gaun dan jas dalam resepsi pernikahan masing-masing mencapai Rp13,87 juta dan Rp6,27  juta, sedangkan biaya yang harus disiapkan untuk membeli cincin nikah sebesar Rp9,96  juta. 

Ada  pula  biaya  yang diperlukan  untuk keperluan  fotografi untuk resepsi maupun pranikah berturut-turut senilai Rp7,55 juta dan Rp5 juta. Median  biaya   hiburan  diestimasikan  sebesar   Rp7,5  juta. 

Median  biaya  untuk  jasa  tata   rias  pengantin  diestimasikan  sebesar  Rp4,5   juta.  Untuk  undangan,  nilai  median   biayanya  diperkirakan menghabiskan  Rp4,5   juta  untuk  250  tamu  undangan.

Segunung  biaya  tersebut   pun  belum  termasuk   biaya  yang  diperlukan   untuk  pemberian  mahar  pernikahan.  Di   sejumlah  daerah  di Tanah  Air,   biaya  untuk  mahar   ini  bisa  sangat   mahal. 

Atas  besarnya  biaya   tersebut,    banyak  individu   memutuskan  untuk  menunda   menikah  dan  memilih  mengejar   karier  terlebih  dahulu, sambil   mengumpulkan  modal  menikah.

Alternatif  lain  ‘mengakali’   biaya  ini  pun   mulai  ditempuh  pasangan  muda.  Saat   ini  mulai  muncul   tren  pernikahan  sederhana,   dengan hanya  melaksanakan   akad  atau  pemberkatan   tanpa  menggelar  resepsi.

Merencanakan   pernikahan  memang  perlu   pertimbangan  matang,  karena,  biasanya,   ini  adalah  perhelatan   sekali  seumur  hidup.   

Namun,  seharusnya  persoalan   biaya  resepsi  pernikahan  bukan   menjadi  pertimbangan  utama   dalam  mendirikan  bahtera  rumah   tangga, karena  masih  ada   segunung  persoalan  dan  hal  lain   yang  akan  dihadapi   ketika  sudah  menjadi   keluarga.

Jangan  sampai  kita   sibuk  memikirkan  momen   pernikahan  yang  sesaat,  tetapi   mengabaikan  perencanaan  membangun   rumah  tangga yang  berlangsung   seumur  hidup.  Semoga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.