SPEKTRUM : Sir Alex Ferguson

Sayangnya dinasti yang coba dibangun oleh Sir Alex Ferguson tidak berhasil sebab David Moyes tidak menerima banyak dukungan dari fans dan pihak internal.

Pandu Gumilar

27 Okt 2023 - 08.27
A-
A+
SPEKTRUM : Sir Alex Ferguson

Pandu Gumilar

Bersama Sir Alex Ferguson selama 27 tahun, Manchester United menjelma sebagai salah satu kekuatan sepak bola Eropa yang bahkan dielukan seantero dunia.

Selama 141 tahun berdiri, Klub Setan Merah itu telah memenangi 20 trofi Liga Inggris yang 13 di antaranya dipersembahkan oleh Sir Alex Ferguson. Pelatih kenamaan itu telah memenangkan 38 trofi, termasuk 13 gelar Liga Premier, 5 Piala FA, dan 2 gelar Liga Champions UEFA selama 26 tahun.

Dia juga dianugerahi gelar kebangsawanan dalam daftar Penghargaan Ulang Tahun Ratu 1999 atas jasanya pada permainan tersebut. Pada 2010 silam, Sir Alex Ferguson juga memecahkan rekor sebagai pelatih terlama Manchester United yang sebelumnya dipegang oleh Sir Matt Busby.

Di bawah takhtanya, klub Manchester itu menjadi hegemoni dalam sepak bola yang menggeser kedigdayaan Liverpool. Sejak awal 1990 sampai dengan akhir pengabdiannya, Sir Alex seolah mampu membungkam kemampuan rival abadinya di Liga Inggris.

Di akhir masa jabatannya, pria asal Skotlandia itu sempat menunjuk David Moyes sebagai suksesornya.

Menurutnya, Moyes kala itu adalah figur yang paling cocok dengan fondasi ala Setan Merah yang telah dia tancapkan. Sebuah pertandingan harus diperjuangkan hingga peluit akhir berbunyi.

Sayangnya dinasti yang coba dibangun oleh Sir Alex Ferguson tidak berhasil sebab David Moyes tidak menerima banyak dukungan dari fans dan pihak internal. Salah satunya adalah kebijakan transfer yang sangat irit.

Moyes hanya dapat memboyong empat pemain saja seperti Juan Mata, Marouane Fellaini, Guilermo Varella dan Saidy Janko. Bisa dibilang transfer tersebut tidak terlalu cemerlang karena kontribusi keempatnya yang minim.

Sayangnya masa jabatan suksesor Ferguson di Manchester United itu pun tidak lama. Aura Theater of Dream yang selama masa Sir Alex Ferguson mencekam bagi para lawan pun mulai sirna.

Manchester United kehilangan arah sehingga harus berganti satu pelatih ke pelatih lainnya. Beberapa legenda seperti Ryan Gigs, Michael Carrick, hingga Ole Gunnar Solskjær pernah didapuk sebagai penguasa ruang ganti.

Selain itu nama besar seperti Jose Mourinho dan Louis van Gaal juga ditunjuk sebagai manajer tim. Akan tetapi, tsunami trofi urung terjadi. Setan Merah kini dikenal sebagai tim yang kerap mengalami personal di luar lapangan. Seperti yang terjadi antara Erik Ten Hag dengan Christiano Ronaldo dan Jadon Sancho.

Satu hal yang luar biasa terkait Sir Alex Ferguson adalah seni manajemen dan standar tinggi yang dia miliki. “Menang adalah sifat saya!”

Akan tetapi dalam hal memilih suksesor untuk mempertahankan dinastinya, Sir Alex Ferguson bisa jadi tidak terlalu andal. Misalnya dua orang yang dia dukung yaitu Moyes dan Solskjær pun bernasib sama.

Ya di lain tulisan, kita ulas lagi soal dinasti-dinasti yang berujung weleh-weleh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.