Sri Mulyani Pastikan Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kondisi nilai tukar rupiah tetap menguat di tengah mata uang negara lain yang terkoreksi terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Annasa Rizki Kamalina

21 Sep 2023 - 14.54
A-
A+
Sri Mulyani Pastikan Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) bersama Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) dan Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah (kanan) dalam konferensi pers usai Rapat Paripurna Pengambilan Keputusan atas RUU APBN 2024 di Kompleks Parlemen, Kamis (21/9/2023)/Annasa Rizki Kamalina

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kondisi nilai tukar rupiah tetap menguat di tengah mata uang negara lain yang terkoreksi terhadap dolar Amerika Serikat (AS). 

“Year-to-date untuk rupiah kita masih mengalami penguatan sebesar 2,5 persen. Ini merupakan sebuah capaian dan harus tetap kita jaga,” ujarnya dalam Rapat Paripurna DPR ke-6 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2023-2024 tentang Pengambilan Keputusan atas RUU APBN TA 2024, Kamis (21/9/2023). 

Sri Mulyani menyampaikan bahwa sepanjang periode 2023, nilai tukar rupiah dan berbagai negara mengalami pelemahan terhadap dolar AS. 

Baca juga: Mengenal SRBI, Manuver Baru BI Stabilkan Rupiah

Dirinya menjelaskan mulai dari Yen Jepang telah mengalami depresiasi bahkan hingga 11,8 persen. Renminbi China mengalami depresiasi 5,7 persen, sedangkan Lira Turki mengalami depresiasi hingga 43,6 persen. 

Demikian juga yang terjadi dengan negara-negara Asean, di mana Ringgit Malaysia terdepresiasi 6,1 persen, Baht Thailand terdepresiasi 2,6 persen, dan Peso Filipina terdepresiasi 1,7 persen. 

Berdasarkan data Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka melemah 0,09 persen atau 1,5 poin ke posisi Rp15.395. Kendati rupiah lemah, indeks dolar terpantau menguat 0,21 persen ke posisi 105,546.  

Sama seperti Indonesia, mata uang lain di kawasan Asia hampir semua mengalami pelemahan. Bahkan, yen Jepang terparkir di zona merah dengan posisi yang stagnan, di sisi lain dolar Hong Kong mengalami pelemahan 0,03 persen, dan dolar Singapura melemah 0,16 persen.

Adapun, dalam realisasi APBN Kita edisi September 2023, Rupiah 19 September 2023 tercatat Rp15.373 (eop) atau rata-rata Rp15.109 (ytd), terapresiasi 2,28 persen dibandingkan nilai tukar awal tahun 2023. 

Sementara DPR dan pemerintah telah menyepakati asumsi dasar makro pada 2024 untuk nilai tukar rupiah sebesar Rp15.000 per dolar AS.

Dalam agenda yang sama pada Kamis,  Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani secara resmi mengesahkan Undang-undang (UU) APBN 2024 dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-6 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2023 – 2024, Kamis (21/9/2023). 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa PABN akan tetap diandalkan untuk menghadapi berbagai potensi dan gejolak ekonomi yang saat ini terjadi. 

“Pemerintah dan DPR memiliki kesepahaman bahwa APBN 2024 tetap harus menjadi instrumen kebijakan yang dpaat diandalkan menghadapi berbagai potensi dan gejolak ekonomi geopolitik dan menjadi instrumen penting dalam mencapai agenda pembangunan termasuk pelaksanaan pemilu serentak pada 2024,” jelasnya.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.