ST008 Laris Manis, Tandai Kesuksesan Penerbitan SBN Tahun Ini

Pemerintah menutup penawaran lebih awal karena target penjualan ST008 sebesar Rp 5 triliun telah tercapai.

Lorenzo Anugrah Mahardhika

17 Nov 2021 - 15.10
A-
A+
ST008 Laris Manis, Tandai Kesuksesan Penerbitan SBN Tahun Ini

Ilustrasi Sukuk Negara Ritel. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis, JAKARTA - Pemerintah kembali mencatatkan hasil yang positif pada penerbitan sukuk tabungan seri ST008. Meskipun kupon yang ditawarkan terbilang rendah, namun, animo investor tetap tinggi untuk menyerap sukuk tabungan tersebut.

Tak heran jika pemesanan ST008 telah mencapai target yang ditetapkan sebelum masa penawaran usai. Berdasarkan data yang dilansir dari salah satu mitra distribusi daring Rabu (17/11/2021) sekitar pukul 10.00 WIB, total penjualan ST008 telah menyentuh Rp5 triliun, yang merupakan target pemerintah. Kuota pemesanan pada mitra distribusi tersebut pun sudah tercatat Rp0 dari target Rp5 triliun. 

Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Kementerian Keuangan, Dwi Irianti, tak heran dengan capaian apik tersebut. Dia mengatakan animo investor ritel terhadap ST008 sangat besar sejak awal masa penawaran. 

Pada hari pertama penawaran, 1 November 2021, pemerintah berhasil menjual ST008 sebanyak Rp1 triliun. Pada hari selanjutnya, minat masyarakat semakin besar dan kembali terjual senilai Rp1 triliun. 

Untuk memberikan kesempatan bagi para investor, lanjut Dwi, pemerintah memutuskan untuk membuat kuota harian pada periode 3 - 15 November 2021. Dengan sistem tersebut, animo investor tak menurun.  

"Tanggal 12 November kemarin, kami berhasil menjual ST008 sebanyak Rp200 miliar hanya dalam 3 menit," katanya saat dihubungi Bisnis, Rabu (17/11/2021). 

 

 

Dengan minat investor yang sangat tinggi tersebut, maka pemerintah sudah menutup masa penjualan ST008 sejak Selasa (16/11/2021) kemarin. Keputusan pemerintah itu lebih cepat satu hari dari penutupan masa penawaran yang dijadwalkan sebelumnya, yaitu17 November 2021.

Dengan suksesnya penjualan ST008, pemerintah pun menambah daftar panjang keberhasilan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel tahun ini. Hingga pertengahan November 2021, penghimpunan dana melalui instrumen tersebut telah menembus Rp90 triliun. 

Jumlah itu bahkan telah berada di atas target yang dipatok pemerintah untuk tahun ini. Di awal tahun, Direktur Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, mengungkapkan pemerintah memasang target penjualan SBN ritel untuk 2021 di kisaran Rp60-Rp80 triliun. Angka ini tak jauh dari realisasi penerbitan SBN ritel sepanjang 2020 yang mencapai Rp76,78 triliun.

Sebelum ST 008, pemerintah menorehkan rekor penjualan SBN ritel tertinggi sepanjang sejarah melalui penerbitan sukuk ritel (SR) seri SR015 secara daring. Rekor sebelumnya dicatatkan oleh obligasi ritel (ORI) seri OR019 yang membukukan penjualan senilai Rp26 triliun pada awal tahun ini.

SR015 juga berhasil menggeser SR013 sebagai sukuk ritel terlaris sepanjang sejarah penerbitan secara daring. SR019 yang diterbitkan pada 2020 lalu menghimpun penawaran Rp25,67 triliun.

Adapun pada 2020 lalu, pemerintah telah menerbitkan 6 SBN ritel terdiri atas 1 savings bonds ritel (seri SBR009), 2 sukuk ritel (seri ST012 dan ST013), 2 obligasi negara ritel (seri ORI017 dan ORI018), dan 1 sukuk tabungan (seri ST007). Pada tahun lalu, seri SR013 menjadi yang paling banyak dipesan dengan jumlah pemesanan yang ditetapkan Rp25,67 triliun.


Kupon Rendah Tak Jadi Masalah

Fenomena lain yang menarik dicermati dari suksesnya penerbitan ST008 yaitu rendahnya kupon yang ditawarkan oleh pemerintah.

Pemerintah menetapkan kupon yang ditetapkan untuk seri ST008 sebesar 4,80 persen yang bersifat mengambang atau floating with floor. Artinya besaran kupon ST008 akan disesuaikan dengan perubahan tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI) sebagai acuan.

Pembayaran kupon akan dilakukan pada tanggal 10 Desember 2021-10 Februari 2022 dengan kupon yang berlaku kupon sebesar 4,80 persen. Perinciannya, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) pada saat penetapan sebesar 3,50 persen ditambah spread yang ditetapkan sebesar 130 bps.

Head of Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan ketertarikan investor ritel terhadap ST008 terbilang cukup tinggi. Ia meyakini penjualan ST008 dapat memenuhi target yang dipatok pemerintah, yakni sekitar Rp5 triliun.

“Menurut saya targetnya bisa tercapai, asalkan pemerintah masih memberi kuota yang cukup untuk mencapainya,” jelasnya saat dihubungi pada Rabu (10/11/2021).

 

 

Ia menjelaskan, minat investor terhadap ST008 salah satunya ditopang oleh tingkat likuiditas investor ritel yang masih cukup besar di akhir tahun. Mereka masih mencari instrumen investasi yang berisiko rendah dan menguntungkan.

Dari sisi return, Wawan mengatakan ST008 juga menawarkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan instrumen sejenis seperti deposito meski ditawarkan dengan kupon yang lebih rendah dibandingkan seri sebelumnya, yakni 4,8 persen. Ia mengatakan, investasi pada deposito dikenakan pajak sebesar 20 persen.

Sementara itu, investasi pada instrumen obligasi ritel seperti ST008 hanya dikenakan pajak sebesar 10 persen. Hal tersebut membuat ST008 memberikan return yang lebih tinggi secara tahunan dibandingkan dengan deposito.

“Instrumen ini juga cocok untuk investor ritel yang horizon investasinya jangka pendek, karena ST008 bertenor 2 tahun,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Febrina Ratna Iskana

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.