Strategi Investasi Indonesia Re Menapaki 2024

Perbaikan performa kinerja perusahaan reasuransi dapat didorong oleh hasil investasi yang membaik.

Pernita Hestin Untari

20 Feb 2024 - 15.58
A-
A+
Strategi Investasi Indonesia Re Menapaki 2024

Peserta memperhatikan company profil BUMN reasuransi terbesar di Tanah Air dalam acara Indonesia Re International Conference 2023./ Bisnis - Abdurachman

Bisnis,  JAKARTA—  Perbaikan performa kinerja perusahaan reasuransi dapat didorong oleh hasil investasi yang membaik. 

PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re) juga telah membeberkan strategi investasi pada tahun ini. Kendati begitu, Direktur Utama Indonesia Re Benny Waworuntu mengatakan, perusahaan reasuransi terikat dengan aturan, sehingga kemungkinan strategi yang diterapkan perseroan tidak jauh berbeda dengan tahun lalu.

Dalam hal ini, lanjut Benny, perseroan harus menyesuaikan aset berupa investasi dengan kewajiban mereka untuk memberikan proteksi dan pembayaran klaim. Dia mematikan pengelolaan investasi Indonesia Re pada tahun ini akan mengedepankan investasi yang aktif dengan risiko yang terukur, bijaksana, patuh, berkelanjuan, dan risk based investment.

“Kami enggak mau terlalu agresif, karena kami memperhatikan bagaimana kewajiban kami,” katanya dikutip Selasa (20/2/2024).

Adapun dikutip dari Pasal 5 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 5 Tahun 2023, perusahaan asuransi dan reasuransi wajib menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penempatan investasi. Adapun aset yang diperkenankan dalam bentuk investasi harus ditempatkan pada jenis instrumen antara lain deposito berjangka pada bank, BPR, dan BPRS. 

Karyawan beraktivitas di dekat logo-logo perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Rabu (5/1/2021). Bisnis/Suselo Jati

Termasuk deposit on call dan deposito yang berjangka waktu kurang dari atau sama dengan satu bulan.   Instrumen investasi lainnya yakni sertifikat deposito pada bank, saham yang tercatat di bursa efek, obligasi korporasi yang tercatat di bursa efek, dan MTN. Selain itu, surat berharga yang diterbitkan oleh negara Republik Indonesia (RI), negara selain negara RI, ataupun Bank Indonesia (BI).  

Selain itu surat berharga yang diterbitkan oleh lembaga multinasional yang negara RI menjadi salah satu anggota atau pemegang sahamnya juga diperbolehkan. Instrumen lainnya yang diperbolehkan yakni reksadana, efek beragun aset, dana investasi real estat berbentuk kontrak investasi kolektif.  

Baca Juga: Peluang Reasuransi Kejar Peningkatan RBC Usai Turun

Selain itu, ada transaksi surat berharga melalui repurchase agreement (REPO). Lalu penyertaan langsung pada perseroan terbatas yang sahamnya tidak tercatat di bursa efek. Investasi juga dapat berupa tanah, bangunan dengan hak strata (strata title) atau tanah dengan bangunan. 

 Kemudian pembiayaan melalui mekanisme kerja sama dengan pihak lain dalam bentuk kerja sama pemberian kredit (executing). Terakhir emas murni, pinjaman polis, obligasi daerah, dan dana investasi infrastruktur berbentuk kontrak investasi kolektif. 

Per 31 Desember 2023, Indonesia Re telah mencatatkan jumlah investasi sebanyak Rp5,5 triliun. Perinciannya antara lain 37,04% ke deposito senilai Rp2,03 triliun, kemudian Surat Utang Negara (SUN) 30,9% senilai Rp1,7 triliun.  Instrumen investasi lainnya yakni reksa dana sebesar 15,92% senilai Rp876 miliar, obligasi Rp603 miliar atau mewakili 10,97%, saham 3,52% atau sebesar Rp193 miliar. 

Adapun instrumen investasi lainnya yang berkontribusi di bawah 1% yakni Medium Term Notes (MTN) Rp53,6 miliar, Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) Rp34,2 miliar, serta penyertaan lainnya Rp2,43 miliar.

Belum lagi, reasuransi juga masih menghadapi tantangan hardening market pada tahun ini. Hal tersebut terjadi lantaran masih adanya kenaikan harga dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan loss ratio pada beberapa bisnis. 

Dia mengatakan, hardening market menyebabkan perusahaan reasuransi lebih berhati-hati untuk memberikan kapasitasnya kepada perusahaan asuransi. Bahkan Indonesia Re menyebut akan lebih selektif dan memperkuat perolehan premi pada tahun ini. 

“Di samping itu, kami khususnya selama tiga tahun terakhir melakukan perbaikan yang signifikan ke term of condition, kapasitas yang kami berikan, dan harga retensi,” kata Benny.

Dia mengatakan, tahun politik justru tidak berpengaruh besar. Menurutnya, industri juga sudah terbiasa dengan pemilihan umum (Pemilu). Selain itu, industri asuransi dan reasuransi juga telah teruji melewati situasi pemilu. 

Baca Juga: Asuransi Andalkan Produk Tradisional Saat Unit-Linked Sedang Payah

“Seperti halnya bagaimana nanti investasi karena kan salah satu sumber pemasukan, walaupun enggak fokus ke situ, tapi tidak bisa dinafikan bahwa salah satu unsur pemasukan industri perasuransian selain penghasilan underwriting juga hasil investasi atau pendapatan investasi ,” katanya.

Dengan demikian, apabila secara makro tidak ada masalah dengan investasi, maka akan bagus, begitu juga sebaliknya. Dikutip dari laporan keuangan Indonesia Re pada Januari 2024, perseroan telah mencatatkan laba setelah pajak sebanyak Rp7,36 miliar. Perolehan laba membaik setelah sebelumnya mencatatkan kerugian Rp27,8 miliar pada Januari 2023. 

Perbaikan ini didorong oleh hasil investasi yang membaik mencapai Rp59,7 miliar, di mana pada Januari 2023 sempat negatif 17,3 miliar. Dari sisi jumlah pendapatan premi turun 16,6% menjadi Rp503 miliar dari sebelumnya Rp603 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.