Strategi Mengelola Bisnis Keluarga Agar Tidak Rugi, Pecah, dan Bangkrut

Meskipun memiliki pengaruh kuat terhadap perekonomian, dominasi ini juga membawa tantangan besar berupa potensi konflik internal yang dapat mengancam keberlangsungan bisnis.

Redaksi

5 Jun 2024 - 20.00
A-
A+
Strategi Mengelola Bisnis Keluarga Agar Tidak Rugi, Pecah, dan Bangkrut

Ilustrasi bisnis keluarga. Sumber: Canva

Bisnis, JAKARTA — Perusahaan keluarga mendominasi tidak saja lanskap bisnis Indonesia, tetapi juga Asia Tenggara. Meskipun memiliki pengaruh kuat terhadap perekonomian, dominasi ini juga membawa tantangan besar berupa potensi konflik internal yang dapat mengancam keberlangsungan bisnis.

Tata kelola yang efektif menjadi kunci untuk menjaga keharmonisan dan memastikan kelangsungan usaha, sebagaimana diungkapkan oleh berbagai pakar dalam seminar yang diadakan oleh Entrepreneurs’ Organization (EO) Indonesia.

Berdasarkan laporan PwC, 95% perusahaan yang ada di Indonesia adalah bisnis milik keluarga. Dominasi bisnis keluarga ini tak hanya terjadi di kalangan perusahaan kecil, tetapi juga dari banyak perusahaan besar di Asia Tenggara.

Riset BCG menunjukkan bahwa sebanyak 54% dari 200 perusahaan terbesar di wilayah ini merupakan perusahaan keluarga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.