Strategi Pertamina di Kilang Cilacap Amankan Kebutuhan BBM

Refinery Unit IV Cilacap yang memiliki kapasitas produksi 348.000 barel per hari dan terlengkap fasilitasnya memasok 34 persen kebutuhan BBM di dalam negeri. Sementara itu, untuk kebutuhan BBM di Pulau Jawa, sekitar 60 persennya dipasok dari Kilang Cilacap.

Ibeth Nurbaiti
May 1, 2022 - 6:00 AM
A-
A+
Strategi Pertamina di Kilang Cilacap Amankan Kebutuhan BBM

Sejumlah kendaraan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina di rest area kilometer 57 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jawa Barat, Selasa (26/4/2022). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Bisnis, JAKARTA — Sebagai salah satu dari tujuh jajaran unit pengolahan bahan bakar minyak (BBM) di Tanah Air dengan kapasitas produksi terbesar, Refinery Unit IV Cilacap dijaga betul agar ketersediaan stok bahan bakar tersebut dalam kondisi aman.

Apalagi, konsumsi BBM diproyeksikan terus meningkat setiap tahunnya, terutama pada masa Lebaran 2022, sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mempersilakan masyarakat untuk melakukan mudik. 

Setidaknya, konsumsi selama arus mudik Lebaran tahun ini diprediksikan mengalami peningkatan hingga 10 persen—15 persen dibandingkan dengan periode yang sama Lebaran 2019.

Secara nasional, Refinery Unit IV Cilacap yang memiliki kapasitas produksi 348.000 barel per hari dan terlengkap fasilitasnya memasok 34 persen kebutuhan BBM di dalam negeri. Sementara itu, untuk kebutuhan BBM di Pulau Jawa, sekitar 60 persennya dipasok dari Kilang Cilacap.

Baca juga: Menyingkap Fakta di Balik Harga BBM Indonesia yang Kian Mahal

Untuk memantau kondisi Kilang Cilacap saat operasional maupun perawatan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, mengoperasikan fasilitas strategic command center (SCC).

Dikutip dari Antara, Pjs. General Manajer PT KPI RU IV Cilacap Arief Budiyanto mengatakan dengan dioperasikannya fasilitas SCC yang berada di area kantor pusat PT Pertamina (Persero), operasional dan produksi terutama pada Lebaran tahun ini diharapkan dapat dioptimalkan.


“SCC merupakan media pengawasan dan monitoring manajemen. Selain itu, sebagai upaya transformasi digitalisasi aspek bisnis di Pertamina untuk meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan,” ujarnya, dikutip Minggu (1/5/2022).

Dengan hadirnya SCC, seluruh aktivitas dan permasalahan kilang dapat terpantau ketat oleh manajemen, sehingga setiap permasalahan akan mudah dicarikan solusi dari segala cakupan di masing-masing bidang.

SCC memiliki beberapa monitor yang menampilkan dashboard proses bisnis RU IV yang terdiri dari monitor value creation dan value protection. Monitor value creation merupakan dashboard utama yang terdiri atas financial dashboard, dashboard arus minyak, process and quality dashboard, serta competency dashboard sebagai sistem monitoring sertifikasi dan pembinaan pekerja.

Baca juga: Kinerja Positif Kilang Plaju Amankan Pasokan BBM

Sementara itu, untuk monitor value protection yang terdiri atas HSSE dashboard, reliability dashboard, maintenance dashboard, dan BOC dashboard.

Menurut Arief, penggunaan fasilitas SCC tersebut merupakan akselerasi transformasi digital Pertamina yang sudah menjadi sebuah keharusan di era saat ini. Hal ini juga sejalan dengan upaya transformasi digitalisasi di tubuh Pertamina.

“Dengan hadirnya fasilitas SCC, Kilang Cilacap semakin bisa memonitor dengan ketat produksi kilang terutama BBM dan elpiji, sehingga ketersediaan stok bahan bakar tersebut dapat terpantau dengan baik untuk memastikan kelancaran penyalurannya ke terminal BBM menjelang Lebaran 2022,” katanya.


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif sebelumnya meminta Pertamina untuk mengoptimalkan pelayanan, sejalan dengan proyeksi peningkatan konsumsi BBM selama masa mudik Lebaran 2022.

Dengan proyeksi peningkatan itu pula, Arifin bersama jajarannya melakukan pengecekan ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bahak Umum (SPBU) di Tol Trans Jawa. “Setelah dilakukan pengecekan, maka dipastikan Pertamina sudah siap untuk mencukupi kebutuhan para pemudik dan masyarakat,” ujarnya.

Untuk BBM jenis Pertalite, Solar, Pertamax, dan lainnya dipastikan sudah siap, bahkan diperkirakan bisa mencukupi sampai masa Lebaran 2022 berakhir. Selain penyediaan BBM, Pertamina juga telah menyiapkan pendistribusiannya agar bisa memenuhi kebutuhan para pemudik, terutama di beberapa tempat istirahat yang sebelumnya tidak terdapat SPBU.

Baca juga: Melihat Kesiapan Satgas Rafi Pertamina Jelang Mudik Lebaran 2022

Sementara itu, Executive General Manajer PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Waljiyanto mengatakan konsumsi semua jenis BBM di wilayah kerjanya, mengalami peningkatan mencapai 20 persen—50 persen dibandingkan dengan hari biasanya.

Namun demikian, pihaknya telah mempersiapkan kebutuhan semua jenis BBM karena peningkatan konsumsi BBM tersebut sudah diprediksi jauh-jauh hari.

Menurut dia, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Pertamina juga sudah mempersiapkan mobil pengangkut BBM untuk cadangan. Waljiyanto memastikan bahwa Pertamina memiliki persediaan yang cukup, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kehabisan BBM.

Editor: Ibeth Nurbaiti
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan Login Di Sini