Strategi Terminal Petikemas Surabaya Percepat Bongkar Muat

Dalam waktu dekat, Terminal Petikemas Surabaya merencanakan investasi CC dan RTG elektrik baru guna meningkatkan kinerja terminal. Rencananya, investasi tersebut akan direalisasikan pada 2024 mendatang.

Dany Saputra

8 Sep 2022 - 21.00
A-
A+
Strategi Terminal Petikemas Surabaya Percepat Bongkar Muat

Aktivitas bongkar muat kontainer menggunakan Container Crane baru nomor 14 di dermaga internasional PT Terminal Petikemas Surabaya, Jawa Timur, Kamis (6/4). - Antara/Didik Suhartono

Bisnis, SURABAYA — Minimnya container crane (CC) teranyar yang dimiliki PT Terminal Petikemas Surabaya memacu perusahaan layanan jasa terminal peti kemas ekspor-impor dan domestik itu untuk berburu investasi baru.

Dalam waktu dekat, Terminal Petikemas Surabaya merencanakan investasi CC dan RTG elektrik baru guna meningkatkan kinerja terminal. Rencananya, investasi tersebut akan direalisasikan pada 2024 mendatang. 

Direktur Utama TPS Surabaya Abdul Rofid Fanany mengatakan bahwa anak dari subholding PT Pelindo (Persero) itu kini memiliki 11 unit CC yang beroperasi untuk kapal kontainer domestik maupun internasional. Namun, hanya tiga di antaranya yang berusia belia.

Baca juga: Pelabuhan Patimban Bersiap Memperkokoh Ekspor Mobil Indonesia

“Dari 11 CC kami, yang berusia di bawah 10 tahun itu hanya tiga unit. Yang lainnya berusia di atas 20 tahun bahkan ada yang berusia 30 tahun,” kata Abdul di Kantor TPS Surabaya, Kamis (8/9/2022). 

Oleh sebab itu, perusahaan berencana untuk membeli empat unit CC baru sebagai upaya peremajaan CC yang ada saat ini. Diharapkan, empat unit CC baru itu bisa tiba pada 2024 mendatang. 

Ilustrasi suasana bongkar muat petikemas di Pelabuhan Makassar Sulawesi Selatan Senin (25/7/2022). Arus peti kemas di lingkungan subholding PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) pada semester I/2022 mencapai 5,3 juta TEUs atau hanya tumbuh 1 persen. Perseroan mencatat jumlah arus peti kemas tumbuh 1 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021. Bisnis/Paulus Tandi Bone


Di sisi lain, TPS Surabaya juga berencana untuk menambah sebanyak 14 unit baru RTG elektrik untuk meningkatkan kecepatan aktivitas bongkar muat peti kemas di dermaga. Investasi juga dilakukan untuk mengganti sistem informasi perusahaan guna meningkatkan performa kinerja terminal peti kemas.

Untuk pengadaan baru tersebut, lanjut Abdul, setidaknya dibutuhkan investasi sekitar Rp1,2 triliun sampai dengan Rp1,5 triliun. Pengadaan peralatan baru tersebut ditargetkan tercapai pada sekitar semester II/2024. “Dananya nanti disiapkan dari PT Pelindo Terminal Petikemas,” ujarnya.

Baca juga: Kupas Tuntas Persoalan Transportasi Laut lewat Jelajah Pelabuhan

Dengan berbagai investasi tersebut, TPS Surabaya menargetkan bisa meningkatkan kecepatan bongkar muat peti kemas hingga 60 box ship per hour atau BSH. Saat ini, kinerja bongkar muat tercatat 51-52 BSH.

“Kami juga punya di RJP PT TPS dengan adanya alat-alat yang baru dan didukung teknologi informasi yang bagus kita di tahun 2027 lima tahun dari sekarang mengupayakan sampai dengan 2 juta TEUs. Saat ini 1,4 juta TEUs,” ujar Abdul. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.