Strategi ‘Trading’ Jangka Menengah saat Prabowo-Gibran Unggul Suara

Ada beberapa saham yang dapat dicermati investor untuk trading dalam jangka menengah seiring keunggulan Prabowo-Gibran dalam ‘real count’ pilpres 2024.

Dionisio Damara & Reyhan Fernanda Fajarihza

17 Feb 2024 - 15.32
A-
A+
Strategi ‘Trading’ Jangka Menengah saat Prabowo-Gibran Unggul Suara

Karyawan mengamati pergerakan harga saham. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti.

Bisnis, JAKARTA – NH Korindo Sekuritas Indonesia memandang ada beberapa ide trading jangka menengah yang dapat dilakukan investor, menyusul keunggulan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming dalam hasil real count Pilpres 2024.

Berdasarkan data hasil real count KPU pada Sabtu (17/2/2024) pukul 13.44, keunggulan Prabowo-Gibran menyentuh angka 57,48% atau sama dengan 46.859.104 suara.

Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menyusul di posisi kedua dengan persentase 24,61% suara. Pasangan calon (paslon) nomor urut 1 ini meraup 20.059.241 suara.

Sementara itu, paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud Md berada di posisi terakhir dengan perolehan 17,91%. Persentase tersebut setara dengan 14.602.294 suara.

Baca juga: Para Emiten Pendukung Prabowo-Gibran Menunggu Sentimen Positif

Adapun, progres suara masuk real count KPU telah mencapai 64,90%. Persentase ini merupakan hasil 534.313 dari 823.236 tempat pemungutan suara (TPS) di 38 provinsi.  

Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Leonardo Lijuwardi menyatakan kemenangan pasangan Prabowo-Gibran, baik dalam quick count maupun real count telah memunculkan harapan positif dari pelaku pasar. Hal ini pun mengakhiri kondisi ketidakpastian bagi para pelaku bisnis.

“Transisi mulus kemenangan pasangan nomor urut 02 adalah harapan bagi pembangunan dan situasi kepastian bisnis yang berkelanjutan,” katanya.

Dia menilai ada beberapa strategi yang bisa dipantau investor sebagai ide trading jangka menengah, di antaranya terkait dengan kelanjutan proyek IKN Nusantara, kejelasan hilirisasi barang tambang, hingga program makan siang dan susu gratis. Berikut daftarnya:

 

1. Kepastian Kelanjutan Program IKN

Leonardo menjelaskan bahwa keberlanjutan proyek strategis ini memberikan angin segar bagi sektor konstruksi yang sebelumnya tergilas pandemi Covid-19. Dengan kepastian proyek IKN terus berjalan, kinerja BUMN Karya diharapkan meningkat.

“Dengan adanya harapan keberlanjutan IKN, angin segar diharapkan mampu mendongkrak kembali kinerja konstruksi BUMN seperti PTPP dan ADHI,” tuturnya.

Selain sektor konstruksi, Leonardo mengatakan salah satu saham yang akan tersengat sentimen keberlanjutan proyek IKN Nusantara adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP).

 


2. Kejelasan Hilirisasi Barang Tambang

Leonardo menyampaikan emiten pertambangan khususnya nikel diharapkan memperoleh berkah dari keberlanjutan hilirisasi nikel yang saat ini sedang dirintis. Menurutnya, saham NCKL, MBMA, ANTM dan INCO bisa dilirik oleh investor.

“Walaupun saat ini kondisi nikel oversupply dan harga menurun, namun diharapkan kebijakan hilirisasi mampu kembali memacu performa saham pertambangan logam nikel,” tuturnya.

 

3. Makan Siang Gratis dan Program Susu Gratis

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, konsumsi susu masyarakat Indonesia berada di angka 16,27 kilogram per kapita tiap tahunnya. Angka ini berada di bawah negara Asia Tenggara (Asean) lain, seperti Malaysia (36,2), Myanmar (26,7), dan Thailand (22,2).

Saat ini, ada banyak konglomerasi yang masuk di bisnis susu. Semisal, Sabana Prawirawidjaja dengan Ultra Jaya Group (ULTJ) – Ultra Milk, Bambang Susantio dengan Cisarua Mountain Dairy (CMRY) – Cimory, dan Anthoni Salim pemilik Indofood (ICBP) dengan Indomilk.

Selain itu, Leonardo, terdapat banyak pengusaha lainnya yang diketahui masuk ke dalam bisnis susu walau perusahaannya tidak terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Baca juga: Ide Trading Jangka Menengah saat Prabowo Gibran Unggul Real Count Pilpres 2024

Mereka adalah keluarga Hartono pemilik Djarum Group dengan merk MilkLife, keluarga Angkosubroto pemilik Gunung Sewu Group, dan Great Giant Pineapple dengan merk Hometown.

Sementara itu, TPG dan Northstar Private Equity milik Patrick Walujo telah mengakuisisi Greenfield dari Japfa.Ltd dan keluarga Katuari pemilik Wings Group dengan merk Milku. Ada pula PT Diamond Food Indonesia Tbk. (DMND) dengan produk susu Diamond.

“Berbicara susu gratis, emiten ULTJ, CMRY, ICBP diharapkan terdampak dari kebijakan ini. Namun, yang menjadi pertanyaan, apakah kebijakan ini tepat sasaran? Ditambah dengan adanya potensi intoleransi laktosa yang cukup banyak di Asia,” ujar Leonardo.

___________

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.