Struktur Keuangan Sehat, Ambisi KRAS Mulai Merekah

Emiten BUMN produsen baja, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) terus dapat meningkatkan kinerja pasca dilakukannya restrukturisasi dan transformasi secara menyeluruh. Sepanjang 2020 dan 2021, perseroan berhasil menekan beban utangnya hingga Rp31,9 triliun.

Rinaldi Muhammad Azka
Sep 15, 2021 - 10:32 AM
A-
A+
Struktur Keuangan Sehat, Ambisi KRAS Mulai Merekah

Karyawan PT Krakatau Steel Tbk. menyelesaikan pembuatan pipa baja disebuah pabrik di Cilegon, Banten. Bisnis

Bisnis, JAKARTA — Restrukturisasi dan transformasi keseluruhan yang dilakukan oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. telah menghantar emiten BUMN produsen baja ini pada kinerja keuangan yang kini jauh lebih sehat setelah 8 tahun menderita kerugian.

Sepanjang periode 2020 dan 2021, perseroan berhasil menekan beban utangnya hingga Rp31,9 triliun.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim menerangkan perbaikan kinerja Krakatau Steel terus berlanjut walaupun di masa pandemi Corona.

"Krakatau Steel mampu menjaga kinerja positifnya, hingga Juli 2021 Krakatau Steel berhasil membukukan penjualan sebesar Rp17,7 triliun, naik 44,1% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020,” jelasnya, Rabu (15/9).

Dalam hal restrukturisasi keuangan, Krakatau Steel berhasil melakukan restrukturisasi utang pada 2020 yang pada saat itu menjadi restrukturisasi terbesar di Indonesia dengan jumlah Rp29 triliun.

Melalui restrukturisasi utang, Krakatau Steel dapat menurunkan total beban bunga utang selama sembilan tahun dari Rp12,3 triliun menjadi Rp6,7 triliun sehingga total penghematan yang didapat dari restrukturisasi hutang tersebut adalah sebesar Rp9,9 triliun.

“Di kuartal IV/2021 ini restrukturisasi utang Krakatau Steel akan berkurang sebesar Rp2,9 triliun,” tambah Silmy.

Silmy menambahkan, upaya peningkatan ekspor menjadi bagian dari strategi Krakatau Steel untuk membantu kinerja penjualan produk baja Krakatau Steel di masa pandemi.

Produk Hot Rolled Coil dan Hot Rolled Plate menjadi produk utama Krakatau Steel yang di ekspor ke berbagai negara di Eropa seperti misalnya Portugal, Spanyol, Jerman, Italia, dan Belgia, juga ke negara Malaysia dan Australia.

Efisiensi yang berkelanjutan juga terus dilakukan Krakatau Steel. Hingga Juli 2021 ini Krakatau Steel mampu menurunkan kembali fixed cost hingga 19% dan variable cost hingga 11%.

Upaya efisiensi ini meneruskan penghematan yang sudah dilakukan di tahun 2020 dengan penurunan biaya operasional hingga 41%.

Transformasi dan restrukturisasi ini juga menyentuh pada area organisasi dan SDM, termasuk di dalamnya transformasi budaya perusahaan.

Peningkatan kualitas SDM setelah dilakukannya restrukturisasi merupakan kunci sukses dari keberhasilan transformasi sehingga Krakatau Steel terus mendorong talenta-talenta terbaiknya untuk bekerja dan menghasilkan kontribusi yang berdampak pada kinerja.

Restrukturisasi dan transformasi telah mengubah Krakatau Steel menjadi perusahaan yang sehat dan berdaya saing setelah 8 tahun merugi.

Pada 2020, Krakatau Steel mampu mencatatkan laba sebesar Rp326 miliar dan hingga Juli 2021 Krakatau Steel terus melanjutkan tren peningkatan kinerjanya dengan meraih laba bersih sebesar Rp609 miliar.

“Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah, khususnya Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan, pihak perbankan serta pihak-pihak lain yang telah memberikan kepercayaannya kepada Krakatau Steel hingga akhirnya restrukturisasi ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Silmy.

BENTUK SUBHOLDING

Guna mendukung efektivitas bisnisnya, perseroan telah membentuk dua subholding anak usahanya, masing-masing yakni Subholding Krakatau Sarana Infrastruktur pada Juni 2021 dan Subholding Krakatau Baja Konstruksi pada Agustus 2021.

"Pembentukan kedua subholding dilakukan dalam tempo yang relatif singkat, terbentuk dalam waktu 3 bulan," jelasnya.

Subholding akan mempermudah perencanaan serta pengendalian operasional ke depan untuk sinergi dan optimalisasi kinerja melalui beberapa inisiatif seperti program efisiensi, operational excellence, digitalisasi, penguatan pangsa pasar melalui strategi hilirisasi, serta membangun model bisnis yang lebih baik.

Kinerja Subholding Krakatau Sarana Infrastruktur hingga Agustus 2021 mencatat penjualan sebesar Rp2,4 triliun dengan perolehan laba bersih sebesar Rp348 miliar.

Sementara itu, kinerja Subholding Krakatau Baja Konstruksi sampai dengan Agustus 2021 mencatat nilai penjualan sebesar Rp3,4 triliun dan laba bersih sebesar Rp111,9 miliar.

"Dengan kinerja yang baik ini, kedua subholding dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk,” ujarnya.

Selain mendirikan dua subholding ini, KRAS juga bersiap dengan inisiatif lain. Terdekat, perseroan akan meluncurkan aplikasi penjualan baja secara daring yakni KRAS Mart marketplace pada akhir September 2021 ini.

Pada Kuartal IV/2021, ada tiga inisiatif strategis lain yang akan dilakukan KRAS. Ketiga inisiatif tersebut adalah rencana pengoperasian kembali fasilitas yang di masa lalu tidak optimal, pemilihan mitra strategis untuk Subholding Krakatau Sarana Infrastruktur, serta perbaikan portofolio bisnis.

"Dengan inisiatif tersebut kami yakin Krakatau Steel akan semakin maksimal dalam meningkatkan kinerja positifnya,” jelasnya.

Memasuki usia yang ke-51 tahun pada 31 Agustus 2021 lalu, Krakatau Steel telah meluncurkan visi dan misi baru yang disesuaikan dengan transformasi dan kondisi saat ini.

Visi Krakatau Steel yang baru adalah menjadi korporasi yang kompetitif, untung, dan terpercaya. Visi ini menjadi dasar bagi Krakatau steel mengenai hal yang ingin dicapai.

Selain menerapkan visi misi baru, nilai-nilai AKHLAK (amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif) pun diterapkan dalam mendukung visi dan misi baru Krakatau Steel.

Nilai AKHLAK ini menjadi nilai utama (core values) bagi korporasi dan dan seluruh karyawan di mana nilai yang sudah ada yaitu progressive, collaborative, dan robust menjadi karakter dalam mendukung terlaksananya budaya perusahaan yang unggul.

Dalam menunjang peningkatan kinerja, Krakatau Steel mengaplikasikan program digitalisasi pada setiap aktivitas bisnisnya. Digital Control Tower yang mampu memberikan laporan progres aktivitas perusahaan secara real time akan mempercepat proses pengambilan keputusan manajemen.

Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar