Subholding Pelindo Luncurkan Patroli Keamanan Pakai Drone

Grup Pelindo meluncurkan sistem patroli keamanan menggunakan drone, sejumlah pelabuhan yang sudah menggunakannya yakni di Belawan dan Makassar.

Tim Redaksi

28 Feb 2024 - 08.34
A-
A+
Subholding Pelindo Luncurkan Patroli Keamanan Pakai Drone

oto udara kapal KM Bukit Siguntang di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan (11/9/2022). KM Bukit Siguntang mengangkut 1204 penumpang dan 2 ton general kargo./Bisnis-Adam

Bisnis, JAKARTA – PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) sebagai Subholding Pelindo pada klaster logistik dan hinterland development meluncurkan sistem Drone Safety Patrol. Sistem ini merupakan salah satu inovasi perusahaan dalam kegiatan patroli keamanan dan keselamatan di lingkungan operasional perusahaan, agar lebih efektif dan efisien.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis SPSL, Retno Soelistianti menerangkan implementasi budaya HSSE (Health, Safety, Security, & Environment) di era transformasi teknologi ini merupakan tanggung jawab semua pihak dan menjadi perhatian perusahaan. 

"Hal ini melatarbelakangi perusahaan meluncurkan sistem Drone Safety Patrol, yang kini diterapkan di beberapa area layanan SPSL, antara lain di Depo PIL Belawan, dan Lapangan CCDC MTI Makassar,” terangnya, Selasa (27/2/2024).

Menurutnya, sistem Drone Safety Patrol ini tidak hanya meningkatkan pengawasan terhadap penerapan sistem manajemen K3, tetapi juga membawa efisiensi biaya dalam pelaksanaan program pemantauan K3. Selain itu, sistem ini juga mengurangi risiko kecelakaan selama kegiatan patroli dan memberikan hasil pandangan yang lebih luas dan menyeluruh.

Peluncuran sistem Drone Safety Patrol di lingkungan operasi SPSL sejalan dengan peringatan Bulan K3 Nasional 2024. “Kami berharap penggunaanya akan meningkatkan kelancaran operasional dan mendukung tercapainya target zero accident," ujar Retno.

Pelindo Solusi Logistik (SPSL) adalah salah satu subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) pada klaster bisnis logistik dan hinterland development. SPSL mengusung visi menjadi penyedia solusi terbaik untuk ekosistem logistik yang terintegrasi, dan misi memberikan layanan bisnis terbaik mendorong integrasi ekosistem dan efisiensi rantai logistik guna mendukung pertumbuhan perdagangan dan ekonomi.

Baca Juga : Cara Kerja Sistem Baru Pembelian Kereta Mudik Lebaran Layaknya ‘War’ Tiket 

Kinerja Petikemas Tumbuh

PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), subholding Pelindo, mencatat arus peti kemas sepanjang 2023 sebanyak 11,53 juta Teus atau tumbuh sekitar 2,63% jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2022 yang sebanyak 11,23 juta Teus.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra di Surabaya, Rabu (7/2/2024) mengatakan arus peti kemas 2023 terdiri dari 3,62 juta teus peti kemas internasional dan 7,91 juta teus peti kemas domestik.

"Peti kemas internasional tumbuh sekitar 3,9 persen jika dibandingkan dengan 2022 dan peti kemas domestik tumbuh sekitar 0,5 persen jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya," kata Widyaswendra.

Dia menjelaskan peningkatan arus peti kemas internasional dipicu oleh adanya penambahan rute peti kemas internasional oleh perusahaan pelayaran.

Pada 2023, SPTP mencatat sedikitnya terdapat penambahan 20 layanan rute baru yang melalui di IPC TPK, TPS Surabaya dan Terminal Teluk Lamong. Terdapat sembilan rute baru yang dilayani di IPC TPK, enam rute di TPS Surabaya, dan lima rute baru di Terminal Teluk Lamong.

Foto udara dari dari drone safety patrol system Pelindo./Istimewa

Perseroan menargetkan arus peti kemas 2024 sebanyak 12,1 juta teus. Untuk mencapai target tersebut, SPTP akan menggali potensi pembukaan rute baru baik internasional dan domestik bersama perusahaan pelayaran.

SPTP juga akan melakukan kegiatan pemasaran bersama perusahaan pelayaran untuk program kontainerisasi muatan yang selama ini masih menggunakan kapal nonpeti kemas.

"Kolaborasi rute tol laut dengan rute hub and spoke bersama pelayaran komersial juga menjadi salah satu upaya dilakukan oleh PT Pelindo Terminal Petikemas untuk meningkatkan arus peti kemas dilayani di terminal yang dikelola oleh perseroan," ujarnya.

Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi, mengatakan upaya kontainerisasi muatan dapat menjadi salah satu upaya PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) untuk meningkatkan pertumbuhan arus peti kemas.

Tak hanya itu, untuk mendukung upaya kontainerisasi SPTP perlu melakukan pembenahan di sejumlah pelabuhan yang ada di wilayah timur Indonesia agar mampu digunakan untuk kegiatan peti kemas.

Baca Juga : Target Pelindo Percepat Pengembangan Kawasan Kuala Tanjung 

Perluasan sektor industri di wilayah timur juga dapat mendukung peningkatan arus peti kemas. Selama ini industri masih terpusat di wilayah barat khususnya Pulau Jawa, sehingga kebanyakan peti kemas yang dikirim ke wilayah timur Indonesia akan kembali dalam posisi kosong (empty).

"Potensi muatan peti kemas di wilayah timur Indonesia masih cukup tinggi, utamanya berkaitan dengan hasil tangkapan laut atau perikanan dan hasil bumi lainnya namun kita juga perlu perhatikan apakah pelabuhan yang ada di daerah sudah dapat mendukung bongkar muat peti kemas ataupun fasilitas berpendingin," kata Siswanto.

Di sisi lain, upaya untuk meningkatkan arus peti kemas luar negeri dapat dilakukan dengan penyediaan terminal yang berfungsi sebagai transshipment hub.

Namun demikian, Siswanto menilai perlu dilakukan kajian menyeluruh bersama semua pihak termasuk pemerintah.

Keberadaan ekosistem kuat mulai dari kemudahan bunker, lokasi berlabuh, sistem keuangan dan pembayaran, pemanduan dan penundaan kapal, dan hal lainnya sangat dibutuhkan dalam mewujudkan transhipment hub internasional yang dimimpikan.

Baca Juga : Menekan Biaya Logistik Lewat Pelabuhan Anyar di Timur Indonesia 

"Pertarungan di sektor tersebut akan sangat berat, kita ketahui ada negara tetangga yang sudah menguasai pasar, sehingga kita perlu memperkuat diri terlebih dahulu untuk siap bersaing langsung dengan mereka di selat Malaka," ujarnya.

Hingga Desember 2023, PT Pelindo Terminal Petikemas tercatat mengelola 32 terminal peti kemas yang dioperasikan oleh 17 cabang dan tujuh anak perusahaan.

Sejumlah kantor cabang di daerah meliputi TPK Belawan, TPK Perawang, TPK Semarang, TPK Nilam, TPK Bagendang Bumiharjo, TPK Banjarmasin, TPK New Makassar, TPK Tarakan, TPK Pantoloan, TPK Bitung, TPK Kendari. Selanjutnya TPK Ambon, TPK Kupang, TPK Ternate, TPK Sorong, TPK Jayapura, dan TPK Merauke.

Adapun anak perusahaan adalah PT IPC Terminal Petikemas, PT Terminal Petikemas Surabaya, PT Terminal Teluk Lamong, PT Berlian Jasa Terminal Indonesia, PT Prima Multi Terminal, PT Prima Terminal Petikemas, dan PT Kaltim Kariangau Terminal.(Rinaldi Azka, Miftahul Ulum)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.